Selasa, 18 Januari 2011

Mandala Airlines: Pentingnya Manajemen Krisis






Tidak ada perusahaan atau organisasi yang bebas risiko. Krisis adalah kemungkinan buruk yang bisa terjadi kapan saja dan harus dihadapai oleh perusahaan di tengah bisnis yang tidak pasti. Pimpinan dan pihak manajemen yang bijak tentu sudah mengantisipasi kemungkinan tersebut.

Bagaimana mengatasi permasalahan yang mungkin dihadapi perusahaan? Yang pasti adalah pola pikir yang tepat bahwa sewaktu-waktu perusahaan akan mengalami krisis. Dengan pola pikir tersebut, pihak manajemen berusaha menganalisis situasi, mampu memprediksikan kemungkinan buruk yang akan terjadi, dan merumuskan metode pemecahan masalah atau solusi yang efektif dan efisien.

















Desain: n/a

Mandala Airlines, perusahaan penerbangan nasional yang memulai pelayanannya sejak tahun 1969, juga tidak terlepas dari krisis. Terhitung mulai tanggal 12 Januari 2011, Mandala menghentikan operasionalnya untuk sementara waktu dengan alasan restrukturisasi perusahaan.

Pada awalnya, Mandala adalah bagian dari badan militer Indonesia Kostrad sebelum akhirnya dijual kepada Cardig International dan Indigo Partners pada tahun 2006. Mandala dikelola oleh jajaran manajemen berpengalaman dengan reputasi internasional dan staf operasional yang profesional.

Beberapa prestasi yang pernah diraih Mandala Airlines yaitu sertifikasi dari IOSA dan IATA. Mandala Airlines juga dikenal sebagai maskapai penerbangan nasional bertarif rendah. Selain itu, Mandala adalah maskapai penerbangan nasional yang pertama kali menawarkan internet check-in dan pemilihan kursi secara online.

Permasalahan utama Mandala adalah kesulitan keuangan. Mandala pun telah mengajukan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Menghadapi situasi krisis itu, Mandala telah menerbitkan siaran pers yang ditujukan kepada publik melalui berbagai media. Dalam manajemen krisis, komunikasi yang lancar adalah hal yang mutlak sehingga informasi yang benar dapat segera disampaikan dan umpan balik (feedback) dapat segera diterima serta menghindari adanya salah persepsi. Selain itu, Mandala telah berjanji untuk mengembalikan uang (refund) kepada konsumen yang telah terlanjur membeli tiket.

Krisis tak terelakkan yang dialami oleh Mandala adalah sebuah ujian. Sebagai maskapai penerbangan nasional yang mempunyai sejarah panjang dan reputasi, Mandala tentunya tidak ingin mundur dan hilang dari peredaran begitu saja.

Di sisi lain, mungkin banyak konsumen mengharapkan Mandala dapat beroperasi kembali, mengingat Mandala selama ini menawarkan harga tiket penerbangan yang terjangkau.

Walau harus berhenti beroperasi dan mengalami krisis keuangan, namun refund yang dilakukan oleh Mandala adalah praktik manajemen krisis yang baik. Setidaknya Mandala mempunyai komitmen untuk tetap menjaga kepercayaan publik. Dengan adanya kepercayaan publik, citra Mandala akan tetap terjaga dengan baik sehingga mampu meyakinkan para investor.

Related Posts

Mandala Airlines: Pentingnya Manajemen Krisis
4/ 5
Oleh