Senin, 05 Desember 2016

10 Iklan Indonesia yang Kontroversial dan Menuai Banyak Kecaman

10 Iklan Indonesia yang Kontroversial dan Menuai Banyak Kecaman - Iklan sebagai salah satu bauran pemasaran membutuhkan media untuk menyampaikan pesan merek kepada khalayak. Beragam media iklan yang sering kita temui yaitu iklan televisi, iklan radio, iklan koran, iklan luar ruang hingga iklan internet. Namun yang patut disayangkan, iklan sering disalahgunakan oleh pihak advertiser yang bekerjasama dengan advertising agency untuk menampilkan hal-hal yang justru bertentangan dengan nilai-nilai sosial.

Padahal, periklanan di Indonesia sudah diatur dalam Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS) yang disusun oleh Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI. KPI itu sendiri merupakan lembaga independen yang salah satu fungsinya mengawasi program siaran yang ditayangkan di televisi. Apakah pihak advertiser dan advertising agency tidak belajar etika periklanan? Atau, bisa jadi mereka sudah tahu aturan-aturan dalam periklanan, namun tetap saja tidak mempedulikan etika periklanan. Apalagi alasannya kalau bukan demi kepentingan komersial semata.

Iklan-iklan yang melanggar aturan dan etika periklanan berpotensi mendapatkan sanksi ringan berupa teguran atau himbauan tertulis hingga sanksi berat seperti penghentian iklan di seluruh media. Peran serta aktif masyarakat dalam mengawasi iklan-iklan yang tersebar di media sangatlah diharapkan sebagai kontrol sosial terhadap iklan yang tidak mematuhi norma-norma kesopanan. Tidak sedikit iklan komersial yang mendapatkan kecaman dan reaksi keras dari masyarakat yang akhirnya memaksa pihak pengiklan untuk menarik iklan dari peredaran atau mengganti materi iklan.




Baca juga: Serial Youtube “Medok Pendekar Jari Sakti” Padukan Iklan Soft Sell dan Hard Sell

Iklan-iklan Indonesia yang Sangat Kontroversial


1) Iklan A Mild Versi Mula Mula Mula Malu-Malu, Lama Lama Mau


via kabarkampus.com

A Mild merupakan brand rokok yang dikenal dengan jargon-jargonnya yang cenderung menggaungkan kebebasan khas anak muda. Hal itu tampak jelas dalam salah satu iklan billboard yang menampilkan adegan sepasang kekasih yang sedang berangkulan dan seperti hendak berciuman. Ilustrasi itu diperkuat lagi dengan headline yang berbunyi "Mula Mula Mula Malu-Malu, Lama Lama Mau". Bagi pengendara atau pejalan kaki yang lewat di depan billboard pasti bisa melihat dengan jelas iklan A Mild karena dipasang di papan yang berurukuran besar.

Jelas saja, masyarakat resah dengan kehadiran iklan yang mempunyai pesan mesum dan mendorong tindakan asusila. Seorang netizen mengeluarkan petisi lewat media di internet untuk menggalang massa dan mengecam adanya iklan berbau mesum tersebut. Mereka bersama-sama mendesak pihak PT HM Sampoerna Tbk. untuk segera menghentikan dan menurunkan iklan yang dipasang di beberapa kota. Pada akhirnya PT HM Sampoerna Tbk. memenuhi tuntutan masyarakat dan menghentikan semua penayangan iklan itu.

2) Iklan Mie Sedaap Versi Papa Hidup Lagi (2010)




Terlihat jelas dalam iklan televisi di atas, iklan Mie Sedaap mengajarkan anak kecil untuk berbohong kepada orang lain dengan alasan yang sangat tidak masuk akal. Si anak bersandiwara dengan meraung-raung seolah-olah ia sedang menangisi ayahnya yang sudah tiada. Parahnya lagi, perbuatan itu dilakukan anak demi kepentingan orang tuanya dalam hal ini sang ayah yang pemalas karena tidak mau ikut kerja bakti. Tentu saja, perbuatan ayah dan anak dalam iklan itu telah melanggar susila dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.

Merespon penayangan iklan Mie Sedaap yang disiarkan pada tahun 2010, KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) mendesak semua stasiun televisi untuk tidak menayangan iklan yang sangat tidak mendidik tersebut. Iklan Mie Sedaap versi Papa Hidup Lagi telah melanggar Pasal 49 ayat (1) Standar Program Siaran (SPS) KPI yang menyatakan soal kewajiban berpedoman pada Etika Pariwara Indonesia (EPI). Dalam EPI Bab III, A. 3.1.2 menyebutkan bahwa "iklan tidak boleh memperlihatkan anak-anak dalam adegan-adegan yang menyesatkan atau tidak pantas dilakukan oleh mereka".

