Kamis, 23 Desember 2010

Comic Sans: Salah Apa?

Sejak beberapa tahun, terjadi perdebatan seru di internet, baik di situs, blog maupun media sosial. Comic Sans adalah topiknya. Bahkan di Twitter, perdebatan tentang Comic Sans sempat menjadi trending topic dan sudah menjadi fenomena global yang menjadi sorotan media mulai dari BBC hingga The Wall Street Journal.

Beberapa kelompok menyerukan pelarangan terhadap penggunaan Comic Sans. Berawal dari sepasang suami istri, Dave dan Holly Combs yang keduanya berprofesi sama sebagai desainer grafis.

Pada akhir tahun 90-an, mereka berinisiatif melakukan kampanye “Larang Comic Sans” melalui berbagai media mulai dari website bancomicans.com, T-shirt, mug, stiker, dan lainnya.

Dalam perkembangannya, pergerakan tersebut mendapat banyak simpati dan dukungan dari berbagai penjuru dunia. Komunitas baru yang mendukung kampanye tersebut pun bermunculan. Mereka bersatu untuk tujuan yang sama “Larang Comic Sans”.

Latar belakang dari pergerakan tersebut adalah penyalahgunaan Comic Sans pada media, periklanan, dan desain. Banyak orang menggunakan Comic Sans secara serampangan dan tidak pada tempatnya.

Misalnya, penggunaan Comic Sans pada memo atau surat pada perusahaan, sistem penanda, dan desain komunikasi perusahaan yang seharusnya bersifat formal. Sementara Comic Sans adalah huruf yang lebih cocok ditempatkan pada media untuk komik atau taman kanak-kanak.

"If you love it, you don't know much about typography...if you hate it, you really don't know much about typography, either, and you should get another hobby."
- Vincent Connare  

Comic Sans. Ia adalah script typeface kasual atau huruf yang didesain oleh Vincent Connare dan diluncurkan oleh Microsoft pada 1994. Awalnya bernama Comic Book, sebelum berganti nama menjadi Comic Sans yang merupakan jenis huruf sans serif.








Ada dua hal utama yang melatarbelakangi penciptaan font tersebut: kebutuhan font yang lebih menyenangkan, informal, santai untuk sistem operasi milik Microsoft, dan huruf komik belum ditransfer dari buku ke layar komputer secara baik.

Kalau Anda menginstal sistem operasi Windows, dan sering menggunakannya, pasti sudah akrab dengan Comic Sans. Ia adalah salah satu jenis huruf yang terinstal sebagai font standar dalam Microsoft Windows sejak peluncuran Windows 95 hingga saat ini.

Karena itulah orang banyak mengenal Comic Sans dan seringkali menggunakannya begitu saja tanpa memperhatikan estetika dan mempertimbangkan kesesuaian antara huruf dengan pesan dan media yang disampaikan. Huruf dianggap sebagai sesuatu yang diterima, bukan dipilih.














Penggunaan Comic Sans yang tidak tepat pada memo di kantor (A), kesan yang didapat adalah kekanak-kanakan. Dengan mengganti huruf yang lebih formal yaitu Swiss721 BT (B), menciptakan kesan yang lebih berwibawa.

Setiap huruf menyampaikan pesan tertentu. Kepada siapa pesan itu disampaikan? Dalam konteks apa komunikasi itu berjalan? Dengan mempertimbangkan beberapa hal tersebut, huruf akan mampu menyampaikan pesan secara lebih efektif dan menghindari salah persepsi sang penerima pesan.

Related Posts

Comic Sans: Salah Apa?
4/ 5
Oleh