Rabu, 08 Mei 2013

Cara Desain Layout dengan Elemen Grid

Cara Desain Layout dengan Elemen Grid - Membuat karya desain grafis tidak hanya memerlukan penguasan teknologi seperti komputer grafis. Hal lain yang perlu dimiliki oleh desainer grafis yaitu pengetahuan dan kemampuan dalam mengolah sebuah layout. Layout adalah tampilan pada suatu halaman yang terdiri dari beberapa unsur seperti: judaul, body text, ilustrasi/gambar, dan lainnya.

Untuk bisa mengolah sebuah layout dengan baik, desainer grafis perlu menguasai teknik penyusunan dengan grid. Grid adalah semacam garis maya sebagai alat bantu yang memudah desainer grafis dalam menyusun layout.

Grid tak dapat dipisahkan dari layout. Bahkan, boleh dibilang layout itu dibentuk dari grid sebagai alat penyusun elemen layout. Grid membantu desainer grafis dapat memecahkan persoalan keruangan, menciptakan keteraturan, membuat struktur informasi yang mudah dipahami, mengelompokkannya berdasar tingkat kepentingan. Elemen-elemen grid apa sajakah yang merupakan pondasi sebuah layout? Mari kita simak sama-sama.

Baca juga: 30+ Desain Sampul Buku Yang Inspiratif

Elemen-Elemen Grid




Column


Kalau kita perhatikan teks yang panjang pada majalah atau surat kabar, biasanya teks dibagi dalam beberapa bagian yang terlihat tegak, itulah yang disebut dengan column (kolom). Ciri utama dari kolom yaitu bersifat vertikal dengan lebar yang sama atau bervariasi. Jumlah kolom juga sangat bervariasi mulai dari satu kolom, namun pada umumnya tidak terlalu banyak disesuaikan dengan ukuran media dan banyaknya materi yang dimuat. Umumnya, orang relatif mudah mengenali kolom.

Desain: n/a | Sumber: Cosmopolitan September 200

Modules


Modules adalah unit ruang individual yang dipisahkan oleh interval. Jika beberapa modules digabung, maka akan terbentuk kolom, baris atau spatial zones dengan berbagai variasi ukuran. Modules ini biasanya tidak terlihat secara langsung.

Spatial Zones


Gabungan modules yang membentuk ruang tertentu disebut spatial zones. Tiap ruang dapat dimanfaatkan untuk memuat informasi seperti teks, gambar atau elemen grafis lainnya.

Desain: Emily Miethner

Margins


Margins adalah ruang negatif yang mengelilingi isi/konten dan memisahkannya dari batas tepi format. Lebar margins sangat perlu dipertimbangkan, mengingat margins akan mempengaruhi komposisi layout secara keseluruhan. Biasanya margins sering digunakan untuk memberi informasi tambahan seperti header/footer, nomor halaman, dan markers.

Desain: Leeay Aikawa

Flowlines


Flowlines tak terlihat secara langsung oleh mata. Namun kehadirannya dapat diketahui dari perataan kolom, modules atau spatial zones. Flowlines dapat digunakan sebagai tempat berhenti (stopping) maupun titik awal menuju informasi berikutnya.

Markers


Markers berfungsi sebagai navigasi bagi pembaca. Biasanya, markers dapat muncul berulang-ulang dari satu halaman ke halaman selanjutnya tergantung pada topik yang dibahas. Contoh markers yaitu icon, headers/footers, nomor halaman. (bitebrands)

Related Posts

Cara Desain Layout dengan Elemen Grid
4/ 5
Oleh