Selasa, 15 Maret 2016

Perkembangan Merek Distro dan Clothing Lokal Indonesia

Perkembangan Merek Distro dan Clothing Lokal Indonesia - Distribution outlet/store atau yang lebih populer dengan istilah distro telah dikenal di Indonesia sejak pertengahan tahun '90-an. Bagaimana sejarah dan perkembangan distro pakaian dan clothing company di Indonesia? Kota Bandung disebut-sebut merupakan tempat awal mula berkembangnya distro yang kelak menjadi ciri khas atau ikon fashion anak muda masa kini. Dalam perkembangan selanjutnya, distro menyebar ke berbagai pelosok kota di Indonesia.

Apa saja yang dijual dan bisa dibeli di pusat-pusat distro terlengkap? Berbagai macam model pakaian modis untuk pria maupun wanita terbaru tersedia di distro-distro terpercaya. Misalnya, kaos oblong (t-shirt) dengan berbagai macam model, desain, dan ukuran, kaos polo bagus, sweater, hoodie, jumper, aneka jenis topi gaul, tas ransel branded, jaket keren, celana jeans berkualitas, ikat pinggang, merchandise musik, peralatan skateboard, celana jogger, flannel hingga sepatu sneakers merk terkenal.

Berbelanja pakaian atau produk fashion brand lokal di distro terbaik no.1 menjadi favorit dan kegemaran bagi sebagian kalangan anak muda maupun dewasa zaman sekarang. Produk-produk pakaian fashion update yang dipajang di distro lokal bersifat eksklusif dan jarang atau tidak ditemui di toko-toko fashion yang ada di mall-mall, factory outlet atau toko-toko fashion pada umumnya.

Ciri khas dari clothing brand lokal, yaitu jumlah atau kuantitas pakaian yang diproduksi secara terbatas. Artinya, desain yang telah terpakai dan terjual biasanya tidak diproduksi lagi. Hal itu untuk menjaga eksklusivitas produk agar tetap digemari oleh pembeli. Produk-produk clothing merek lokal baik streetwear atau artwear dengan desain-desain yang kreatif dan unik serta bersifat stylish dan casual membuatnya nyaman serta sesuai dipakai dalam situasi santai. Itulah kenapa clothing merk lokal erat kaitannya dengan street fashion.





Baca juga: 9 Event Fashion Terbesar di Indonesia yang Paling Ditunggu

Bisnis Distro dan Clothing Merek Lokal di Indonesia Terkini


Bisnis fashion yang menjual berbagai jenis pakaian model terkini merupakan peluang dan investasi menjanjikan yang banyak dilirik oleh para pengusaha. Tak terkecuali anak-anak muda yang mempunyai idealisme tinggi dalam berkarya. Keterbatasan dana dan pemasaran tak menyurutkan semangat anak-anak muda itu untuk berbisnis fashion dengan membuka toko-toko yang kemudian dikenal dengan distro.

Apa itu distro? Distro merupakan toko atau outlet fashion yang menerima titipan produk dari berbagai macam clothing merek lokal. Selain menerima titipan, distro-distro tersebut tak jarang ada yang memproduksi pakaian jadi dan memberi label pakaian sendiri. Sistem kerjasama yang dipakai biasanya adalah konsinyasi, yaitu pihak distro menerima sebagian keuntungan dari penjualan produk clothing lokal yang terjual. Besarnya pembagian keuntungan tergantung kesepakatan di antara kedua belah pihak.

via Instagram @electrohell2003

Selain toko distro, ada yang hanya memfokuskan diri pada produksi pakaian jadi yang umumnya berupa kaos oblong. Banyak dari mereka yang memproduksi pakaian jadi tersebut tidak mempunyai toko distro atau mesin sablon. Berbekal keahlian menggambar ilutrasi manual dan desain grafis, mereka mendesain kaos lalu mencari vendor-vendor terpercaya dan memproduksinya di tempat-tempat sablon kaos distro. Kemudian, pakaian jadi itu diberi label sendiri oleh pembuatnya dan jadilah clothing merek lokal.

Masing-masing clothing merek lokal mempunyai karakter atau ciri khas yang membedakan dengan merek lainnya. Meski, harus diakui bahwa tak jarang clothing merek lokal yang tiba-tiba muncul tanpa memiliki ciri khas tertentu dan kemudian tenggelam begitu saja. Memang, untuk memiliki suatu ciri khas atau karakter desain yang kuat, clothing merek lokal membutuhkan proses yang panjang dan eksperimen yang terus-menerus.





