Header Ads

Memulai Bisnis Jasa Percetakan Tanpa Modal, Bagaimana Rahasianya?

Memulai Bisnis Jasa Percetakan Tanpa Modal, Bagaimana Rahasianya? - Berkembangnya internet yang semakin menggila mungkin membuat orang berpikir bahwa media cetak akan mati. Kenyataannya, media cetak tetap saja berguna dan bermanfaat bagi orang-orang yang membutuhkannya. Di berbagai sudut jalan di kota pun kita bisa melihat masih banyak percetakan yang tetap eksis berdiri. Hal itu membuktikan bahwa demand media cetak masih sangat tinggi.

Permintaan yang tinggi terhadap media cetak tersebut menjadi peluang bisnis yang menguntungkan dan bisa digarap oleh siapa saja. Bahkan oleh orang yang memiliki keterbatasan modal sekalipun. Tanpa memiliki mesin cetak dan tidak punya kantor, kamu bisa menjalankan bisnis percetakan tanpa modal. Bagaimana rahasianya? Mari kita mulai dengan menghilangkan mitos/asumsi yang keliru selama ini dan justru menghambat langkah kita.

Berbisnis Percetakan Tak Harus Punya Mesin Cetak


Ada asumsi atau mitos yang kurang tepat bahwa untuk memulai sebuah usaha, seseorang harus memiliki segala perlengkapan yang dibutuhkan. Asumsi tersebut sedemikian melekat di dalam pikiran sebagian besar orang sehingga tanpa disadari justru membuat mereka enggan untuk melakukan action. Akibatnya, orang-orang lebih suka berdiam diri karena merasa sudah nyaman di "comfort zone". Jika ini sudah terjadi, maka mereka lebih suka menjadi karyawan suatu perusahaan dan hanya menggantungkan gaji dari orang lain.

Berbagai macam perlengkapan yang diperlukan untuk menunjang aktivitas usaha misalnya gedung/toko lengkap dengan perabotan kantornya. Dan, tentu saja mesin percetakan karena yang kita bahas kali ini adalah tentang bisnis percetakan. Bayangkan jika kamu harus memiliki semua peralatan itu, apakah tidak memakan biaya yang amat banyak? Jelas biayanya sangat mahal yang bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Apalagi jika kamu harus membeli mesin cetak baru semisal Heidelberg SpeedMaster SM 52, 4 warna, yang harganya hampir mencapai Rp. 2 miliar. Belum lagi ditambah biaya operasional untuk servis mesin cetak, membayar gaji karyawan, dan segala macam.

tips cara memulai bisnis percetakan digital printing offset sablon manual peluang usaha wiraswasta layanan jenis macam media promosi perusahaan tips trik cepat gampang mudah kaya raya omset jutaan milyaran
Gambar via directindustry.com


Lalu pertanyaannya adalah: Apakah kita harus memiliki sendiri semua perlengkapan itu semua? Benarkah begitu? Jawabannya: Tidak selalu demikian. Jika memikirkan peralatan yang mungkin saat ini belum terjangkau, maka bisa membuat kamu berkecil hati dan nyali untuk berbisnis menjadi ciut. Lebih parah lagi, mungkin kamu akan membuang semua cita-cita untuk menjadi pengusaha sukses di bidang percetakan.

Namun bagi mereka yang memiliki tekad berbisnis percetakan yang kuat, keterbatasan modal bukanlah menjadi halangan. Sebaliknya, rintangan tersebut menjadi pemicu untuk berusaha dan berpikir lebih keras lagi untuk mencari solusi terbaik. Memang, untuk memulai bisnis kita harus menggunakan peralatan untuk menunjang aktivitas/kegiatan. Tapi segala macam peralatan yang digunakan itu tidak harus kamu sendiri yang memiliki, bukan? Dengan kata lain, kamu memanfaatkan dan menggunakan peralatan yang dimiliki orang lain untuk menunjang kegiatan bisnis kamu.

Ada trik dan tips yang semoga bermanfaat bahwa untuk membuka usaha percetakan kalian bisa menjalankannya tanpa memiliki mesin cetak satupun. Bahkan kantor atau tempat usaha pun tidak perlu kalian miliki. Bagaimana bisa menjalankan bisnis percetakan tanpa mesin cetak dan tanpa memiliki tempat usaha? Bersama BiteBrands, kita kupas lebih dalam lagi bagaimana berbisnis percetakan tanpa modal yang bisa diterapkan oleh siapa saja yang berminat untuk menjadi entreprenur di bidang percetakan.


