Kamis, 30 Desember 2010

Inilah Hubungan Branding dengan Konsep Diri

Inilah Hubungan Branding dengan Konsep Diri - Dalam studi tentang perilaku konsumen, diketahui bahwa kepribadian konsumen dapat dipelajari dari merek yang mereka pilih, pendapat mereka terhadap merek lain, dan arti atau makna pada merek tersebut.

Apakah merek tersebut membuat konsumen merasa lebih baik dan percaya diri adalah pertanyaan penting dalam diri konsumen sebelum membuat keputusan pembelian. Dengan kata lain, persepsi konsumen terhadap konsep diri mereka sendiri konsisten dengan merek yang dipilih.

Konsumen memiliki kecenderungan memilih merek yang mencerminkan kepribadian, mampu meningkatkan citra ditra diri, dan memiliki kemiripan antara konsep merek yang yang dicitrakan dengan konsep diri.

Baca juga: Kampanye Aku Cinta Indonesia: Masihkah Sebatas Retorika?

Jenis-jenis Konsep Diri


Terdapat dua konsep diri, yaitu konsep diri aktual (actual self concept) dan konsep diri ideal (ideal self concept). Konsep diri aktual dibentuk sejak kecil dan berkaitan dengan ide atau penilaian tentang diri pribadi seseorang yang dibentuk dari interaksi sosial. Sementara konsep diri ideal berkaitan dengan perubahan konsep diri sekarang dan pemikiran tentang ide atau kondisi yang diidealkan.

Salah satu tujuan keputusan pembelian yaitu untuk menjaga dan meningkatkan citra diri individu. Dalam hal ini, merek menjadi sebuah simbol yang mengkomunikasikan hal tertentu tentang diri seseorang.

Beberapa contoh kategori produk yang berkaitan erat dengan pembentukan citra diri yaitu: aksesoris pribadi, mobil, motor, pakaian, kosmetika, perawatan tubuh, dan peralatan elektronik.

Biro Iklan: DDB
Sebagai merek mobil legendaris, Jeep dikenal karena keawetannya dengan target market adalah orang yang menyukai petualangan, perjalanan atau olahraga off-road, dan aktivitas luar ruang. Jeep Clothing yang merupakan produk pakaian keluaran Jeep, adalah representasi dari merek Jeep itu sendiri, dan menjadi simbol gaya hidup (lifestyle) petualangan.

Konsumen yang membeli dan memakai produk bermerek Jeep memiliki kesamaan konsep dirinya dengan simbol yang terkandung pada merek dan mencitrakan dirinya sendiri sebagai petualang.

Baca juga: Cara Pemasaran Merek Selebriti: Jessica Simpson Collection

Biro Iklan: Saatchi Saatchi

Di tengah era modern yang menuntut kesempurnaan dalam segala hal, kecantikan dan perawatan tubuh menjadi bisnis yang berkembang pesat dan sangat menjanjikan. Apalagi kecantikan merupakan bagian dari penampilan yang mencerminkan citra diri.

Dalam keputusan pembelian, konsumen akan memilih dan membeli merek yang sesuai dengan konsep diri aktual maupun ideal. Olay sebagai merek ritel perawatan kulit terkemuka merupakan pemimpin pasar dalam kategori moisturizer anti penuaan dan menawarkan produk yang bisa membuat orang terlihat awet muda, kondisi ideal yang diimpikan terutama bagi kaum perempuan.

Dengan mengetahui kondisi ideal yang diharapkan sebagian besar orang, suatu merek memiliki kesempatan meraih pasar dan meraih posisi di benak konsumen.

Biro Iklan: Publicis
Selain konsep diri aktual dan ideal, terdapat konsep atau citra diri situasional, yaitu citra yang diinginkan seseorang pada orang lain dalam situasi tertentu. Citra diri situasional merupakan salah satu indikator dalam pemilihan merek.

Louis Pion dalam seri iklan yang bertema 'Watch Head' menampilkan beberapa profil dengan pakaian atau kostum yang berbeda dengan desain jam tangan yang berbeda pula. Pesannya yaitu, Louis Pion adalah jam tangan yang cocok dipakai bagi siapapun dengan kepribadian dan situasi yang berbeda.

Interaksi antara simbolisme merek yang digunakan dengan konsep diri individu merupakan hal yang sangat penting dalam memahami keputusan pembelian konsumen. Tidak hanya konsep diri konsumen yang mempengaruhi pemilihan merek, namun merek mempunyai nilai simbolis yang dapat mempengaruhi citra diri konsumen. (bitebrands)

Related Posts

Inilah Hubungan Branding dengan Konsep Diri
4/ 5
Oleh