Kamis, 27 Oktober 2016

14 Street Art Festival di Dunia dengan Karya Seninya yang Fantastis

14 Street Art Festival di Dunia dengan Karya Seninya yang Fantastis - Menggambar adalah aktivitas yang jamak dilakukan oleh kebanyakan orang. Namun itu tidak lagi biasa jika menggambar dilakukan di dinding gedung-gedung bertingkat dengan ukuran yang besar. Itulah yang dipertunjukkan oleh para seniman urban yang melukis gedung-gedung tinggi lewat beragam ajang street art festival di beberapa negara di dunia.

Jika seni konvensional pada umumnya ditampilkan di ruang-ruang pameran yang tertutup seperti galeri, tidak demikian dengan seni jalanan. Seni jalanan atau street art merupakan bentuk seni visual yang dieksekusi di ruang terbuka. Bentuk-bentuk seni jalanan yang sering kita temukan di lokasi publik misalnya berupa graffiti, seni lukis dinding atau mural, stiker, stencil graffiti, instalasi, dan poster wheatpaste.

Berbicara tentang seni jalanan bisa menimbulkan polemik berkepanjangan karena ruang publik menyangkut kepentingan beberapa pihak. Bagi sang seniman jalanan (street artist), ruang publik di perkotaan merupakan sarana untuk mengekspresikan kegelisahannya lewat karya-karya seni yang bisa dinikmati oleh semua orang. Hal itu bisa menjadi konflik apabila ruang publik yang dipakai oleh seniman untuk mengeksekusi karyanya tidak memiliki izin dari pihak berwenang. Namun, konflik tersebut dapat dieliminasi apabila ada payung yang menaungi para seniman jalanan untuk berkarya di ruang publik secara bebas.

Kehadiran event seperti street art festival menjadi alternatif penyelesaian permasalahan atas konflik yang seringkali terjadi di ruang publik. Di satu pihak, seniman dapat menuangkan ide-idenya secara bebas lewat karya seni yang dihasilkan. Di sisi lain, masyarakat dapat menikmati dan mengapresiasai karya seni publik tersebut. Dari segi ekonomis, sebuah kota yang dipenuhi dengan karya seni publik mempunyai daya tarik tersendiri yang mampu mendatangkan orang untuk berkunjung.

Street art festival dapat terwujud berkat adanya kerjasama antara pihak penyelenggara dengan beberapa pihak terkait. Menariknya, street art festival tidak hanya menampilkan karya seni publik semata, namun juga menyampaikan pesan-pesan sosial untuk menggugah kesadaran masyarakat. Misalnya, Tropica Festival yang dilaksanakan di Canggu, Bali, Indonesia yang menggandeng beberapa organisasi yang peduli terhadap kelestarian lingkungan termasuk sponsor untuk mendukung kegiatan. Contoh lain yaitu Festiwall yang diadakan di Ragusa, Italia yang berupaya menciptakan kebaikan bersama lewat karya seni-seni publik yang ditampilkan.






Baca juga: Macam-Macam Bentuk Logo Unik

Festival Seni Jalanan di Dunia


1) MURAL Festival - Montreal, Kanada


Karya: Felipe Pantone via Instagram @muralfestival

Denyut nadi Saint-Laurent Boulevard seolah tak pernah berhenti. Tempat yang biasa disebut dengan The Main ini sangat kaya dengan warisan budaya dan menjadi pusat kehidupan masyarakat urban di Montreal, Quebec, Kanada. Sebagai pusat kebudayaan dan sosial, The Main banyak dikunjungi orang dari berbagai penjuru dan menjadi daya tarik bagi kota Montreal. Berawal dari itu, lahirlah gerakan seni bernama MURAL Festival.untuk menampilkan karya-karya seni yang bisa dinikmati oleh setiap orang.

Kegiatan ini menjadikan Saint-Laurent Boulevard sebagai tempat yang penuh dengan nuansa seni yang artistik. Selama 11 hari pelaksanaan MURAL Festival, para seniman dari berbagai negara menciptakan karya-karya seni yang mengagumkan melalui media seperti mural, pameran, dan instalasi. Beberapa seniman yang terlibat mempunyai reputasi karya yang telah dikenal di dunia seperti Felipe Pantone, Meggs, D*Face,  Mr. Brainwash, Five Eight, Roadsworth, X-Ray, dan lainnya.

