Selasa, 22 Maret 2016

Nsideone, Berkarya dari Tembok Jalanan Hingga Ruang Pameran

Nsideone, Berkarya dari Tembok Jalanan Hingga Ruang Pameran - Sesaknya lingkungan perkotaan dan sempitnya lahan publik membuat orang-orang yang tinggal di dalamnya memiliki sedikit atau bahkan kehilangan ruang untuk berekspresi. Akibatnya, persoalan kota menjadi semakin kompleks dan perebutan lahan publik seakan tak terhindarkan.

Graffiti berupa tulisan dengan ukuran yang besar dan warna-warna yang mencolok yang dituangkan di tembok-tembok atau permukaan lain seolah menjadi jawaban atas kegelisahan masyarakat perkotaan. Para pelaku seni jalanan atau yang dikenal dengan istilah graffiti writer/street artist pun bermunculan. Mereka membuat graffiti atau mural (lukis dinding) yang dilakukan secara kelompok atau individu dengan berbagai macam tujuan.

Kota Yogyakarta, adalah satu kota di Indonesia yang sangat kental dengan sub kultur seni jalanan. Di sudut-sudut kota Yogyakarta sobat dapat dengan mudah melihat graffiti atau mural yang dibuat oleh para seniman jalanan. Dan, salah satu seniman jalanan yang aktif membuat graffiti yang berasal dari kota Yogyakarta adalah Nsideone. Kali ini, BiteBrands mewawancarai Nsideone untuk mengetahui lebih dalam sepak terjangnya di dunia graffiti.

Karya: Nsideone

Interview dengan Seniman Graffiti Yogyakarta, Nsideone


Kenapa kamu memilih graffiti sebagai media untuk berkarya?
Graffiti bagi saya adalah media yang paling dekat dengan masyarakat melalui dinding-dinding di jalan dan berbagai media lain yang ada di jalan akan terasa lebih cepat menyentuh atau terhubung dengan mereka dengan karya yang dibuat masyakat akan melihat langsung bentuk nyata yang bisa dinikmati secara gratis atau real melalui ruang publik. Namun bisa juga dengan publikasi melalui media sosial.

Graffiti juga merupakan salah satu media bertemu antar pelaku untuk menjalin koneksi dan pembentukan attitude melalui media tersebut.

Nickname kamu Nsideone, apa ada arti khusus?
Berawal dari kata “INSIDE” mempunyai arti dalam bahasa indonesia “di dalam” salah satu bentuk gambaran yang ingin saya tuangkan di jalanan, bahwa kata atau makna tersebut mengandung banyak arti bagi saya mulai dari proses penciptaan karya dan berbagai macam hal yang mempengaruhi proses tersebut berasal ‘dari dalam” entah dalam pikiran, hati atau berbagai banyak lain yang berasal dari diri saya, saya tuangkan melalui karya saya.

Kata “I” dan “one” saya hilangkan atau tambahkan sebagai simbolisasi bahwa “I” sudah diwakilkan oleh saya yang pada saat berkarya, “one” wujud dari satu atau bentuk simbol karya yang saya buat adalah originalitas saya yang tiap karya tidak mempunyai duplikat namun hanya ada satu.
Secara singkat “I”saya,”Nside”karya,”one” original.

Bagaimana kamu melihat kultur seni jalanan di Yogyakarta pada  khususnya dan Indonesia pada umumnya?
Wilayah Yogyakarta adalah salah satu kota dengan perkembangan paling pesat mulai dari para pelaku seni dan karya yang ada di setiap sudutnya namun secara perlahan kota-kota lain mulai berkembang pula. Indonesia kini menjadi salah satu negara di Asia yang mulai dilirik para pelaku mancanegara untuk berwisata seni maupun merasakan sensasi berkarya di Indonesia karena seni yang begitu berkembang pesat.

Menjadi seniman graffiti itu apakah bisa dijadikan sebagai profesi?
Saya dan kawan-kawan pelaku graffiti menjadikan graffiti sebagai media dalam berkarya dan hobi untuk kemajuan kultur seni di Yogyakarta, namun jika ada pemasukan atau pendapat lebih dari graffiti kami wajib mensyukurinya.