Menjadi Broker Percetakan


Cara yang bisa kamu lakukan untuk berbisnis percetakan tanpa memiliki mesin cetak yaitu menjadi broker percetakan. Apa itu broker percetakan? Maksudnya begini, seorang broker cetak bertugas mencari dan menerima orderan segala macam jenis media cetak. Dan, ia hanyalah sebatas perantara antara klien yang membutuhkan jasa cetak dengan pihak percetakan yang menerima proses produksi cetak. Meski sebagai perantara, broker cetak bersifat independen. Artinya, broker cetak tidak memiliki keterikatan apapun dengan pihak percetakan dan ia bebas menentukan klien yang ingin dilayaninya.

Yang perlu diketahui, antara klien sang broker cetak dengan pihak percetakan tidak saling mengenal dan tidak pula berhubungan satu sama lain. Sebagai broker cetak, ada satu aturan tidak tertulis yang harus diterapkan. Kamulah yang memegang segala informasi tentang klien di satu sisi dan informasi tentang harga produksi cetak dari pihak percetakan di sisi lain. Informasi penting ini harus kamu pegang rapat-rapat dan jangan sampai bocor alias diketahui pihak lain.

Menjadi broker cetak tidak harus dibekali dengan kemampuan software komputer grafis seperti Adobe Illustrator, CorelDRAW, Adobe Photoshop, maupun perangkat lunak lainnya. Meski demikian, alangkah lebih baik jika kamu menguasainya. Dengan menguasai software komputer grafis, kamu bisa mengerjakan desain sendiri (jika diperlukan) dan tidak harus mencari tenaga desain grafis untuk membantu proses desain. Itulah kenapa banyak desainer grafis yang sekaligus nyambi sebagai broker cetak. Selain mendapat fee design, si desainer grafis juga bisa memperoleh keuntungan dari orderan cetak.

Namun, jika ingin lebih gampang, kamu hanya terima desain yang sudah jadi dan tinggal mengurus proses cetak hingga sampai ke tangan konsumen. Untuk menjadi broker cetak, kamu harus siap kerja 'serabutan' dan mengurus banyak hal secara sendirian (karena belum punya karyawan). Mungkin terdengar merepotkan, tapi itu adalah langkah awal yang bagus untuk menjadi wirausahawan sejati. Jika sudah siap menjadi broker cetak, mari kita lanjutkan ke tahapan berikutnya.

Tentukan Area Kerja atau Cakupan Percetakan


Jenis-jenis layanan cetak ada banyak macamnya. Misalnya, ada percetakan yang melayani jasa cetak seperti brosur, nota, kop surat, banner, undangan, dan lain sebagainya. Namun, ada pula percetakan seperti digital printing yang hanya khusus melayani pencetakan media dengan ukuran besar (large format) seperti x-banner dan banner indoor/outdoor. Selain itu, ada juga percetakan yang mengkhususkan diri pada media cetak tertentu seperti undangan contohnya.

Media cetak apa yang kamu pilih? Sebagai broker cetak, kamu harus menentukan cakupan kerja yang sesuai. Artinya, dari sekian banyak media cetak, pilihlah yang menurut kamu bisa di-handle dengan baik dan selesai tepat waktu. Ingat, kamu tidak memiliki mesin cetak. Jadi, proses pengerjaan termasuk kapan hasil cetakan tersebut selesai, semuanya tergantung percetakan.




Baca juga: Sebelum Membuka Usaha/Bisnis Sablon, Ketahui Jenis-jenis Sablon Manual Ini

Selain itu, pelajari pula bagaimana proses pengerjaan media cetak. Misalnya begini, kamu mendapatkan pesanan undangan dengan jumlah yang tidak terlalu banyak. Sedangkan si klien memiliki budget yang terbilang sedikit. Untuk mengakalinya agar bisa mendapatkan biaya produksi yang murah, kamu bisa memilih teknik cetak sablon atau mesin toko dengan memakai blangko undangan yang sudah jadi. Selanjutnya, blangko undangan yang sudah jadi tersebut dicetak dengan teknik sablon manual atau mesin toko untuk menampilkan teks di permukaannya.

