Minggu, 04 Desember 2011

Dramatisasi Iklan Cetak: Strategi Menonjolkan Keunggulan Merek

Sebagai salah bentuk komunikasi, iklan berfungsi menyampaikan pesan kepada khalayaknya. Pesan tersebut bisa berupa informasi, ajakan atau persuasi, dan pengingat. Pendekatan yang dilakukan pun bisa berbeda-beda. Tergantung pada khalayak sasaran yang dituju, pesan, tujuan pemasaran, daur hidup produk, dan positioning merek.

Apa yang paling menarik dari sebuah iklan cetak? Ilustrasi adalah salah satunya. Ilustrasi iklan merupakan stimuli yang berupa ilustrasi tangan/digital, gambar, foto, atau tipografi. Selain menarik perhatian khalayak, ilustrasi memegang peran penting, yaitu: membentuk persepsi khalayak terhadap merek. Ilustrasi iklan yang bagus dan direncanakan dengan matang tentunya akan meningkatkan citra positif merek.

Bagaimana menciptakan ilustrasi iklan yang mampu menarik perhatian? Menciptakan atau merekayasa sesuatu adalah hal yang umum pada ilustrasi iklan. Rekayasa pada ilustrasi iklan merupakan upaya mendramatisasi manfaat-manfaat fungsional atau emosional produk. Dan, seringkali dramatisasi menghasilkan visualisasi yang tidak terduga dan aksentuasi asosiatif yang cenderung fiksional menurut imajinasi dan kreativitas tim. Visualisasi yang tidak mampu dicapai atau diciptakan oleh manusia dalam dunia nyata.

Dramatisasi dapat diartikan sebagai upaya membuat sesuatu menjadi lebih mengesankan. Cenderung melebih-lebihkan sesuatu sehingga apa yang digambarkan terlihat lebih bagus, hebat, indah, dahsyat, mengagumkan dari kenyataan aslinya. Akibatnya, dramatisasi membuka kemungkinan penafsiran tanda-tanda yang lebih luas dan menimbulkan multiinterpretasi.

Menurut Otto Kleppner, terdapat beberapa metode dramatisasi. Di antaranya yaitu: ilustrasi untuk mendramatisasi judul (dramatization of a headline), dramatisasi situasi tunggal (dramatization of a single situation), dramatisasi bukti atau fakta (dramatization of evidence), dramatisasi rangkaian cerita (continuity strip dramatization of sequence), dan dramatisasi detail produk (dramatization of detail).

Biro Iklan: Publicis Romania
Lantas bagaimana kita menafsirkan dramatisasi iklan? Penafsiran terhadap iklan akan sangat beragam dan ditentukan oleh kerangka berpikir (frame of reference) khalayak yang dipengaruhi oleh perbedaan pola pikir, geografis, gaya hidup, demografis, dan latar belakang sosial budaya.

Misalnya iklan Beretta di atas. Pada iklan tersebut, Beretta menekankan manfaat fungsional, yaitu sistem pemanas yang sangat bermanfaat pada waktu musim dingin. Bagi negara dengan 2 (dua) musim – musim panas dan musim hujan – seperti Indonesia, ilustrasi iklan tersebut mungkin susah dipahami.

Biro Iklan: MatosGrey, São Paulo, Brazil
Sekarang kita simak iklan berikut. Dramatisasi dilakukan dengan menampilkan visual berupa rambut panjang yang seolah berputar-putar seperti angin tornado. Tagline “Hair power” menegaskan manfaat fungsional produk, Pantene mampu membuat rambut lebih kuat.

Perhatikan juga ada seorang lelaki yang tersedot putaran rambut. Melihat iklan Pantene di atas, kita dapat mengetahui bahwa khalayaknya adalah wanita. Maknanya, rambut panjang wanita yang kuat mampu menarik perhatian para lelaki.

Biro Iklan: n/a

Selanjutnya, iklan Energizer menampilkan tangan bercahaya yang keluar dari sebuah senter dan memegang kunci yang jatuh di kegelapan malam. Dramatisasi ilustrasi iklan menonjolkan keunggulan produk senter yang terang dan mampu menerangi kegelapan.

Dramatisasi berkaitan dengan ide-ide tentang kebaruan (novelty). Ketika khalayak sudah jenuh dengan ilustrasi iklan yang cenderung mirip, dramatisasi menjadi sebuah pilihan. Apalagi dunia periklanan selalu menuntut kreativitas dan pengaktualisasian ide-ide segar. Namun satu hal harus diingat, iklan bagaimanapun tidak boleh berbohong. (bitebrands)




Related Posts

Dramatisasi Iklan Cetak: Strategi Menonjolkan Keunggulan Merek
4/ 5
Oleh