Minggu, 07 Agustus 2011

Semiotika: Memahami Tanda

Bidang studi ini pada khususnya dipelajari di jurusan Ilmu Komunikasi dan Desain Komunikasi Visual. Ia mempelajari tentang tanda. Dalam dunia akademis, ia merupakan salah satu metode penelitian kualitatif. Ia adalah semiotika.

Charles Sanders Pierce, Ferdinand de Saussure, Roland Barthes, Julia Kristeva, Umberto Eco adalah beberapa tokoh yang berperan besar dalam pengembangan studi semiotika.

Istilah semiotika sering dikaitkan dengan semiologi. Apakah perbedaannya? Pada prinsipnya kedua istilah itu sama. Istilah semiotika digunakan oleh pengikut tradisi Pierce. Sedangkan semiologi digunakan oleh para pengikut tradisi Saussure.













Terdapat dua jenis semiotika. Yaitu semiotika komunikasi dan semiotika signifikansi. Semiotika komunikasi menekankan pada pada teori tentang produksi tanda. Sedangkan semiotika signifikansi memberi penekanan pada teori tanda dan pemahamannya dalam suatu konteks tertentu.

Yang menjadi ciri khas dari semiotika adalah bagaimana kemanusiaan berusaha memaknai sesuatu. Memaknai dapat diartikan bahwa objek-objek tidak hanya membawa informasi namun juga mengonstitusi sistem terstruktur dari tanda.

Tanda. Ia dekat dan ada di sekeliling kita. Bahkan saking dekatnya, kita seringkali tidak menyadari keberadaanya. Tanda diartikan sebagai sesuatu yang mempunyai makna. Ia bisa berupa suara, gambar, gestur, bau, tekstur, atau kata. Dengan kata lain, tanda mencakup segala hal yang mengandung informasi tertentu yang dapat dikomunikasikan sebagai pesan.

Sistem tanda yang paling mendasar bagi manusia adalah bahasa. Tidak heran banyak tokoh di balik semiotika adalah para ahli bahasa atau linguis. Dengan bahasa, manusia mampu bertukar informasi baik secara verbal maupun nonverbal. Pertukaran informasi tersebut membentuk suatu proses yang disebut dengan komunikasi. Yaitu proses penyampaian pesan dari pengirim pesan kepada penerima pesan.

Penerapan semiotika tidak melulu menjadi bahan diskusi kalangan akademis saja. Semiotika juga menarik perhatian para praktisi bisnis. Terutama mereka yang terjun dalam dunia periklanan dan pemasaran. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi pola-pola formal yang bekerja untuk menciptakan makna dalam banyak aspek dalam suatu kebudayaan, khususnya media.

Related Posts

Semiotika: Memahami Tanda
4/ 5
Oleh