Sabtu, 22 November 2014

Tujuan dan Fungsi Iklan

Tujuan dan Fungsi Iklan - Pepatah lama mengatakan, tak kenal maka tak sayang. Namun, dalam dunia pemasaran, dikenal saja tak cukup. Selain produk atau merek dikenal, ia juga harus laris atau laku di pasaran alias mampu menghasilkan keuntungan finansial bagi sang produsen. Demikian juga dengan iklan. Selain iklan mampu memperkenalkan produk kepada khalayak luas, ia juga harus mempunyai daya persuasi yang membujuk mereka agar membeli produk yang diiklankan.

Periklanan, oleh orang Inggris dan Amerika disebut dengan advertising, meningkat pesat berkat adanya stasiun televisi swasta yang banyak bermunculan. Bentuknya pun semakin bervariasi apalagi dengan hadirnya teknologi internet yang meningkatkan keterbukaan informasi di segala bidang. Pihak pemasar pun harus jeli melihat setiap peluang yang ada agar iklan yang diluncurkan bisa optimal.

Baca juga: Pengertian, Definisi, Arti Periklanan

Sebagai salah satu bentuk komunikasi pemasaran, periklanan bertujuan memberikan informasi tentang suatu produk atau jasa yang sifatnya persuasif. Artinya, iklan mengandung pesan-pesan yang membujuk audiens untuk membeli produk yang ditawarkan. Dengan kata lain, iklan merupakan alat pendorong penjualan yang disebarkan kepada khalayak luas melalui berbagai media terpilih.

Iklan yang baik dan efektif yaitu tak hanya dapat menarik perhatian, tapi juga harus dapat membangkitkan ketertarikan, keinginan, dan mengarahkan audiens pada pembelian. Untuk bisa memenuhi kriteria iklan yang baik dan efektif tersebut, pihak pemasar perlu pula memperhatikan dan menerapkan strategi positioning, segmentasi pasar serta penentuan sasaran audiens.

Dalam dunia industri, iklan mempunyai beberapa fungsi yang sangat berpengaruh dalam mengembangkan jalannnya roda perusahaan. Tak hanya fungsi yang sifatnya ekonomis, iklan pun dapat berfungsi sebagai media pendidikan. Menurut Rendra Widyatama, fungsi-fungsi iklan yaitu: 1) Sebagai media komunikasi; 2) Sebagai media pendidikan; 3) Sebagai media yang berfungsi ekonomi; 4) Sebagai media sosial; 5) Sebagai media penghibur.

Fungsi Komunikasi

 

Sebagai media komunikasi, iklan memiliki fungsi penting dalam dunia pemasaran, yaitu menyampaikan pesan merek yang disampaikan oleh produsen atau pengiklan kepada masyarakat luas. Fungsi komunikasi iklan ini ada beberapa macam, yaitu: fungsi informasi, fungsi pengingat, fungsi persuasi, fungsi mempercepat keputusan, fungsi meneguhkan keputusan, dan membangun citra merek atau perusahaan.

Melalui iklan, masyarakat mendapatkan banyak informasi pendukung yang berkaitan dengan produk. Beberapa informasi itu misalnya atribut dan manfaat produk, harga, kemasan, prestasi dan reputasi produk atau perusahaan, dan lainnya. Informasi-informasi tersebut tentunya sangat bermanfaat bagi khalayak sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan pembelian.

Iklan yang baik dan efektif harus mampu mendorong khalayak untuk membeli dan mencoba produk yang ditawarkan. Untuk itu, iklan yang sukses perlu memiliki daya persuasi yang kuat dan memiliki kekuatan untuk mempengaruhi perilaku pembelian seseorang. Dengan kata lain, iklan bisa membujuk, merayu, menggoda orang agar segera membeli produk dan kemudian mempengaruhi aspek emosional konsumen.

Baca juga: Profil Model Iklan: Citra Kirana



Selain itu, iklan juga dapat berfungsi sebagai pengingat yang dapat menciptakan dan meningkatkan kesadaran merek dalam benak konsumen. Dengan iklan pula, citra merek yang kuat dapat dibangun dan dipelihara. Misalnya, citra sebagai merek yang berkualitas dan berkelas. Perhatikan iklan Garuda Indonesia di atas. Iklan itu mengomunikasikan beberapa keuntungan dan manfaat yang bisa diperoleh dengan menggunakan fasilitas penerbangan yang ditawarkan oleh Garuda Indonesia. Selain itu, iklan itu juga dapat berfungsi sebagai pengingat dan mempertahankan citra merek sebagai maskapai penerbangan terdepan di Indonesia.

