Rabu, 30 September 2015

Teknik-Teknik Jilid Buku dan Dokumen

Teknik-Teknik Jilid Buku dan Dokumen - Teknik penjilidan buku atau dokumen mempunyai sejarah yang sangat panjang. Di era awal, buku konvensional terdiri dari lembaran papirus, sejenis tumbuhan yang merupakan bahan pembuat kertas, yang digulung dan memanjang. Selanjutnya, proses penjilidan buku mengalami perubahan dari yang dulunya gulungan papirus yang memanjang menjadi lembaran terpisah yang terbuat dari kulit hewan sebagai sampulnya. Sampul tersebut diikuti dengan lembaran daun yang telah dikeringkan sebagai isinya lalu dilipat kemudian disusun menjadi beberapa bagian berdasar ukuran tertentu. Susunan tersebut lalu dijahit hingga terbentuklah sebuah buku.

Awal abad ke-19 merupakan era transformasi teknik penjilidan buku. Saat itu permintaan dan kebutuhan akan buku semakin meningkat dan penerbit mulai mengontrol segala hal mulai dari pengeditan, pencetakan hingga penjilidan. Perkembangan selanjutnya, para penerbit buku melihat sampul/cover buku sebagai media yang bisa mencerminkan isi buku dan menarik perhatian orang.






Baca juga: 30+ Desain Sampul Buku yang Inspiratif

Bagaimana Cara Menjilid Buku?


Bagi anak-anak kuliah atau sekolah terutama mereka yang sedang mengerjakan skripsi, karya ilimiah  atau tugas akhir, jilid buku pasti menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan. Nah, ada baiknya sobat menyimak cara menjilid buku yang mungkin pernah dilihat di tempat fotokopi.

Teknik-teknik penjilidan buku atau dokumen dapat dilakukan dengan beberapa cara namun teknik tersebut tidak bersifat mutlak. Artinya, kita bisa mengombinasikan antara teknik penjilidan yang satu dengan yang lain. Misalnya, untuk buku yang tebal lebih dari seratus halaman bisa menggunakan teknik jilid benang dengan jilid lem panas atau jilid hardcover agar buku tidak cepat rusak.

Hal-hal yang dapat mempengaruhi proses penjilidan buku yaitu ketebalan buku dan budget atau anggaran. Teknik penjilidan buku juga bisa berfungsi untuk meningkatkan image buku itu sendiri. Contohnya, ketika kita melihat buku yang dijilid dengan hardcover, buku itu akan berkesan lebih mewah dan eksklusif.


Jilid Kawat (Saddle Stitching)


Gambar: yeoworkshop.com

Bagi orang awam, teknik jilid yang paling gampang dilakukan ini sering disebut juga dengan jilid staples. Namun, istilah jilid staples tidak biasa digunakan di dalam dunia percetakan. Istilah yang sering dipakai dalam dunia percetakan adalah jilid kawat. Teknik jilid ini biasa digunakan untuk menjilid buku atau dokumen dengan ketebalan yang tipis antara 4-80 halaman.

Dokumen yang dicetak dengan menggunakan teknik jilid kawat pada bagian tengah harus mempunyai kelipatan empat, jika tidak maka akan ada halaman yang kosong.Kenapa harus kelipatan 4? Karena kertas pada buku itu dilipat menjadi dua bagian lalu dijilid kawat di bagian tengahnya.

Loop Stitching


Gambar: calverts.coop

Teknik jilid ini pada prinsipnya hampir sama dengan saddle stitching. Bedanya, yaitu pada bagian luar buku, kawatnya melengkung membentuk suatu lubang. Fungsi kawat melengkung yang berlubang itu agar buku bisa dimasukkan dalam binder yang besar. Biasanya, jenis jilid ini dipakai di sebuah perusahaan yang mempunyai katalog banyak dan dikoleksi dalam satu binder.

Side Stitching/Sewn


Gambar: ezscrap.net

Teknik jilid ini dapat menggunakan bahan kawat atau benang. Berbeda dengan saddle stitching, proses jilid dilakukan dengan menjahit atau men-staples dari bagian sisi depan hingga tembus ke bagian belakang buku. Teknik ini dapat digunakan untuk menjilid dokumen yang lebih tebal.

Jilid Benang (Sewn Binding)


Gambar: formateditions.co.uk

Teknik penjilidan dengan menggunakan benang sering digunakan untuk keperluan cetak buku dengan hard cover. Jumlah halaman yang dijahit dengan menggunakan benang tergantung pada ketebalan kertas (gramatur). Semakin besar gramatur, maka semakin sedikit jumlah halaman yang dijahit. Seperti halnya saddle stitching, teknik sewn binding ini mempunyai jumlah halaman kelipatan empat karena buku terdiri dari kertas yang dilipat dan dijahit di bagian tengahnya.