3) Iklan Indosat Versi Liburan ke Aussie (2014)


via id.techinasia.com

Iklan viral Indosat yang ditayangkan di media sosial Twitter ini muncul pertama kali pada akhir tahun 2014 dan merupakan rangkaian promo Indosat mengenai layanan jaringan di luar negeri. Yang menjadi kontroversi pada iklan Indosat adalah penggunaan headline "Liburan ke Aussie Lebih Mudah Dibanding ke Bekasi". Sontak saja, iklan Indosat memicu protes warga Bekasi yang tidak terima dengan penggunaan headline tersebut.

Sejumlah ormas yang marah meluapkan protes dengan berunjuk rasa di depan kantor Indosat Bekasi. Mereka mendesak dan melakukan gugatan hukum terhadap pihak Indosat yang telah dinilai menghina warga Bekasi. Pihak Indosat sendiri sudah meminta maaf kepada semua pihak atas penyangan iklan tersebut dan memutuskan kontrak dengan agency yang membuat iklan.

4) Iklan Lifebuoy Versi 5 Tahun Bisa Untuk NTT (2013)




Pada tahun 2013, Lifebuoy meluncurkan iklan berjudul "5 Tahun Bisa Untuk NTT" yang dibintangi oleh Pandji Pragiwaksono. Iklan itu bercerita tentang kebiasaan warga Desa Bitobe, NTT yang masih kurang memiliki kesadaran dalam menjaga kesehatan. Kurangnya kesadaran warga dalam menjaga kebersihan memunculkan berbagai macam penyakit seperti diare yang mengakibatkan meninggalnya satu dari empat balita di NTT. Kemudian, iklan itu mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dengan memberikan donasi untuk mengajarkan pola hidup bersih kepada warga Desa Bitobe, NTT.

Beberapa pihak melayangkan protes dan mendesak Lifebuoy untuk mencabut penayangan iklan di stasiun televisi. Iklan itu dinilai telah mengeksploitasi kemiskinan di NTT dan tidak mencerminkan kondisi yang sesungguhnya. Di lain pihak, PT Unilever yang membawahi brand Lifebuoy tidak bermaksud merendahkan warga NTT, sebaliknya mereka ingin membantu anak-anak di Desa Bitobe, NTT agar kualitas kesehatannya meningkat. Yang jadi persoalan dalam iklan Lifebuoy yaitu pemilihan kata dalam copywriting yang tidak tepat sehingga memunculkan perbedaan persepsi dan memicu kontroversi.

5) Iklan New Era Boots (2015)



Apa hubungannya sepatu boots dengan cewek sexy berpakaian minim yang sedang mempertontonkan goyangan erotis? Hal itu tambah aneh lagi dan makin membingungkan saat seorang lelaki bertelanjang dada dan memamerkan ototnya yang kekar. Pertanyaan dan keheranan itu bakalan muncul saat kamu melihat tayangan iklan sepatu boots New Era yang pernah tayang di televisi pada tahun 2015.

Melihat iklan yang cenderung tak senonoh itu, KPI tidak tinggal diam dan menegur stasiun televisi yang menayangan iklan New Era. Iklan yang menampilkan tarian erotis dinilai telah mengabaikan norma-norma kesopanan dan kesusilaan serta tidak mengindahkan ketentuan Etika Pariwara Indonesia. Ketentuan EPI huruf A poin 1.7 menyebutkan, “Iklan harus menghormati dan melestarikan nilai-nilai budaya Indonesia".




6) Iklan Cat Avian Versi Awas Cat Basah (2015)



Iklan ini bermula saat seorang tukang cat yang sedang mencat bangku taman dengan cat Avian berwarna biru. Untuk mencegah orang duduk di kursi dengan cat yang masih basah, ia menampilkan kalimat "Awas Cat Basah" di atas kertas. Namun apa daya, angin kencang menerbangkan kertas yang dipegangnya dan ia pun lari terbirit-birit untuk mengejar kertas tersebut. Pada saat bersamaan, datanglah seorang wanita cantik dengan gaun serba putih duduk di atas kursi yang baru saja dicat.

Tukang cat yang sudah kembali ke posisi semula, melihat seorang wanita duduk di atas kursi dengan raut muka yang panik. Ia lalu menunjukkan kertas bertuliskan "Awas Cat Basah" kepada si wanita. Dan, wanita itu pun terkejut lalu berdiri untuk melihat apakah pakaiannya yang bersih terkena cat atau tidak. Iklan itu sebenarnya ingin menonjolkan kelebihan Cat Kayu dan Besi Avian yang cepat kering.

Yang jadi kontroversi dan mengakibatkan iklan cat Avian ini mendapat teguran KPI yaitu adegan saat wanita sedang berdiri sambil mengibaskan dan mengangkat roknya agak ke atas. Adegan itu ditampilkan secara close up dan menyorot secara jelas bagian paha wanita yang tentu saja membuat pemirsa gagal fokus. Iklan Cat Avian versi Awas Cat Basah telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia tahun 2012 Pasal 9, Pasal 16, dan Pasal 43 serta Standar Program Siaran Pasal 9 ayat (2), Pasal 18 huruf h, dan Pasal 58 ayat (1).

