• Latest Posts

    09/12/16

    5 Hal yang Paling Disesali Sehabis Belanja Online

    5 Hal yang Paling Disesali Sehabis Belanja Online - Siapa yang tidak suka belanja online? Kegemaran berbelanja online kini semakin marak yang ditandai dengan banyaknya toko-toko online yang bermunculan. Online shop itu saling berlomba memperebutkan hati pelanggan dengan menawarkan berbagai macam produk dan jasa yang berkualitas serta kemudahan-kemudahan lainnya.

    Bagi konsumen, banyaknya online shop yang dikelola oleh perusahaan dengan modal besar seperti situs e-commerce maupun situs marketplace memberikan alternatif yang memudahkan aktivitas berbelanja. Situs e-commerce tentu memiliki koleksi barang yang lebih lengkap dan update. Meski demikian, hal itu tidak menjamin bahwa konsumen akan membeli di situs e-commerce tersebut.

    Banyak pula, konsumen yang lebih nyaman berbelanja di online shop yang dikelola secara personal seperti yang terlihat di media sosial. Berbelanja secara online memang memberikan kemudahan bagi banyak orang karena sangat menghemat waktu. Namun, bukan berarti berbelanja online tidak memiliki risiko. Sebaliknya, belanja online itu memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan ketika kamu membeli produk secara langsung di toko.

    Saat orang memutuskan berbelanja online, ia berharap mendapatkan banyak kemudahan dan keuntungan. Namun, tak jarang yang terjadi adalah sebaliknya, pembeli online merasakan kekecewaan yang tak bisa dihindari dan mengalami banyak kerugian baik mental maupun materi. Inilah hal-hal yang disesali oleh pembeli sesudah mereka berbelanja online.




    Baca juga: 6 Jenis Aplikasi yang Perlu Di-install di Handphone Pebisnis Online

    Hal-hal yang Disesali oleh Pembeli Online


    1) Paket pesanan tidak kunjung sampai


    via logware.com

    Ketika pembeli online sudah melakukan semua prosedur pemesanan dengan benar mulai dari pemilihan barang hingga transfer pembayaran, maka ia tinggal duduk manis menunggu barang pesanan tersebut sampai di alamat tujuan. Biasanya, orang cenderung memilih pengiriman reguler yang membutuhkan waktu agak lama untuk menghemat biaya. Waktu pengiriman barang reguler biasanya membutuhkan waktu sekitar 3-4 hari dan bisa saja bervariasi. Barang pesanan bisa datang lebih cepat dari perkiraan namun bisa juga datang lebih lambat.

    Nah, apabila barang pesanan yang dikirim lewat kurir dari perusahaan ekspedisi tidak kunjung datang, maka pembeli online mulai harap-harap cemas. Tindakan yang biasa dilakukan oleh pembeli online yaitu menanyakan kepada online shop yang bersangkutan. Namun, pihak online shop umumnya tidak mengetahui secara pasti kenapa barang pesanan belum sampai juga ke tujuan dan meminta pembeli untuk sabar menunggu. Hal itu tidak bakalan terjadi jika pembeli online memilih pengiriman satu hari yang barangnya dijamin sampai ke tujuan satu hari setelah pesanan masuk dalam sistem pengiriman.

    2) Barang yang datang tidak sesuai pesanan


    via nymag.com

    Ketika kurir pengiriman membunyikan bel atau mengetok pintu rumah, si pembeli online dengan riang gembira menyambutnya dengan segera. Ia pun tak sabar untuk cepat-cepat membuka isi pesanan. Namun apa yang terjadi, kenyataannya barang yang dikirim tidak sesuai dengan pesanan. Salah order kerapkali terjadi dalam transaksi pembelian online yang bisa disebabkan oleh online shop maupun si pembeli online itu sendiri.