2) Tropica Festival - Bali, Indonesia


Karya: Slinat X Cinzah via Instagram @tropicafestival

Panorama pantai yang indah dan mempesona berbaur dengan kehidupan desa yang damai membuat Canggu sebagai salah satu destinasi wisata di Bali, Indonesia yang banyak dikunjungi para wisatawan. Dalam waktu kurang lebih satu minggu, Canggu berubah menjadi ajang berkarya para seniman jalanan dari beberapa negara lewat kegiatan bernama Tropica Festival. Seniman asal luar negeri dan lokal yang terlibat dalam kegiatan tersebut di antaranya yaitu Fintan Magee, Felipe Pantone, Seth, Darbotz, Tuts, Askew, Vans the Omega, Tuyulome, Phibs, dan lainnya. Para seniman tersebut menumpahkan karyanya dalam bentuk mural dan graffiti pada dinding-dinding berukuran besar.

Tropica Festival bukan hanya sebagai event seni semata, namun juga menjadi ajang untuk menyampaikan kesadaran lingkungan kepada masyarakat luas. Pihak penyelenggara bekerjasama dengan beberapa organisasi yang memiliki kepedulian sosial terhadap lingkungan seperti Pangeaseed Foundation, Oceans.care, dan EcoBali Recycling. Isu atau tema utama yang diangkat adalah tentang pembuangan sampah di laut. Tak cuma itu, pada event ini juga diadakan kegiatan membersihkan pantai di Berawa, Canggu yang bekerjasama dengan salah satu hotel terkenal.

3) Spectrum Street Art Festival - Christchurch, New Zealand


Karya: Vans The Omega via Instagram @spectrumstreetart

Spectrum Street Art Festival merupakan event street art festival terbesar di bagian utara bumi, tepatnya di daerah Christchurch, New Zealand. Beberapa seniman berbakat yang mengikuti Spectrum Street Art Festival yaitu Jorge Rodriguez-Gerada, Seth, Telmo dan Meil, Vexta, Berst, Deow, Elliot Frances Stewart, Sofles beserta seniman lainnya.

4) Festiwall - Ragusa, Italia


Karya: Hyuro via Instagram @festiwall_rg

Sebuah pulau yang kaya akan sejarah berada di tengah Laut Mediterania dalam kawasan negera Italia. Itulah Sisilia. Di sebuah kota di daerah Sisilia, tepatnya di Ragusa yang padat dengan permukiman penduduk, diadakan festival seni publik bernama Festiwall. Festival seni yang diselenggarakan setahun sekali ini menampilkan beberapa artis mural ternama dunia yang melukis karya mereka pada gedung-gedung bertingkat dengan ukuran raksasa. Seniman dari berbagai negara yang berpartisipasi dalam Festiwall di antaranya Agostino Iacurci, Satone, Fintan Magee, Evoca1, dan Hyuro.






5) back to school ! Art - China



Karya : Seth Globepainter via Instagram @backtoschool_china

Mural yang biasa ditemui di jalanan bisa menjadi sarana untuk menyampaikan pesan-pesan positif seperti yang dilakukan di China. Lewat event back to school! Art, China, sebanyak 15 seniman menjadikan dinding-dinding sekolah sebagai kanvas mereka. Di antaranya yaitu Seth Globepainter, Aryz, Dino Voodoo, Rodrigo Branco, Aleksey Kislow, dan lainnya. Para seniman tersebut menggambar tembok-tembok sekolah di beberapa wilayah kurang mampu di China.

6) Rose Beton Festival - Toulouse, Perancis


Karya: Aryz via Instagram @mr_aryz

Lewat event bertajuk Rose Beton Festival, Tolouse, sebuah kota di Perancis, ingin mendedikasikan sebagai kota yang mencintai seni urban. Seniman jalanan berunjuk karya di gedung-gedung bertingkat dengan karya seninya berupa grafiti dan mural. Mereka adalah Ben Eine, Aryz, Boris Telegen, Martha Cooper, Hendrik Beikirch, Ofsuke Paris, MACS, Resone, dan lainnya.

7) Color Ba - Buenos Aires, Argentina


Karya: Pastel - Francisco Diaz via Instagram @pastelfd

Beunos Aires, kota di Argentina ini menjadi ajang para street artist untuk menjukkan kebolehannya dalam berkaya. Mereka yang berkarya dalam street art festival bernama Color Ba di antaranya Nase Pop, Felipe Pantone, Francisco Diaz, PumPum, Millo, Lucas Lasnier, dan lainnya. Keberadaan mural dan graffiti pada ajang Color Ba yang menghiasi kota Buenos Aires membuat daya tarik tersendiri yang bagus untuk dilihat.






