Rabu, 03 November 2010

Street Art, Ekspresi Seni Masyarakat Urban Perkotaan

Street Art, Ekspresi Seni Masyarakat Urban Perkotaan - Karya seni ini pada umumnya hadir dan banyak ditemui di ruang publik terbuka, gang-gang sempit di kawasan urban perkotaan hingga di gerbong-gerbong kereta api dan transportasi publik lainnya. Seringkali eksistensinya tidak pernah diakui. Sebaliknya, graffiti dianggap sebagai pengganggu dan perusak keindahan kota. Ya, karya seni itu adalah graffiti

Hilangnya ruang berekspresi membuat graffiti menemukan jati dirinya. Graffiti pun dianggap sebagai jalan keluar atas kesumpekan dan permasalahan tersebut. Kontroversial. Mungkin itu satu kata yang bisa menggambarkan jenis seni yang satu ini. Banyak orang menganggap graffiti sebagai seni, namun banyak juga yang menilai sebagai bentuk vandalisme karena menyerobot properti orang lain.

Istilah ‘seni jalanan’ untuk graffiti seolah meligitimasi dirinya sendiri. Pelakunya pun menganggap dirinya sebagai seniman jalanan (street artist). Mereka mengklaim hasil karyanya sebagai bentuk ekspresi diri, walau harus ‘meminjam’ tembok orang lain dan sarana publik.

Grafiti : -

Graffiti pada umumnya digunakan untuk menandai area tertentu sebagai wilayah kekuasaan. Menimpa graffiti lama dengan yang baru adalah hal yang wajar.

Graffiti mempunyai beberapa gaya atau styles. Tagging adalah bentuk dasar graffiti yang hanya berupa coretan nama/inisial seniman jalanan atau geng graffiti. Seperti halnya sebuah tanda tangan. Coretan pada umumnya menggunakan cat semprot atau aerosol. Gaya yang lain adalah throw up adalah bentuk lama dari graffiti, berupa huruf besar yang dicat secara cepat dengan beberapa warna yang kontras. Selain itu, ada gaya wildstyle, blockbuster, bubble/outline, inside, calligraffiti, piece, dan paintbrush.

Salah satu kelompok graffiti yang terkenal, salah satunya adalah 123 Klan. Berangkat dari jalanan, mereka berkarya dan menumpahkan jiwa seni jalanan dalam karya grafis dengan slogan ‘when street knowledge meets technology and graffiti melds with graphic design’.

Graffiti : 123 Klan

Alias atau nama samaran adalah karakteristik yang menonjol dalam dunia graffiti. Identitas asli sengaja disembunyikan seolah hal tersebut adalah aturan yang tidak tertulis.

Karya : 123 Klan

Dari jalanan, graffiti diangkat ke dalam produk konsumen seperti sepatu sneakers custom misalnya. Karya 123 Klan telah mendunia dan tercatat beberapa merek besar menampilkan karya mereka.

Graffiti bisa dilakukan dengan berbagai macam cara seperti menyemprotkan cat ke tembok secara langsung. Teknik lain yang sering digunakan adalah stencil graffiti. Caranya, yaitu dengan melubangi bagian tertentu pada template, stencil merupakan teknik yang ideal untuk menghasilkan graffiti yang masif dan dapat dilakukan dalam waktu yang singkat.

"Imagine a city where graffiti wasn't illegal, a city where everybody could draw wherever they liked,..." - Banksy

Dalam rimba seni jalanan, Banksy adalah nama yang populer. Ia memulai sepak terjangnya di jalanan Bristol, Inggris dan dikenal karena karyanya yang menggunakan teknik stencil dengan tema-tema yang bersifat anti kapitalis, anti perang, anti kemapanan, dan menggelorakan semangat kebebasan.

Stencil : Banksy
Subjek yang sering ditampilkan Banksy adalah tikus, polisi, anak-anak, tentara, monyet, dan orang tua. Kombinasi antara visual dengan teks atau slogan merupakan salah satu ciri kuat karya Banksy. Tidak hanya di Inggris, karyanya ditemukan di beberapa negara yang berbeda.

Karya : Banksy
Banksy diakui sebagai seniman jalanan yang bertalenta. Karena kepopulerannya, salah satu karyanya tampil dalam sampul album Blur yang berjudul 'Think Tank'.

Mural merupakan lukisan dinding dengan teknik cat dan bantuan kuas. Beda dengan graffiti, mural membutuhkan proses pengerjaan yang lebih lama dan mempertimbangkan konsep yang lebih matang. Satu hal yang perlu dicacat, mural tidak menuai banyak kontroversi seperti halnya graffiti. Contoh lain seni jalanan yaitu stiker, wheatpasting, dan poster.

Kampanye Obey yang digelorakan oleh Shepard Fairey adalah contoh seni jalanan yang mampu menarik perhatian dan mengobarkan semangat heroisme seni jalanan hingga ke berbagai belahan dunia. Dengan media poster dan teknik cetak lainnya, kampanye Obey tidak mempunyai motif yang jelas, seolah-olah berusaha mempermainkan persepsi pembaca.

Fenomenologi merupakan istilah yang bisa menjelaskan kampanye Obey tersebut. Tujuan utama Fenomenologi adalah untuk membangkitkan kembali rasa ingin tahu terhadap suatu lingkungan.

Karya : Shepard Fairey
Kampanye Obey bertujuan untuk merangsang rasa penasaran dan membuat orang bertanya tentang kampanye yang dilakukan. Karena orang tidak terbiasa melihat suatu kampanye periklanan atau propaganda yang motif utamanya tidak jelas seperti kampanye Obey.

Seni jalanan pun telah berevolusi dan memberi banyak inspirasi seniman lain. Ruang geraknya tidak lagi terbatas pada tembok-tembok kota. Ia hadir menjamah kehidupan manusia, dalam kebudayaan populer lewat kaos/t-shirt, sepatu, jaket, skateboard, televisi, majalah, film, surat kabar yang disuarakan oleh ilustrator, seniman grafis atau audio visual. Ia telah menjelma menjadi sebuah simbol yang melambangkan kebebasan berekspresi. Selain itu, graffiti sering diasosiasikan sebagai salah satu elemen dalam musik hip hop.

Biro Iklan : Neogama/BBH
Dengan teknik stencil graffiti, desain iklan di samping mampu memberikan impact sesuai yang diharapkan. Pesan menjadi lebih tegas dan akurat.

Biro Iklan : Seven Comunicação Total
Tampilan latar belakang seolah menegaskan bahwa seni jalanan merupakan bagian dari kebudayaan populer dan merepresentasikan tren serta gaya hidup anak muda yang memimpikan kebebasan berekspresi.

Sebagian menilai seni jalanan adalah bentuk komunikasi yang efektif untuk menyuarakan pesan sosial dan politik disamping sebagai salah satu bentuk ekspresi seni. Sebagian yang lain, seni jalanan adalah bagian dari suatu pertempuran memperebutkan ruang publik, demi kebanggaan diri dan kelompok atau gengnya. (bitebrands)

Related Posts

Street Art, Ekspresi Seni Masyarakat Urban Perkotaan
4/ 5
Oleh