Header Ads

Dian Pelangi: Kisah Desainer Fashion Muslimah yang Mendunia

Dian Pelangi: Kisah Desainer Fashion Muslimah yang Mendunia — Dunia fashion muslim sudah sangat berkembang pesat di beberapa tahun terakhir ini. Banyak terlahir para desainer muslim yang menciptakan berbagai busana dengan fashion tersendiri. Kemunculan nama Dian Pelangi di Indonesia pun menjadi salah satu ikon yang cukup mempengaruhi perubahan gaya berbusana wanita muslimah masa kini. Mix and match yang ditampilkan oleh wanita berparas cantik ini menjadi hal yang menarik untuk diaplikasikan pada style sehari-hari.

Keunikan Dian Pelangi dalam berbusana dan berhijab ini ternyata juga banyak ditiru oleh para fashion lovers tanah air. Tidak sedikit juga dari mereka yang mampu mengikuti jejak Dian Pelangi demi mengembangkan style terbaru. Hingga kini pun, dunia fashion muslim selalu mengalami perubahan dan tetap menjadi santapan hangat di setiap tahunnya. Perkembangan ini sudah membuktikan bahwa ternyata fashion muslimah mampu bersaing dengan berbagai fashion di belahan bumi lainnya.

So, mari ikuti sejarah, profil dan karier Dian Pelangi hingga dia mampu meraup kesuksesan seperti sekarang. Kisah inspiratif ini juga sekaligus menjadi motivasi positif bagi kamu yang sekarang tengah bergelut dengan bisnis fashion muslimah.

kisah cerita sukses desainer fashion muslimah dian pelangi hijabers koleksi pakaian baju musana muslim syari kerudung pashmina tips trik strategi merek brand lokal indonesia internasional marketing pemasaran penjualan berhasil menarik inspiratif pengusaha wiraswasta
Gambar via butikkusederhana.blogspot.co.id


Berawal dari Boneka Barbie


Ya, mimpi menjadi seseorang yang kelak menjadi setenar sekarang mungkin tidak pernah terlintas dibenak wanita yang bernama asli Dian Wahyu Utami ini. Kesukaannya mendadani boneka Barbie waktu kecil ternyata berbuah manis sekarang. Dian sangat menyukai menjahit baju bonekanya sendiri. Terutama pada saat mix and match antara baju yang dikenakannya dengan baju Barbie ketika masih duduk di sekolah dasar. Siapa sangka dia sekarang telah mampu menciptakan karya sendiri yang tentunya dikenakan oleh banyak orang.

Inilah yang membuatnya berani untuk melangkah lebih jauh demi mengembangkan bakatnya di dunia jahit menjahit. Keunikan hasil ciptaannya yang mengaplikasikan warna lebih dari satu ini ternyata menjadi satu dobrakan yang telah membuat para muslimah tanah air membuka mata. Gaya berbusana Dian pun mampu membuktikan bahwa muslimah bisa menjadi lebih fashionable dengan rumus mix and match yang terbilang berani. Perpaduan warna yang mencolok serta motif-motif tanpa harus menghilangkan unsur kelembutan ini ternyata mampu menarik hati para fashion lovers.

Usaha Warisan Keluarga


Hidup dari keluarga pedagang lantas tidak membuat Dian rela terjun dengan usaha yang sama. Waktu SMK pun dia harus rela melepaskan keinginannya untuk mengambil jurusan lain. Berkat orang tuanya lah Dian memilih SMK 1 Tata Busana di Pekalongan demi bisa meneruskan bisnis keluarga di bagian butik. Ya, wanita yang lahir pada 14 Januari 1991 ini dibesarkan dengan kedua orang tua yang super di saat krisis moneter 1998 melanda telah membuat bisnis konstruksi sang ayah harus gulung tikar.

Ini yang membuat sang ibu harus rela menjual kain songket dan tenun dari rumah ke rumah demi memenuhi kebutuhan hidup yang saat itu sangat lah sulit. Namun, setelah meminjam uang di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) sebesar 15 juta rupiah dengan jaminan sertifikat tanah seluas 1.500 meter persegi, orang tuanya bangun dan memulai usaha tenun ikat yang membayar 10 karyawan sekaligus.

Sebenarnya, usaha keluarganya memang bergelut di bidang busana pada tahun 1991. Bisnis itupun diberi nama Dian karena kelak anak kedua dari pasangan Djamaloedin dan Hernani inilah yang akan meneruskan bisnis keluarga mereka. Sedangan untuk nama Pelangi sendiri merupakan teknik warna warni khas Palembang yang dijadikan sebagai nama pelengkap usaha busana mereka.




Baca juga: Transformasi dan Rebranding Dian Pelangi yang Berujung Pada "Titik Temu"

Menjadi Desainer Utama


Walaupun kesuksesan Dian berawal dari paksaan tapi ternyata semuanya berbuah manis hingga sekarang. Desain seorang Dian Pelangi menjadi salah satu busana yang diminati oleh para fashion lovers tanah air. Ide awal dari dirinya lah ternyata bisa menghasilkan busana muslimah yang sekarang sudah semakin berkembang dari tahun ke tahun. Bahkan, cap busana muslim yang dulunya dianggap kuno dan ketinggalan zaman sudah hilang. Bagaimana tidak, Dian telah mengubahnya dari sesuatu yang kurang menarik hingga menjadi sesuatu yang luar biasa. Dari style busana sampai hijab pun semuanya dikemas semenarik mungkin.

