Sabtu, 24 April 2010

Logo Vs Merek


Logo Vs Merek - Belum lama, terdengar ramai pembicaraan tentang kewajiban pengendara kendaraan roda dua memakai helm berlogo SNI (Standar Nasional Indonesia). Berita tersebut menimbulkan banyak opini di kalangan masyarakat. Apa sih artinya dan mengapa pencantuman logo itu begitu penting?

Pertama, pemberlakuan SNI Helm Pengendara Kendaraan Bermotor Roda Dua Secara Wajib dikeluarkan oleh pemerintah (Badan Standardisasi Nasional/BSN) dan disebutkan bahwa setiap helm yang diperdagangkan di dalam negeri, yang berasal dari hasil produksi dalam negeri atau impor, wajib memenuhi persyaratan SNI. Kedua, pencantuman logo SNI pada helm merupakan simbol atau tanda bahwa suatu produk telah melewati standar uji kelayakan.


Sebagai konsekuensi, semua produsen helm baik lokal maupun luar negeri diwajibkan mencantumkan logo SNI pada setiap produk yang dipasarkan di Indonesia. Polemik di masyarakat muncul karena banyak masyarakat yang telah mempunyai helm bermerek terkenal dengan harga yang sampai jutaan tapi belum mempunyai SNI.

Kita ambil contoh Arai yang merupakan merek dari Jepang. Sebagai merek yang telah mempunyai sertifikasi internasional antara lain Snell dan DOT, Arai juga diwajibkan meng-emboss logo SNI pada setiap produk jika ingin memasarkan produknya di Indonesia, jika tidak maka produk tersebut akan terancam hukuman.

Lalu yang menjadi pertanyaan, apakah kemudian masyarakat membeli helm tanpa mempertimbangkan merek asal berlogo SNI atau tetap mempertimbangkan merek tapi yang berlogo SNI? Bagaimana kalau ternyata helm yang bermerek tersebut belum mempunyai logo SNI? Mau pilih yang mana: logo atau merek? Apa sih bedanya? Di sinilah kesalahpamahaman itu sering terjadi, logo disamakan dengan merek/brand.

Perbedaan Logo dengan Merek

Logo merupakan suatu gambar, simbol atau tanda yang mempunyai arti dan pernyataan tertentu. Pada contoh di atas helm yang memenuhi SNI dinyatakan dalam sebuah logo, yaitu logo SNI.

Bagaimana dengan merek? Merek merupakan serangkaian nilai dan atribut yang mempunyai karakteristik tertentu dan berkesan bagi penggunanya yang berasal pengalaman mereka menggunakan produk atau jasa tertentu dan logo merupakan salah satu bagian darinya.

Logo dapat dimanfaatkan untuk membantu konsumen mengenali merek, tapi tidak berarti bahwa penggunaan logo dapat efektif. Dalam hal ini, Arai dikatakan sebagai sebuah merek karena Arai merupakan suatu produk, yaitu helm, yang ditawarkan kepada konsumen, sedangkan SNI bukan merek, walaupun berupa logo, karena SNI tidak menawarkan produk ataupun jasa namun hanya sebuah pernyataan bahwa suatu produk telah melewati proses standardisasi tertentu.

Only after it becomes familiar does a logo function as intended; and only when the product or service has been judged effective or ineffective, suitable or unsuitable, does it become truly representative. - Paul Rand

Jika konsumen pernah menggunakan suatu merek dan mempunyai kesan yang positif, maka penggunaan logo dapat berfungsi efektif. Misalnya, seseorang yang pernah memakai helm Arai akan menilainya sebagai helm yang berkualitas, anti gores, kedap suara, grafis yang menawan, dan kenyamanan pemakaian secara umum. Ketika dia melihat logo Arai maka kesan positif yang tersimpan dalam memorinya tersebut akan diaktifkan kembali.

Merek tidak hanya logo, tapi mencakup keseluruhan aspek perusahaan. Merek adalah tentang bagaimana Anda menjalin hubungan yang dekat dan emosional dengan konsumen berdasarkan pada rasa saling percaya yang terus dibina dari waktu ke waktu. Bagaimana dengan merek Anda? (bitebrands)



Related Posts

Logo Vs Merek
4/ 5
Oleh

2 komentar

OH
28 April 2010 07.32 delete

Lalu apakah penggunaan Logo SNi pada Helm akan berpengaruh terhadap penggunaan dan penjualan??.
salam

Reply
avatar
28 April 2010 17.58 delete

krn itu sudh jd peraturan mk orang akan cenderung memiilh helm dg logo SNI, walau dg risiko adanya pemalsuan, yg otomatis berpengaruh pd penjualan..

Reply
avatar