Sabtu, 15 Oktober 2011

Bauhaus, Suatu Gerakan Seni Tanpa Perbedaan Kelas

Bauhaus, Suatu Gerakan Seni Tanpa Perbedaan Kelas - Di saat Jerman sedang mengalami kehancuran dan kebangkrutan akibat Perang Dunia I, lahirlah sebuah gerakan seni yang mampu mengubah dunia. Adalah Walter Gropius, sang pelopor yang menggelorakan semangat perubahan untuk melakukan perombakan atau reformasi pendidikan dan sekolah seni rupa.

Akhirnya, didirikanlah sebuah sekolah bernama Staatliches Bauhaus Weimar yang didirikan tahun 1919 di Weimar. Sekolah itu merupakan gabungan antara Grand Ducal School of Arts and Crafts dan the Weimar Academy of Fine Art. Dan, Walter Gropius adalah sang direktur sekolahnya.

Selain Gropius, terdapat beberapa tokoh yang ikut berperan dalam pengajaran di Bauhasus. Mereka di antaranya adalah: Johannes Itten, Mies Van der Rohe, Paul Klee, Wassilly Kandinsky, Marcel Breuer, Herbert Bayer, Josef Albers, dan lainnya.

Bauhaus dapat diartikan sebagai ‘bangunan rumah’. Namun, menurut Bauhaus-Universit├Ąt Weimar Bauhaus mengandung arti ‘ semangat untuk melakukan eksperimen, keterbukaan, hubungan yang dekat dengan praktik industrial dan internasionalitas’.

Karya: Wassilly Kandinsky

Misi Bauhaus yaitu mengombinasikan pendidikan arsitektur, seni, desain, dan kriya. Menciptakan perserikatan tanpa perbedaan kelas yang dapat memunculkan arogansi antara kriyawan dan seniman.

Karya: Herbert Bayer

Pada tahap awal pengajaran, siswa yang berasal dari latar belakang sosial dan pendidikan yang berbeda diajarkan tentang material, teori warna, dan hubungan formal sebagai persiapan untuk studi yang lebih terspesialisasi.

Di Bauhaus terdapat beberapa workshop yang mendukung pengajaran. Di antaranya yaitu: workshop cabinetmaking, tekstil, logam, dan tipografi.

Karya: Herbert Bayer

Awalnya, Bauhaus berdiri di Weimar. Namun beberapa tahun setelah berdiri, Bauhaus mendapat tekanan dari kelompok sayap kiri. Selain itu, pendanaan mengalami hambatan akibat pengurangan dari pemerintah. Akhirnya, Bauhaus di Weimar dipindahkan ke Dessau pada tahun 1925.

Setelah itu, Bauhaus pindah ke Berlin yang hanya bertahan selama setahun akibat tekanan dari gerakan Nazi. Bauhaus akhirnya ditutup pada tahun 1933. Kemudian, para pengajar di Bauhaus banyak yang pindah ke luar negeri, terutama Amerika.

Karya: Josef Albers

Objektivitas dan rasionalisme adalah ciri khas dari Bauhaus yang cenderung pada prinsip modernisme dan menolak subjektivitas atau selera pribadi. Selanjutnya, prinsip-prinsip tersebut memberi arahan pada desain modern atau International Style. Sementara masih menekankan pada kriya (crafts), Bauhaus juga menekankan pentingnya desain untuk produksi massal yang dikenal dengan istilah “Art into Industry”.

Dalam mendesain, komunikasi visual yang efektif adalah fokus utama. Desain yang dipengaruhi oleh Bauhaus yaitu: penggunaan bentuk-bentuk geometris, layout yang seimbang, warna cemerlang, harmoni, huruf yang tebal dan universal. (bitebrands)

Related Posts

Bauhaus, Suatu Gerakan Seni Tanpa Perbedaan Kelas
4/ 5
Oleh