Minggu, 07 November 2010

Pola dan Tekstur di Sekitar Kita






Jika kita jeli memperhatikan alam sekeliling, maka kita akan melihat betapa banyak hal yang menarik dapat kita temukan.

Dengan indera penglihatan yaitu mata, kita bisa melihat banyak benda atau objek baik hidup atau mati yang membentuk pola (pattern). Sementara dengan indera perasa yaitu kulit, kita bisa merasakan setiap objek yang kita temukan mempunyai tekstur (texture) tertentu. Tekstur bisa terasa halus, kasar, bergelombang, atau bersisik.

Seperti kursi tempat kita duduk, meja tempat kita menaruh sesuatu atau kertas tempat kita biasa menulis, masing-masing mempunyai tekstur yang spesifik. Selain itu, kita bisa melihat lantai, genteng rumah atau pakaian yang kita pakai membentuk suatu pola tertentu.

Tekstur dan pola. Setiap objek bisa terdiri salah satu atau dua hal tersebut. Keduanya merupakan kualitas yang membedakan bentuk satu dengan yang lainnya.Apa yang membedakan keduanya?

Dalam elemen desain, setiap komposisi terbentuk dari titik (dots) dan garis (lines). Kedua elemen tersebut menciptakan persepsi aktivitas permukaan melalui pengelompokan titik atau garis dengan ukuran, bentuk, jarak, dan kepadatan yang bervariasi. Tekstur dan pola merupakan dua kategori dasar aktivitas permukaan.

‘Tekstur’ yang diaplikasikan pada permukaan mempunyai aktivitas yang tidak teratur tanpa adanya pengulangan yang nyata. Acak adalah sifat utama dari tekstur. Karena sifat tersebut, tekstur dipersepsikan sebagai organis atau alami.

Sedangkan ‘pola’ mempunyai kualitas geometris dan tersusun dalam struktur berulang dan dapat kita ketahui secara jelas. Pola sebenarnya merupakan bentuk spesifik tekstur. Perbedaanya, pola bersifat tidak organis, sintetis, mekanis atau matematis. Dengan kata lain, pola disusun melalui suatu pengulangan dengan ukuran, jarak, kepadatan bentuk yang sama sehingga membuat pola terkesan tidak alami.








Gambar paling kiri (a) memperlihatkan sebuah tekstur di mana objek lingkaran berubah dari ukuran, jarak, dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Tekstur dapat menjadi pola apabila terdapat pengulangan yang konsisten (b), pemberian jarak yang sama (c) membuat pola menjadi terihat lebih jelas.











Sebaliknya, sebuah pola (a) bisa menjadi tekstur apabila terjadi perubahan ukuran, jarak, posisi secara tidak teratur (b).








Kombinasi antara pola (a) dengan tekstur (b) dalam sebuah komposisi membuat gambar menjadi terlihat kompleks (c).













Biro Iklan : McCann São Paulo

Walau pola terlihat pada gambar, tapi secara keseluruhan, persepsi kita cenderung melihatnya sebagai tekstur. Hal itu terjadi karena penggunaan material kertas yang bersifat alami dan kontur material yang bergelombang.
























Biro Iklan : Y&R

Salah satu sifat dari pola adalah keteraturan yang matematis. Apabila terjadi perubahan pola yang ekstrim, maka gambar akan menjadi terlihat janggal, seolah ada sesuatu yang hilang.























Biro Iklan : New Moment

Secara prinsip desain di atas terbentuk dari suatu pola. Pemberian warna yang berbeda di lokasi tertentu pada pola membuat objek menjadi terlihat, mempunyai dimensi dan membentuk hubungan spasial. Objek akan semakin terlihat jelas apabila dilihat dari jarak yang agak jauh.





















Biro Iklan : Turrino Advertising

Perbedaan bentuk yang ekstrim dan pemilihan warna yang kontras bisa meningkatkan kualitas dimensi tekstur.

















Desain : Apeloig

Sebuah pola dengan perubahan ukuran dan irama membuat kualitas terkstur menjadi terlihat.

















Desain : SS+K

Sebuah pola yang dieksekusi dengan memanfaatkan ruang negatif di bagian tengah membentuk objek dan makna baru.

















Desain : Lippincot

Kumpulan bidang yang meng-overlap kumpulan bidang yang lain membentuk lapisan bertekstur seolah kumpulan bidang yang satu berada di atas yang lain.













Desain : Thomas Vasquez

Ukuran lingkaran yang variatif dengan repetisi yang ritmis membuat logo terlihat lebih alami, berlawanan dengan sifat pola pada umumnya yang cenderung sintetis.

Betapa banyak yang dapat kita pelajari, jika kita mau meluangkan waktu sejenak, melihat sekeliling kita. Dengan melihat pola, kita bisa melihat suatu harmoni, keseimbangan dan keteraturan komposisi. Sementara, dengan mengamati tekstur membuat kita lebih memahami karakter alam.

Download Texture - Pattern.pdf

Related Posts

Pola dan Tekstur di Sekitar Kita
4/ 5
Oleh