Baca juga: Voucher Diskon, Kupon Promo Produk Terbaru

Tak bisa disangkal, menjamurnya bisnis clothing merek lokal tumbuh dan berkembang dari komunitas tertentu. Misalnya, komunitas musik, komunitas skateboard, komunitas surfing, komunitas BMX, komunitas motor, komunitas olahraga, dan sejenisnya. Melalui komunitas-komunitas itu, clothing merek lokal mulai dikenal dan mendapatkan loyalitas dari penggemarnya. Tak salah jika, clothing label lokal menggaet musisi-musis terkenal papan atas untuk menjadi brand endorser. Sebut saja, Ariel (vokalis Noah) yang menjadi brand ambassador Greenlight, Pasha (vokalis Ungu) sebagai brand endorser BlackID, David (vokalis Naif) sebagai brand ambassador Cosmic, dan lainnya.

Tak sedikit orang-orang yang berada dalam lingkaran komunitas tersebut mendirikan label pakaian sendiri. Contohnya, clothing merk lokal, DreamBirds. Merek ini sudah sangat dikenal oleh pecinta merek lokal Indonesia. Sang pendiri label pakaian ini adalah Abinara dan Prisa, yang konon mempunyai band musik metal bernama Vendetta. Mereka menjual aneka macam merchandise Vendetta dan produk-produknya laris terjual.

via Instagram @racerkidscloth

Beberapa musisi terkenal juga mempunyai clothing brand sendiri. Misalnya, Tantri (vokalis Kotak) dengan brand-nya TSI, Eno (drummer Netral) dengan Racerdkids-nya, Jerinx (drummer Superman Is Dead/SID) dengan merek Rumble, Bobby (gitaris dan vokalis Superman Is Dead/SID) dengan merek Electrohell, dan lainnya.

Baca juga: Model-Model Kaos Keren Buat Pria dan Wanita

Bagaimana Cara Pemasaran Clothing Merek Lokal?


Mereka umumnya, menitipkan produknya di toko-toko distro atau menjualnya sendiri secara independen. Cara menjual clothing merek lokal secara independen yaitu diawali dengan menawarkan produk kepada teman-teman sendiri, membuat atau bergabung dengan komunitas tertentu, membuat dan menyebarkan media promosi seperti brosur/flyer, mempomosikan label pakaian secara online lewat website atau media sosial, mengikuti event-event clothing atau bazaar hingga mensponsori (endorse) event-event musik atau grup band.

Untuk menarik minat pembeli, clothing merek lokal perlu melakukan banyak inovasi melalui desain-desain pakaian dan produk yang cenderung bergaya do it yourself (DIY), unik dan fresh. Desain-desain kaos yang disukai dan sesuai dengan selera anak muda seperti penggunaan gambar atau desain ilustrasi yang kreatif atau desain komposisi huruf (tipografi) yang keren. Style desain yang digunakan bisa bersifat simple, minimalis, elegan atau dengan desain yang rumit.

Yang menarik, antara clothing dan distro merek lokal satu dengan yang lain saling beinteraksi dan mempunyai suatu komunitas tersendiri. Mereka, terutama clothing atau distro merek lokal yang memerlukan promosi, bergabung dan mengikuti event-event bazaar clothing terkini seperti JakCloth atau Kickfest yang diselenggarakan pada waktu-waktu tertentu. Lewat event-event bazaar clothing tersebut, konsumen bisa membeli produk-produk fashion terbaru dengan potongan harga, diskon spesial, kupon promo atau voucher produk dengan harga murah.

Pasar atau segmen anak muda memang sangat menggiurkan. Anak-anak muda membutuhkan ruang atau media untuk mengekspresikan dirinya. Dan, fashion yang berkaitan erat dengan lifestyle merupakan media yang sangat digemari oleh anak-anak muda. Lewat fashion, anak-anak muda bisa memperlihatkan gaya berbusana sesuai kepribadiannya agar bisa tampil beda, terlihat kekinian, fashionable dan trendy. (bitebrands)





Artikel Menarik:

Related Posts

Perkembangan Merek Distro dan Clothing Lokal Indonesia
4/ 5
Oleh

1 komentar:

29 Agustus 2016 15.21 delete

semoga produk lokal Indonesia maju terus

Reply
avatar