Header Ads

Ini Perbedaan Media Iklan Above The Line dan Below The Line

Ini Perbedaan Media Iklan Above The Line dan Below The Line - Halo sobat BiteBrands, kali ini kami akan membahas istilah yang mungkin terdengar asing di telinga kalian semua. Namun, jika kalian menekuni dunia pemasaran atau marketing, pasti istilah ini sangat akrab kalian dengar sehari-hari.

Istilah yang dimaksud adalah media iklan above the line (ATL) dan below the line (BTL). Secara spesifik, kami akan memberikan pengetahuan kepada kalian semua tentang apa saja yang menjadi perbedaan media iklan above the line dan below the line.

Namun, sebelum membahas lebih jauh, kami akan memberikan sedikit gambaran kepada kalian apa itu media iklan above the line dan below the line. Agar saat membaca bagian materi tentang perbedaan keduanya, kalian dapat menangkap materi tersebut dengan lebih mudah.

Gambar via highjam.co.uk

Secara historis, penggolongan media iklan menjadi above the line dan below the line berasal dari pihak yang mengkategorikannya di dalam neraca keuangan perusahaan. Di mana media iklan above the line masuk kategori kegiatan pemasaran yang dikenai komisi biro iklan dan dimasukkan ke dalam cost of sales yang nantinya akan mengurangi laba kotor yang dimiliki atau gross profit.

Sedangkan media iklan below the line merupakan kegiatan pemasaran non iklan dan tidak dikenai komisi biro iklan. Sehingga biayanya akan dimasukan ke dalam biaya operasional perusahaan yang nantinya akan dikurangi untuk mendapatkan laba bersih perusahaan atau net profit.

Nah, kedua jenis biaya ini dipisahkan oleh sebuah garis atau line. Dimana bagian yang berada di atas garis disebut sebagai media iklan above the line (ATL), sedangkan media iklan yang berada pada garis dinamakan below the line (BTL). Dari sinilah asal muasal definisi media iklan ATL dan BTL yang kita kenal seperti sekarang.

Setelah mengetahui pengertiannya secara historis, kami akan mengajak kalian memahami lebih dalam satu persatu istilah tersebut. Kemudian akan dilanjutkan dengan membahas perbedaan media iklan above the line dan below the line.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Media Luar Ruang, Lengkap dengan Berbagai Karakteristik dan Efektivitas Media

Media Iklan Above The Line (ATL)


Secara definisi, media iklan above the line merupakan sebuah strategi promosi untuk menarik perhatian pelanggan lewat iklan yang atraktif serta memancing para pelanggan tersebut untuk mencoba dan membeli produk yang diiklankan.

Saat perusahaan menggunakan teknik promosi ini, interaksi langsung dengan para pelanggan tidak terjadi. Sebab, bukan perusahaan yang melakukan promosi namun pihak lain yang bekerja sama dengan perusahaan untuk mengenalkan produk kepada berbagai pelanggan.

Oleh karena itulah, pada awal paragraf kami sudah menjelaskan kepada kalian bahwa ATL masuk dalam cost of sales atau biaya penjualan yang dibayarkan perusahaan kepada pihak lain.

Fungsi dari media iklan above the line adalah untuk menjelaskan sebuah produk baik itu yang berkaitan dengan konsep dan ide. Serta menanamkan image yang kuat di dalam pikiran konsumen yang melihat iklan tersebut.

Gambar via designbolts.com

Media iklan ATL menggunakan pihak ketiga untuk menyebarkan informasi iklan kepada masyarakat agar produk yang dimiliki perusahaan dapat lebih dikenal. Media yang sering kali digunakan perusahaan adalah media cetak seperti koran, majalah, katalog dan brosur. Kemudian, ada media elektronik seperti televisi, radio. Ditambah lagi dengan papan reklame, spanduk, dan lain sebagainya.

Perhatikan berbagai jenis media di atas, sangat jelas sekali bahwa saat perusahaan menggunakan media iklan ATL untuk berpromosi mereka tidak melakukan interaksi sama sekali dengan pihak pelanggan yang melihat iklan yang ada.

Sehingga saat perusahaan menggunakan media iklan ATL sangat diperlukan perencanaan yang baik agar informasi yang ingin disampaikan dapat ditangkap dengan jelas dan dimengerti oleh calon pelanggan. Dengan demikian, media iklan ATL tidak menjadi sia-sia saat digunakan dan dapat meningkatkan penjualan produk yang dimiliki.