Fungsi Pendidikan

 

Iklan tak hanya berfungsi sebagai media komunikasi yang mampu menyampaikan informasi semata. Lebih dari itu, iklan juga dapat dimanfaatkan untuk menanamkan nilai-nilai tertentu yang pada akhirnya akan mempengaruhi pola pikir, sikap, dan perilaku khalayak. Nilai-nilai yang terkandung dalam iklan sudah selayaknya mempunyai nilai edukasi yang dapat mencerdaskan konsumen.



Jika kita berbicara tentang pendidikan, maka yang terlintas dalam pikiran kita adalah sesuatu hal yang positif. Nah, yang perlu menjadi perhatian sang pengiklan yaitu bagaimana menyertakan pesan-pesan positif dalam iklan-iklan yang ditayangkan. Sebagai contoh, pada iklan obat-obatan terdapat peringatan tentang perlunya membaca aturan pakai sebelum memakai obat.

Contoh lain yaitu pada iklan Pepsodent di atas. Iklan tersebut mempunyai pesan edukatif yaitu tentang pentingnya menyikat gigi sebelum tidur agar kesehatan gigi selalu terjaga.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Majalah Cetak

Fungsi Ekonomi

 

Sesuai dengan tujuannya, iklan yang efektif dapat mengarahkan konsumen untuk membeli dan mencoba produk sehingga kebutuhan dapat terpenuhi. Bagi pengiklan, produk yang laris di pasaran tentu saja menghadirkan pundi-pundi uang ke kas perusahaan. Omset dan target penjualan dapat tercapai dengan dukungan iklan yang terencana dengan matang. Sementara bagi pengelola media, adanya iklan tentunya membuka lebar kesempatan bisnis yang menguntungkan.

Iklan tak hanya menguntungkan secara ekonomis bagi produsen dan pengelola media. Konsumen yang menggunakan produk pada dasarnya juga diuntungkan berkat adanya iklan. Mereka dapat memperoleh informasi yang bermanfaat tentang produk sehingga mempunyai pengetahuan yang cukup sebelum membeli produk. Aneka macam produk yang diiklankan dengan merek yang berbeda menjadi pilihan tersendiri bagi konsumen. Dengan demikian, konsumen memiliki berbagai alternatif pilihan produk yang sesuai dengan selera dan keinginan.



Sekarang mari kita simak iklan TRESsemme di atas. Iklan tersebut menampilkan beberapa dua manfaat yang bisa diperoleh dengan menggunakan satu botol shampo TRESsemme, yaitu kandungan zinc essence dan vitamin E. Dengan memakai shampo TRESsemme maka tak ada rambut rontok dan tak ada ketombe.

Fungsi Sosial

 

Iklan yang disebarluaskan melalui media merupakan alat komunikasi yang mempunyai fungsi sosial. Komunikasi itu sendiri merupakan aktivitas sosial yang melibatkan pengirim pesan yaitu pengiklan dengan konsumen sebagai penerima pesan. Iklan tak hanya bersifat ekonomis semata, namun juga dapat menyampaikan pesan-pesan social seperti yang biasa kita lihat pada iklan layanan masyarakat.

Biro Iklan: Ogily Beijing, China
Melalui iklan layanan masyarakat, pengiklan dapat mengangkat tema-tema tertentu yang dapat menggugah kesadaran masyarakat untuk mengubah perilaku ke arah yang lebih baik. Tema-tema social yang diangkat umumnya topik yang perlu mendapat perhatian khusus dari khalayak, misalnya tentang pentingnya mencintai produk dalam negeri.

Fungsi Penghibur

 

Ciri-ciri iklan yang baik salah satunya yaitu mampu menarik perhatian sehingga khalayak termotivasi untuk memperhatikan pesan iklan. Beberapa cara dapat dilakukan untuk menarik perhatian, misalnya dengan merancang iklan yang tak hanya persuasif tapi juga menghibur. Iklan yang menghibur dapat membuat orang senang dan tertarik untuk membeli produk. Untuk menghibur khalayak, pengiklan dapat menyertakan unsur musik atau jingle yang enak didengar, drama yang menyedot emosi penonton ataupun komedi yang lucu.



Contoh iklan yang menghibur adalah iklan Maybelline di atas yang menampilkan serial drama anak remaja. Iklan Maybelline tersebut berjudul “Cerita Cantik Putih Abu-Abu” episode “Camilla The School Diva” yang menampilkan Velove Vexia sebagai brand ambassador dan beberapa artis pendukung. Dengan iklan berseri yang menghibur bagi remaja putri seperti di atas, khalayak bisa menyimak jalan cerita drama tanpa merasa jika sedang menyaksikan iklan. Di sisi lain, merek dapat menjalin kedekatan secara emosional kepada konsumen sehingga citra merek pun terangkat. (bitebrands)

Related Posts

Tujuan dan Fungsi Iklan
4/ 5
Oleh