    Misalnya, pembeli online memesan sepatu sneakers dengan ukuran 40 namun yang dikirim justru ukuran 39. Tentu saja, pembeli online komplain dan meminta penukaran barang kepada online shop. Jika online shop itu mau bertanggung jawab, maka mereka akan dengan besar hati mengganti barang sesuai permintaan dan menanggung semua ongkos kirim. Kesalahan order bisa juga disebabkan oleh pihak pembeli karena ia tidak membaca dan memperhatikan deskripsi produk dengan teliti.

    3) Produk fashion yang kebesaran/kekecilan


    via shoesizers.com

    Kelemahan berbelanja online yaitu, pembeli tidak bisa mencoba secara langsung produk fashion yang dibelinya. Akibatnya, produk fashion yang dibeli bisa kebesaran atau kekecilan. Hal itu berbeda jika kamu membeli produk fashion pria maupun wanita di toko fisik seperti distro atau butik fashion di pusat-pusat perbelanjaan atau mall. Di toko-toko fashion, biasanya tersedia fitting room yaitu semacam bilik kecil yang dilengkapi dengan kaca agar pembeli dapat mencoba sendiri produk secara langsung. Dengan begitu, pembeli memiliki gambaran jelas dan nyata apakah produk fashion seperti baju, topi, jaket, sandal, celana atau sepatu yang hendak dibeli pas atau tidak.

    Lain cerita, jika kamu membeli produk fashion di online shop. Kamu hanya bisa melihat gambar yang ada di online shop dan cuma bisa membayangkan berdasarkan deskripsi produk yang ditampilkan. Oleh karena itu, pastikan bahwa online shop memberikan deskripsi ukuran (size chart) dengan jelas kepada pembeli. Dengan melihat size chart, maka pembeli bisa memperkirakan sendiri ukuran produk yang paling sesuai.




    4) Kualitas barang tidak sebagus gambar


    via brokenskate.com

    Ketika berbelanja online, maka jangan harap kamu bisa melihat apalagi meraba secara langsung produk yang dijual. Yang kamu lihat di online shop hanyalah gambar-gambar produk yang disertai dengan deskripsi sebagai panduan untuk membeli. Yang sering jadi masalah yaitu gambar produk yang ditampilkan bukanlah foto asli sesungguhnya melainkan hasil mencomot dari sumber lain.

    Dengan hanya melihat gambar produk, apalagi bukan foto asli, maka kamu tidak bisa mengetahui dengan pasti kualitasnya. Banyak pembeli online yang kecewa karena produk yang sampai di tangan tidak sebagus gambar yang ditampilkan di online shop. Jika menemukan kerusakan barang, maka kamu berhak komplain dan menuntut penggantian barang atau retur kepada online shop secepatnya.

    5) Tertipu oleh online shop


    via bandt.com.au

    Modus-modus penipuan secara online makin banyak dan sulit terdeteksi. Ada banyak kasus, pembeli online yang rugi ratusan ribu bahkan jutaan rupiah karena telah membeli barang di toko online yang salah. Jangan sampai itu terjadi pada sobat dan yakinkan bahwa online shop tempat kamu berbelanja bisa dipercaya alias trusted seller sehingga kamu tidak menyesal ketika membeli.

    Cara mengetahui toko online yang recommended yaitu dengan melihat rating atau testimoni yang diberikan oleh pembeli lain. Jika toko online memiliki reputasi, ulasan atau komentar yang bagus, maka kamu bisa lebih aman berbelanja di online shop tersebut. Meski demikian, kamu kudu hati-hati dan waspada agar tidak terkena modus penipuan yang tak bertanggung jawab.

    Berbelanja online bisa memanjakan siapa saja apalagi dengan teknologi informasi yang semakin canggih seperti sekarang. Namun, hal-hal yang sangat mengewakan setelah berbelanja online di atas jangan sampai terjadi pada sobat dan harus dihindari. Caranya, yaitu dengan memperhatikan secara detail deskripsi produk yang ditawarkan serta melihat reputasi online shop yang terpercaya. (bitebrands)




    Artikel Menarik:
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Poskan Komentar

    Item Reviewed: 5 Hal yang Paling Disesali Sehabis Belanja Online Rating: 5 Reviewed By: biteb rands
    Scroll to Top