8) The Crystal Ship - Ostend, Belgia


Karya: Fintan Magee via Instagram @fintan_magee

Ostend, kawasan di bagian pesisir utara Belgia menjadi ajang berkreasi para seniman berbakat di antaranya adalah Eversiempre, Jaz, ROA, Faith47, Fintan Magee, Pixelpancho, Cyrcle, dan Guido van Helten. Lukisan dinding karya para seniman ini menciptakan suasana artistik di tengah kerumunan gedung-gedung bertingkat.

9) Mural Istanbul - Turki


Karya: DEIH via @muralistanbul

Street art festival yang diselenggarakan di Istanbul, Turki ini menampilkan seniman berbakat dari berbagai penjuru dunia. Mereka adalah canavar, Chu Doma, Tabone, DEIH, CİNS, Rustam Qbic, dan lainnya. Adanya mural di tembok-tembok gedung mempercantik kota Istanbul yang dapat mencuri perhatian siapapun yang melihatnya.

10) UpNorth Festival - Norwegia


Karya: Rustam Qbic via Instagram @rustamqbic

Sejumlah seniman menyulap tembok-tembok di bagian utara Norwegia menjadi kanvas yang menghasilkan karya seni mengagumkan. UpNorth Festival merupakan festival seni jalanan yang diselenggarakan untuk menciptakan karya seni berkualitas tinggi yang dapat diapresiasi oleh publik. Perhelatan ini mengambil lokasi berbeda tiap tahunnya di sekitar wilayah Nordland, Norwegia. Beberapa seniman yang ikut ambil bagian yaitu Animalito, Rustam Qbic, Dzia, dan Atle Østrem.

11) ONO'U Festival - Tahiti


Karya: Askew via Instagram @askewone

ONO'U Festival digelar di Tahiti, wilayah di bagian Pasifik yang terkenal karena keindahan pemandangan pantainya. Ruang publik menjadi arena berkarya para street artist seperti Marko93, Askew, Inkie, Nilko While, Seth Globepainter, Kalouf, Martha Cooper, dan Indeliblefunk.






12) Urban Forms - Lodz, Polandia


Karya: Gaia via Instagram @urban_forms

Urban Forms merupakan organisasi yang mendukung para seniman untuk menciptakan karyanya di area publik. Menurut mereka, seni urban adalah media untuk menciptakan estetika kota, sarana edukasi, dan revitalisasi sosial. Seniman yang bergabung dalam Urban Forms di antaranya adalah Etam Crew, Betz, Gaia, Shida, Sat One, Kenor, Shepe/Chazme, Aryz, Sainer, dan Remed. Lewat tangan-tangan terampil para seniman tersebut, kota Lodz di Polandia menjadi lebih hidup dan berwarna.

13) Dubai Walls - Dubai, Uni Emirat Arab


Karya: Etam Crew via Instagram @sainer_etam

Street art festival telah merambah ke berbagai penjuru dunia, tak terkecuali di kawasan Timur Tengah. Negara Uni Emirat Arab (UAE) memusatkan pergelaran seni publik di kota Dubai yang dinamai Dubai Walls. Sebanyak 16 seniman dari beberapa negara di 5 benua ikut berperan serta di antaranya yaitu Vhils, The London Police, Etam Crew, Rone, ROA, dan seniman lainnya.

14) 352walls - Gainesville, Amerika Serikat


Karya: Evoca1 via Instagram @evoca1
Gainesville merupakan salah satu kota di negara bagian Florida, Amerika Serikat. Di tempat ini diadakan festival seni jalanan bernama 352walls atau The Gainesville Urban Art. Masyarakat di kawasan ini bisa menyaksikan karya-karya seni mural dari Gaia, Pastel, Evoz1, Add Fuel, 2Alas, 2501, dan seniman lokal.

Wow!! Menarik bukan? Event seperti street art festival perlu didukung bersama karena karya-karya seni publik dapat menambah estetika kota dan menciptakan interaksi yang harmonis antara sebuah kota atau permukiman dengan penduduk yang tinggal di dalamnya. (bitebrands)






Artikel Menarik:

Related Posts

14 Street Art Festival di Dunia dengan Karya Seninya yang Fantastis
4/ 5
Oleh