Karena pekerjaan paling membahagiakan menurut saya adalah “hobi yang dibayar” namun bagi saya, saya tetap harus mempunyai pekerjaan profesional lain untuk menghidupi hobi dan kebutuhan lain.

Karya: Nsideone

Dalam proses berkarya, bagaimana cara seorang seniman graffiti agar bisa diapresiasi?
Just do it and be your self.  Lakukan apa yang mau dilakukan karena setiap karya pasti akan ada penikmatnya, namun harus dimulai dari menghargai diri sendiri.

Ada pendapat bahwa graffiti dianggap merusak pemandangan kota, menurut kamu?
Itu hanya masalah selera dan pendapat. Namun memang ada karya yang bertujuan untuk merusak namun ada juga yang berniat untuk memperindah.

Sebutkan pengalaman paling mengesankan selama berkarya?
Setiap berkarya adalah hal-hal mengesankan bagi saya, selalu ada hal bisa dipelajari untuk keesok hari. Dan itu hal-hal yang tidak bisa kita dapatkan dalam pendidikan formal.

Siapa atau apa yang menjadi inspirasi kamu dalam berkarya?
Para pelaku seni jalanan. Mulai dari pendahulu saya maupun teman-teman yang baru atau ingin memulai berkarya di jalan.

Karya: Nsideone

Membuat karya graffiti itu kan butuh biaya lumayan banyak, bagaimana cara mengatasinya?
Tentu kita harus pintar-pintar memutar otak, mulai dari menyisihkan uang saku, berjualan, bekerja dan berbagai cara lain untuk mengatasinya, semua pasti akan dilakukan oleh setiap orang yang mencintai sesuatu hal yang diinginkanya.

Pameran/ekshibisi apa saja yang pernah kamu ikuti?
Jika disebutkan satu-satu akan cukup banyak tentunya, saya akan berbagi sedikit yang menurut saya cukup menarik:

  • Artwork-Biennale Jogja X "Seni Agawe Santosa" at Taman Budaya Yogyakarta,Yogyakarta
  • Artwork-High Light exhibition at Jogja Gallery, Yogyakarta
  • Artwork-42% AEROSOUL Graffiti exhibition at kedai belakang gallery, Yogyakarta
  • Artwork-"Jakarta Going Vertikal" at PULLMAN Hotel, Jakarta
  • Artwork- "Street Dealin #3" at Carburator Springs, Jakarta
  • Artwork- Biennale Jogja XI "shadow line" TBY, Yogyakarta
  • Artwork-"ILLEGALLERY #1,#2,#3" at around Yogyakarta, Yogyakarta
  • Artwork- "GRAFFITEACH" mural project at Jembatan Grogol, Jakarta
  • Artwork & Workshop "November art" at UNM, Malang
  • Artwork- "Canstop" exhibiton at Gardu House, Jakarta
  • Artwork & Gueststar- FKY "Cut & Re-mix" Paperu exhibition at Jogja Gallery, Yogyakarta
  • Artwork "Nandur Srawung" Rupa-Rupa Seni Rupa at TBY, Yogyakarta
  • Artwork "Mave Magz 6th" at Lippo mall Kuta, Bali
  • Artwork "Build Bike Off" at Deus ex Machina Temple, Bali

Ada saran untuk pembaca agar bisa sukses dalam berkarya?
Setiap langkah yang jauh selalu dimulai dari satu langkah awal yang berat. Jadi lakukan saja!

Demikianlah wawancara kami dengan Nsideone, seniman graffiti yang telah menciptakan karya-karya seni graffiti yang hadir di tembok-tembok jalanan hingga ruang-ruang pameran. Untuk menghasilkan karya-karya seni terbaik dibutuhkan totalitas dan dedikasi yang tinggi agar bisa mendapatkan apresiasi. (bitebrands)

Kontak Nsideone:

Blog: nsideone.com
Instagram: @nsideone

Related Posts

Nsideone, Berkarya dari Tembok Jalanan Hingga Ruang Pameran
4/ 5
Oleh