Kamis, 13 Oktober 2011

Gill Sans: Inspirasi dari Sang Guru

Kelahiran Gill Sans tidak dapat dilepaskan dari Johnston Sans. Edward Johnston, dialah sang pencipta typeface Johnston Sans yang digunakan untuk signage London Underground Railways.

















Desain: Edward Johnston

Edward Johnston mempunyai seorang murid bernama Eric Gill. Ia adalah seniman grafis, desainer huruf, dan pematung berkebangsaan Inggris.

Eric Gill punya peran dalam merancang typeface Johnston Sans. Namun, ia merasa kurang puas dengan typeface tersebut. Eric Gill pun akhirnya memutuskan untuk merancang typeface rancangannya sendiri yang diinspirasi dan dipengaruhi oleh Johston Sans.

Pertama kali, Eric Gill bereksperimen, melakukan pengembangan dengan membuat lettering untuk toko buku. Ia juga membuat sketsa alfabet yang diterbitkan dalam sebuah buku. Alfabet karya Eric Gill itu dilirik seorang penasihat dari Monotype, yaitu Stanley Morison.

Awalnya, alfabet Eric Gill hanya mempunyai versi huruf besar saja (uppercase). Karena alfabet tersebut mempunyai potensi komersial, Stanley Morison pun memberi kuasa pada Eric Gill untuk mengembangkan keluarga huruf yang komplit. Tujuannya, untuk bersaing dengan type foundry Jerman yang sedang berjaya waktu itu atas kesuksesan typeface Futura.







Alfabet yang telah disempurnakan itu akhirnya dirilis pada tahun 1928 dengan nama Gill Sans. Karakter huruf kecil (lowercase) pun ditambahkan dan berat (weights), lebar (widths), dan proporsi pun lebih bervariasi.

















Desain: n/a

Gill Sans, ia merupakan jenis huruf humanist sans serif yang berdasar pada proporsi roman klasik sehingga mudah dikenali bentuk hurufnya (legible). Terlihat modern, bersih, dan rapi. Selain itu, Gill Sans juga mempunyai penekanan kontras yang lebih pada lebar stroke dibandingkan huruf yang tidak ber-serif lainnya. Hal itu membuat Gill Sans punya tingkat keterbacaan yang tinggi (readable).

















Desain: n/a

Popularitas dan kesuksesan Gill Sans tak tertahankan lagi. Gill Sans makin mencuat dan terkenal ketika ia dipakai sebagai typeface standar untuk London and North Eastern Railway (LNER). Sejak saat itu, Gill Sans sering kita jumpai. Mulai dari logo, typeface perusahaan, komunikasi bisnis, signage hingga poster film. Gill Sans pun mendapat julukan ‘Helvetica of London’.

Walau begitu, Gill Sans bukannya tanpa kekurangan. Huruf kecil ‘a’ terlihat berat pada atas dan tidak seimbang. Hasilnya, kontras antara stroke tebal dan tipis seperti terbalik.

Memilih dan menggunakan huruf seperti Gill Sans kelihatannya mudah. Namun, melihat beberapa kekurangan yang ada, pertimbangan yang matang dalam memakai huruf harus selalu diutamakan.

Related Posts

Gill Sans: Inspirasi dari Sang Guru
4/ 5
Oleh