Ini membuktikan bahwa ilmu yang didapatnya dari sekolah mode Ecole Superieur des Arts et Techniques de la Mode (ESMOD) di Jakarta tidak lah sia-sia. Hingga akhirnya, setelah lulus dari sekolah mode ini pada tahun 2008 Dian resmi meneruskan bisnis keluarga. Dari desain, marketing hingga promosi semuanya dilakukan sendiri. Kepintarannya dalam mendesain pun dibuktikannya ketika mengikuti ajang fashion show di Melbourne dan Jakarta Fashion Week tahun 2009 di usia yang masih sangat muda, yaitu 18 tahun. Nama Dian Pelangi semakin melambung dan dikenal masyarakat Indonesia walaupun baru setahun menggeluti dunia busana muslimah.

Berbagai Penghargaan dan Brand Ambassador


Menjadi pengusaha dan seorang desainer busana muslimah tenar di usia muda ternyata mampu mengantarkannya masuk 500 daftar orang paling berpengaruh dalam dunia fashion menurut versi majalah Business of Fashion Magazine (BoF). Ditambah lagi, nama Dian Pelangi juga masuk sebagai daftar 7 pengusaha muda yang sukses dan kaya raya, lho. Kerja kerasnya benar-benar telah membuahkan hasil yang sangat di luar dugaan. Tidak hanya dalam negeri, bahkan nama Dian Pelangi telah mendunia berkat berbagai karyanya yang menggabungkan antara corak batik dan songket. Ini dikarenakan sang ayah keturunan Pekalongan, sementara sang ibu merupakan keturunan Palembang.

Dian Pelangi beserta keluarga pun gencar mempererat tali silaturahim dengan pemerintah negara seperti Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI guna mengenalkan namanya. Usaha itu pun berbuah hasil karena setelah itu Dian sering mendapatkan tawaran untuk memamerkan karyanya di berbagai negara semacam Qatar, Jordan, Sudan, Malaysia, Singapura, Perancis, dan masih banyak lagi.

kisah cerita sukses desainer fashion muslimah dian pelangi hijabers koleksi pakaian baju musana muslim syari kerudung pashmina tips trik strategi merek brand lokal indonesia internasional marketing pemasaran penjualan berhasil menarik inspiratif pengusaha wiraswasta
Gambar via dianpelangi.net


Kesuksesan itupun terus berlanjut ketika Dian berkolaborasi dengan para desainer tanah air lainnya seperti Barli Asmara dan Zaskia Sungkar, artis yang juga terjun menjadi seorang fashion designer di tahun 2015 lalu. Kolaborasi mereka terbilang sukses menarik perhatian tidak hanya di Indonesia, tapi juga di Couture Fashion Week 2015, New York City. Busana yang dipamerkan pun berupa kain tenun yang berasal dari Lombok. Sekarang pun Dian Pelangi telah memiliki 16 cabang yang masing-masing tersebar di Indonesia, salah satu cabangnya sukses berdiri di Malaysia hingga kini.

Tidak hanya itu, semakin dikenalnya nama Dian Pelangi di Indonesia membuatnya sukses menjadi brand ambassador dari berbagai merek terkemuka. Dari Wardah, Hijup, Kopi Mantap ABC dan Les Georgettes Indonesia. Selain itu, di awal 2015 lalu Dian juga sempat menjadi brand ambassador Charrior, sebuah merek perhiasan kenamaan yang menarik para influencers tenar untuk mewakili brand mereka. Kesuksesan yang bisa dirasakannya seperti sekarang memang tidak bisa diraih secara instan. Tentu semuanya butuh proses dan perjalanan yang tidak lurus-lurus saja.

Melahirkan Sebuah Buku

kisah cerita sukses desainer fashion muslimah dian pelangi hijabers koleksi pakaian baju musana muslim syari kerudung pashmina tips trik strategi merek brand lokal indonesia internasional marketing pemasaran penjualan berhasil menarik inspiratif pengusaha wiraswasta
Gambar via bahasa.aquila-style.com

Tampaknya Dian Pelangi ingin kesuksesan yang sudah digapainya ini menjadi motivasi bagi para pejuang lainnya. Wanita cantik itupun menulis sendiri sebuah buku yang telah dua kali terbit dengan judul Brain, Beauty, Belief. Buku ini memiliki definisi tersendiri dalam mengartikan sebuah perjalanannya hingga sekarang. Uniknya, buku ini juga diselipkan beberapa dalil Al Quran dan hadits serta amalan-amalan sebagai landasan dan penguat langkah. Tidak hanya masalah fashion, Dian juga menyelipkan tips-tips skin care, body care, dan health care juga, lho. Dari perawatan ujung kepala hingga ujung kaki pun semuanya dijelaskan dengan semenarik mungkin dalam buku ini.

Nah, itu tadi penjelasan mengenai sejarah, profil serta karier Dian Pelangi di tanah air yang sudah melahirkan berbagai karya dan buku. Kesuksesan yang dicapainya telah membuktikan bahwa dengan usia yang masih sangat muda tidak menghalangi seseorang untuk berkarya. Kamu pun juga wajib mempererat tali silaturahmi pada sesama sekaligus memperkenalkan karya yang telah kamu kembangkan. Inilah fungsi besar internet yang bisa kamu manfaatkan untuk memperluas karya. Dengan banyaknya aspirasi langsung oleh pelanggan maka kamu pun bisa semakin mengembangkan bisnis yang kamu geluti. Masih mau menyerah? (Oldra Karlinda)





Artikel Menarik:

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.