Media Iklan Below The Line (BTL)


Setelah membahas apa itu media iklan above the line, sekarang saatnya kita beranjak ke bagian selanjutnya dan masuk ke dalam pembahasan media iklan below the line (ATL). Media iklan below the line merupakan teknik promosi yang dilakukan pihak perusahaan untuk mendorong calon konsumen mencoba atau merasakan jasa yang ditawarkan.

Saat media iklan below the line digunakan oleh perusahaan, maka perusahaan perlu melakukan kegiatan secara langsung dan berinteraksi dengan calon konsumen yang ada. Artinya, dalam media iklan BTL tidak ada pihak ketiga yang menjadi perantara antara pihak perusahaan dan konsumen seperti yang terjadi dalam media iklan ATL.

Dalam kegiatan promosi BTL setiap pelanggan yang datang memiliki kesempatan untuk ikut merasakan, berinteraksi, dengan perusahaan secara langsung. Bahkan dapat melakukan pembelian produk secara langsung jika mereka tertarik dengan tawaran yang diberikan.

Kegiatannya seperti apa? Beberapa kegiatan yang berkaitan dengan media iklan BTL adalah pameran/fair, event, sampling product, sponsorship, panggung hiburan, program bonus, dan yang lainnya.

Kegiatan-kegiatan di atas sering kali dilakukan sendiri oleh pihak perusahaan tanpa melibatkan pihak media massa yang menyiarkan. Dikarenakan kegiatannya dilakukan sendiri oleh pihak perusahaan menjadikan BTL tidak perlu mengeluarkan biaya komisi kepada berbagai media iklan untuk memasang atau menyiarkan iklan.
Biaya dalam aktivitas ini masuk dalam biaya operasional perusahaan dan biasanya kegiatannya dilakukan oleh setap kantor perwakilan perusahaan di masing-masing daerah.

Lewat media iklan BTL, pihak perusahaan akan mendapatkan keuntungan di mana setiap informasi yang ingin mereka sampaikan dapat dengan lengkap disajikan kepada para pelanggan. Di mana hal ini jelas tidak bisa dilakukan dalam media iklan above the line yang menggunakan media massa dalam penyebaran informasi iklan.





6 Perbedaan Media Iklan Above The Line (ATL) dan Below The Line(BTL)


Setelah kita memahami dua pengertian dari media iklan ATL dan BTL. Sekarang kita bisa membedakan berbagai perbedaan yang ada dalam kedua jenis media ini.

Target audience


Perbedaan yang pertama berkaitan dengan luasnya audiens yang melihat dan mengetahui kegiatan iklan yang dilakukan. Media iklan ATL dapat menjangkau target audience yang lebih luas, hal ini dikarenakan media yang digunakan seperti media cetak dan elektronik dapat melintasi batas-batas geografis tergantung cakupan media. Sedangkan media iklan BTL audiensnya lebih terbatas pada pengunjung lokal di suatu wilayah.

Tujuan media iklan


Secara garis besar, media iklan ATL dilakukan hanya untuk menjelaskan sebuah ide dan konsep produk yang dimiliki sebuah perusahaan. Sedangkan media iklan BTL memberikan kesempatan kepada para pelanggan ikut menyentuh dan merasakan produk secara langsung.

Interaksi yang terjadi


Dikarenakan media iklan ATL menggunakan media pihak ketiga dalam pelaksanaanya menjadikan kegiatan ini tidak memiliki interaksi secara langsung kepada audiens. Sedangkan media iklan BTL menjadikan para pelangan dapat berinteksi dengan produk dan pihak perusahaan karena pihak yang melakukan kegiatan adalah pihak perusahaan sendiri.

Gambar via btl.am

Media yang digunakan


Dalam media iklan above the line, media massa yang digunakan meliputi TV, majalah, radio, dan billboard. Sedangkan media yang digunakan dalam BTL lebih berupa sebuah kegiatan interaktif seperti sponsorship, pameran, sampling product, dan yang lainnya.

Berbagai jenis media ini membutuhkan biaya iklan yang harus dikeluarkan oleh pihak perusahaan kepada pihak ketiga. Selain itu, saat perusahaan menggunakan media iklan ATL untuk mempromosikan produknya terdapat jangka waktu atau kontrak dimana saat berakhirnya kontrak iklan tersebut harus diperpanjang dan biaya yang dikeluarkan harus ditambah.

