Selasa, 07 Mei 2013

Batik Air: Ketika Identitas Budaya Mengudara

Langit Indonesia menjadi saksi lahirnya maskapai penerbangan baru, ketika sebuah burung besi mengudara di angkasa untuk pertama kalinya. Jakarta-Manado adalah rute yang ditempuh kala itu.




Batik Air adalah milik Grup Lion Air, maskapai penerbangan swasta terbesar di Indonesia, yang diluncurkan perdana secara komersial pada awal Mei 2013. Pesawat bertipe Boeing 737 900 ER tersebut mampu menampung hingga 180 penumpang. Dengan ciri khasnya berupa motif batik pada badan pesawat, Batik Air seakan ingin mempromosikan identitas budaya asli Indonesia.

Manado menjadi pilihan karena kota itu akan menjadi penghubung bagi kota lain seperti Balikpapan, Denpasar, dan negara Asia Tenggara serta mempermudah akes ke wilayah Indonesia Timur.

Selain Manado, Batik Air direncanakan juga melayani rute Balikpapan, Ambon, dan Pekanbaru dari dan menuju Jakarta. Berbeda dengan Wings Air dan Lion Air, Batik Air berkelas premium dengan layanan full service. Artinya, penumpang akan mendapatkan layanan makanan dan minuman selama dalam perjalanan. Tidak hanya itu, Batik Air juga menawarkan fasilitias hiburan seperti tayangan video dan televisi di setiap kursi serta koneksi Wi-Fi.



Biro Iklan: n/a




Related Posts

Batik Air: Ketika Identitas Budaya Mengudara
4/ 5
Oleh