Jilid Lem Panas (Perfect Binding)


Gambar: druckerei-ruess.de

Teknik jilid lem panas, sering digunakan untuk menjilid buku yang tebal. Kelebihan teknik jilid lem panas yaitu lebih kuat dibanding teknik jilid yang lain. Jilid lem panas, dapat dikombinasikan dengan teknik jilid lain, yaitu jilid benang atau jilid kawat.

Baca juga: Elemen-Elemen Desain Grafis

Tape Binding


Gambar: uclan.ac.uk

Teknik jilid ini menggunakan tape atau lakban hitam yang ditempel pada bagian tepi buku. Harga jilid ini cukup murah dan sering digunakan oleh anak-anak kuliah atau orang yang ingin menghemat biaya. Kelemahan dari teknik tape binding yaitu tidak awet alias mudah lepas jika lakbannya kurang lengket.






Baca juga: Cara Desain Layout dengan Elemen Grid

Screw Binding


Gambar: londonbookbinding.co.uk

Teknik jilid screw binding dilakukan dengan cara melubangi kertas dari depan hingga belakang kemudian memasukkan sekrup ke dalamnya lalu dikunci. Teknik ini sering digunakan untuk buku panduan warna.

Hardcover/Case Binding


Gambar: v2media.ae

Jilid hardcover dilakukan dengan cara menyusun buku yang telah dijahit sebelumnya lalu dilem pada bagian ujung kertas dan ditempelkan lagi pada punggung sampul hardcover. Teknik jilid hardcover merupakan standar yang sering dipakai pada penyusunan skripsi, karya ilmiah atau tugas akhir. Penggunaan hardcover pada buku juga bisa meningkatkan image buku tersebut.

Plastic Grip


Gambar: southwestbindings.com

Plastik penjepit merupakan bahan utama dari teknik penjilidan ini. Cara penjilidan ini cukup sederhana dan mudah yaitu dengan menyusun dokumen lalu dijepit di antara plastik hingga mencakup keseluruhan dokumen. Teknik ini dapat dikombinasikan dengan teknik side stitching atau men-staples bagian tepi dokumen sebelum dijepit agar lebih kuat.

Jilid Spiral (Comb Binding)


Gambar: dbs.umd.edu

Jilid spiral dengan bahan plastik biasa digunakan untuk penjilidan dokumen yang tidak terlalu tebal (di bawah 100 halaman). Biasanya, pada bagian sampul depan dan belakang ditambahi dengan lapisan plastik mika atau kertas berwarna agar terlihat lebih manis.

Jilid Spiral (Coil Binding)


Gambar: allionprinting.com

Berbeda dengan teknik jilid spiral sebelumnya, kali ini bahan yang digunakan terbuat dari coil. Jika menggunakan teknik jilid spiral, perhatikan jarak antara isi dengan tepi yang akan dijilid, agar teks atau gambar tidak terambil lubang spiral. Jenis dokumen yang cocok dengan teknik jilid spiral, misalnya lampiran untuk presentasi, kalender, katalog, dan lainnya.

Jilid Spiral (Wire O/Twin Loop Wire Binding)


Gambar: notbooknotbuk.com

Ciri khas dari teknik wire o bound yaitu bentuk kawatnya yang saling berpasangan. Dengan teknik ini, kertas atau isi buku memungkinkan untuk dibuka secara penuh.

Beragam teknik jilid bisa dimanfaatkan untuk membuat dokumen-dokumen atau berkas-berkas menjadi lebih rapi. Untuk mempermudah proses penjilidan dokumen, kamu bisa memanfaatkan jasa penjilidan yang banyak ditawarkan di tempat-tempat fotokopi terdekat.(bitebrands)






Artikel Menarik:

Related Posts

Teknik-Teknik Jilid Buku dan Dokumen
4/ 5
Oleh

8 komentar

27 Februari 2016 15.28 delete

Tambahan, dalam menjilid buku diperlukan lem yang kuat, Jika agan memerlukan jenis lem yang standar penerbitan buku bisa hubungi kami

Reply
avatar
27 Mei 2016 06.30 delete

Jenis lem apa dan harganya berapa untuk jilid buku

Reply
avatar
7 Juni 2016 16.37 delete

Untuk sobats yang mau membuat hardcover tanpa ribet dengan jaminan harga paling murah, hubungi kami segera ya.

Reply
avatar
17 Agustus 2016 05.31 delete

thanks gan ilmunya membantu,
kunjungi juga TUTORIAL CARA CARA MENJILID MANUAL DI www.carajilid.com

Reply
avatar
4 November 2016 22.06 delete

maaf, itu bisa ditanyakan d toko kertas/t4 fotokopi terdekat

Reply
avatar