Media iklan ATL bukan berasal dari pihak perusahaan pengiklan, maka para calon konsumen tidak dapat merasakan secara langsung produk yang ada dan hanya mampu membayangkan berbagai kelebihan yang disampaikan pengiklan.

Melalui media iklan BTL, pihak perusahaan mampu berinteraksi secara langsung dengan konsumen dan calon konsumen pun bisa pula merasakan berbagai produk secara langsung. Serta media iklan BTL tidak memiliki kontrak dengan jangka waktu tertentu dengan pihak ketiga dikarenakan media ini tidak ada kaitannya dengan pihak mana pun yang bekerja sama dengan perusahaan.

Kategori Biaya


Perbedaan selanjutnya adalah berkaitan dengan kelompok biaya dari masing-masing media iklan. Media iklan ATL masuk dalam kategori biaya penjualan atau cost of sales dan jenis biaya ini akan dikurangi dengan penjualan untuk mendapatkan laba kotor perusahaan. Sedangkan media iklan below the line masuk dalam biaya operasional yang akan dikurangi untuk mendapatkan laba bersih perusahaan.

Informasi yang disampaikan detail dan tidak


Media iklan ATL menyampaikan pesan secara singkat dan tidak begitu spesifik yang dikarenakan keterbatasan interaksi dengan calon pelanggan. Sedangkan media iklan below the line mampu menyampaikan setiap informasi dengan lebih jelas dan rinci kepada para calon pelanggan. Sehingga setiap calon pelanggan yang belum mengenal produk dapat merasakan secara langsung saat perusahaan mengadakan sebuah event tertentu berkatan dengan produknya.

Media iklan BTL sangat efektif jika dilakukan untuk mengenalkan produk baru yang membutuhkan demonstrasi secara langsung tentang berbagai kelebihan yang dimiliki. Sedangakan media iklan ATL lebih cocok digunakan untuk meningkatkan kesadaran atau awareness produk kepada para pelanggan yang telah ada.

Munculnya Istilah Through The Line (TTL)


Istilah media iklan above the line dan below the line saat ini sudah mulai kabur dalam prakteknya. Hal ini dikarenkan munculnya media massa baru seperti internet yang menjadikan perbedaan antara ATL dan BTL semakin kabur. Media internet faktanya memiliki ciri-ciri dari kedua jenis media tersebut, dimana target audiens memiliki cakupan yang luas seperti ciri-ciri media ATL dan media internet mampu berinteraksi dengan para pelanggan secara langsung seperti ciri-ciri media BTL.

Bahkan bukan cuma media internet saja yang menjadikan perbedaan media iklan above the line dan below the line semakin rancu. Beberapa kegiatan iklan terkadang tidak mengandung unsur ATL atau BTL secara garis besar.

Sebagai contohnya saja iklan kosmetik di dalam sebuah majalah yang memberikan sampel produk secara gratis. Hal ini menjadikan media iklan ATL tidak murni digunakan dan dikombinasikan dengan media BTL. Kemudian ada kegiatan event yang diselenggarakan oleh perusahaan tapi disebarluaskan lewat media SMS dan radio. Sehingga media iklan BTL yang ada dikombinasikan dengan iklan ATL yang ada.

Ketidakjelasan kategori antara media iklan above the line dan below the line inilah yang memunculkan sebuah istilah baru yang disebut dengan through the line (TTL). TTL memiliki arti media iklan yang mencakup satu wilayah sampai ke wilayah yang lainnya.

Apapun Jenis Media yang Digunakan Iklan Perlu Diperhatikan Serius


Meskipun saat ini media iklan above the line dan below the line sudah mulai kabur dan tidak jelas. Hal tersebut tidaklah terlalu penting untuk dipikirkan oleh pihak perusahaan. Sebab hal yang paling penting adalah setiap perusahaan mampu menangani setiap iklannya dengan bijak agar mampu menghasilkan imbal hasil yang memuaskan. Di mana ada tambahan volume penjualan atas produk yang diiklankan tersebut di masa depan.

Semoga perbedaan media iklan above the line dan below the line di atas mampu menambah pengetahuan kalian semua. (Wahyu Utama)





Artikel Menarik:

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.