7) Iklan Mie Sedaap Versi Ayamku



Entah apa yang ada di benak sang pembuat iklan Mie Sedaap. Dalam tayangan iklan yang berdurasi 30 detik ini tampak satu adegan yaitu seorang lelaki berpakaian seperti guru di dalam kelas dengan seekor ayam bertengger di atas kepalanya. Meskipun hanyalah hasil rekayasa animasi, namun iklan Mie Sedaap merupakan bentuk penghinaan dan pelecehan terhadap profesi guru.

Tak cuma itu, iklan itu juga memperlihatkan kelas sekolah seperti kandang ayam dengan ayam-ayam yang sedang berterbangan kesana kemari. Tentu saja iklan Mie Sedaap sangat merendahkan pendidikan di Indonesia yang diibaratkan seperti kandang ayam. Sebagai reaksi atas tayangan iklan Mie Sedaap yang melecehkan profesi guru, pihak KPI selaku pihak berwenang memberi teguran kepada stasiun televisi untuk memperbaiki iklan tersebut.

8) Iklan GrabBike Versi Pilih Aman (2016)




Lewat media sosial, GrabBike melakukan kampanye untuk mengingatkan pengguna jalan tentang pentingnya berkendara dengan rasa aman. Iklan GrabBike yang berdurasi 45 detik ini menampilkan talent seorang wanita yang sedang berjalan, lalu tiba-tiba sekujur tubuhnya penuh dengan luka dan belumuran darah. Adegan wanita yang berubah menjadi zombie itu oleh banyak pihak dinilai tidak layak untuk dipertontonkan.

Iklan berupa video di YouTube itu mendapat respon negatif dan banjir cemoohan dari netizen karena dinilai mengerdilkan tukang ojek pangkalan dan secara tersirat menuding mereka sebagai biang kecelakaan. Hal itu terlihat jelas pada adegan saat wanita yang berdarah-darah itu dipanggil oleh tukang ojek namun ia mengabaikan mereka dan lebih memilih membuka aplikasi GrabBike di hape-nya. Tentu saja alur cerita dalam iklan itu sangat berlebihan dan menyudutkan pihak lain. Setelah mendapat reaksi keras dari netizen, pihak GrabBike akhirnya memangkas durasi iklan menjadi 15 detik dan meniadakan wanita zombie.

9) Iklan Kondom Sutra OK Versi Billiard (2013)



Tempat permainan billiard menjadi setting utama dalam iklan kondom Sutra OK. Adegan iklan menampilkan tiga cewek semok berpakaian seksi dengan seorang lelaki yang sedang bermain billiard. Si lelaki menanyakan kepada ketiga cewek, "Masih mau lagi?". Salah satu cewek menimpali dengan desahan yang membangkitkan nafsu, ".. Pengin maen lebih lama". Sesekali terdengar suara bola billiard yang terkena sodokan stick dan masuk ke lubang meja.

Iklan kondom Sutra OK mendapat peringatan dari KPI karena pemeran iklan memakai pakaian minim sehingga terlihat bagian-bagian tubuhnya yang mulus. Setelah ketiga cewek merapikan bola billiard, kamera menyorot bagian dada wanita sehingga belahan dadanya kelihatan. KPI meminta sensor atau melakukan editing pada iklan kondom Sutra OK yang mengeksploitasi tubuh wanita.

10) Iklan Pompa Air Shimizu (2012)



Iklan pompa air Shimizu yang sarat dengan bumbu seksual ini dimulai dengan seorang wanita yang mengenakan pakaian tidur dan memperlihatkan belahan dadanya sembari berkata pada seorang lelaki di dekatnya, "“Kalo nggak mancur terus kapan enaknya..”. Lalu si wanita sexy itu berjalan di pertokoan dengan pakaian minim yang seronok dan mampir di sebuah toko pompa air. Dalam percakapan antara wanita itu dengan penjual pompa air, terdengar kalimat-kalimat yang menjurus ke hal-hal yang tidak senonoh.

Tidak berhenti sampai di situ, iklan Shimizu masih memperlihatkan wanita dengan tank top dan celana gemes yang seksi. Sambil bergoyang erotis memperlihatkan kemolekan tubuhnya, si wanita mengucapkan kalimat-kalimat berbau seks seperti, "... Sedotannya kuat, semburannya kenceng".  Dan puncaknya, iklan pompa air Shimizu diakhiri dengan adegan wanita yang basah kuyup dan terdengar kata-kata "Basah, deh..".

Pantas saja iklan itu mendapat teguran dari KPI karena telah melanggar larangan adegan seksual, ketentuan siaran iklan, perlindungan anak, dan tidak mematuhi norma kesusilaan dan kesopanan.

Munculnya iklan-iklan yang melanggar etika dan norma sosial perlu disikapi dengan bijak oleh pihak pemerintah, lembaga independen maupun masyarakat. Pihak advertiser dan juga advertising agency sudah selayaknya lebih memperhatikan dan memperdalam etika periklanan agar tidak menghasilkan iklan-iklan yang hanya mengutamakan kepentingan bisnis namun mengabaikan moralitas. (bitebrands)




Artikel Menarik:


EmoticonEmoticon