Namun, sebelum melakukan proses pencetakan, kamu sebaiknya memberitahukan kepada si klien tentang teknik cetak yang dipilih. Di sini, kamu dituntut untuk berperan sebagai seorang konsultan yang memberikan solusi cetak kepada klien. Dalam hal ini, pengetahuan dan wawasan dalam bidang percetakan menjadi faktor penentu yang berguna untuk meyakinkan klien dan mendapatkan orderan yang diharapkan

Kenali Vendor yang Bisa Dipercaya


Untuk menjalankan roda bisnis cetak, kamu tidak bisa bekerja sendirian. Sebaliknya, kamu sangat memerlukan bantuan pihak lain terutama vendor-vendor percetakan. Di setiap kota, umumnya ada tempat percetakan yang menyediakan layanan cetak berbagai macam media seperti brosur, kalender, katalaog, company profile, undangan, merchandise, kaos, spanduk, baner outdoor maupun indoor, dan sejenisnya. Misalnya di wilayah DKI Jakarta terdapat beberapa tempat yang menjadi pusat/sentra percetakan seperti di daerah Kebayoran Lama, Pondok Labu, Pasar Tebet, Senen, Rawamangun, dan lainnya. Di tempat-tempat itu, kalian akan dengan mudahnya mendapati percetakan dengan berbagai layanan yang ditawarkan.

Lokasi tempat percetakan ini sangat penting untuk kalian ketahui agar suatu saaat nanti ketika mendapat orderan, kamu tahu harus pergi kemana untuk mencetak. Tips yang bisa diterapkan yaitu cari tempat percetakan yang paling dekat dengan tempat kamu tinggal (jika belum memiliki kantor). Tujuannya yaitu untuk memperkecil biaya transportasi seminimal mungkin. Biaya transportasi ini perlu dipikirkan juga karena sebagai broker cetak kalian harus bolak balik ke percetakan untuk mengurus produksi maupun pergi ke tempat klien untuk meeting.

Setelah mengetahui di mana lokasi untuk mencetak dan kontak yang bisa dihubungi, maka kamu wajib menyurvei tempat percetakan yang memberikan harga cetak yang paling sesuai dan terbaik. Maksudnya yaitu harga yang kamu dapatkan tidak terlalu tinggi namun dengan kualitas cetak yang bagus. Jangan mudah tergiur dengan harga cetak yang paling murah jika kualitasnya masih dipertanyakan. Dari sekian banyak percetakan, kamu bisa menentukan yang paling cocok untuk dijadikan sebagai vendor terpercaya. Dan, jangan heran jika pihak percetakan mengetahui bahwa kamu adalah seorang broker cetak. Karena pihak percetakan sudah sangat paham dan setiap hari sering menemui para broker cetak lainnya.

Meski kamu sudah menemukan vendor percetakan yang bisa dipercaya namun soal harga cetak yang ditawarkan kepada klien, ya, kamu sendiri yang menentukan. Ingat, bahwa kamu adalah broker alias perantara. Jadi, harga yang ditawarkan kepada klien jelas lebih tinggi daripada biaya produksi cetak itu sendiri. Satu hal yang perlu diingat, klien tidak perlu tahu di mana percetakan tempat kamu memproses cetak. Misalnya begini, harga biaya produksi cetak brosur full color ukuran A4 bolak balik dengan kertas art paper 120 gsm sebanyak 2 rim (1000 eksemplar) yaitu sebesar Rp. 520.000,-. Sekali lagi, biaya produksi cetak ini hanya kamulah yang tahu dan dianggap sebagai "rahasia perusahaan". Lalu, harga yang kamu tawarkan kepada klien yaitu sebesar Rp. 1.020.000,-. Di situ, margin atau keuntungan kotor yang kamu peroleh yaitu sebesar Rp. 500.000,-. Lumayan, bukan?

Itu baru order dari satu klien, bagaimana jika dalam sebulan kamu mendapatkan 4 klien berbeda yang mencetak brosur dengan jumlah yang sama? Ya, tinggal dikalikan saja. Lantas, bagaimana jika klien itu tidak hanya mencetak brosur saja tapi juga mencetak kop surat, amplop, folder, invoice, kuitansi, dan lainnya? Tentu saja, keuntungan kamu akan menjadi berlipat-lipat karena memproduksi berbagai macam media cetak dari klien.

tips cara memulai bisnis percetakan digital printing offset sablon manual peluang usaha wiraswasta layanan jenis macam media promosi perusahaan tips trik cepat gampang mudah kaya raya omset jutaan milyaran
Gambar via stcharlesprinting.com

Pahami Sistematika Biaya Cetak


Ada satu rahasia yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang awam. Dalam dunia cetak, ongkos produksi akan mengalami penurunan dan berbanding terbalik dengan jumlah eksemplar. Contohnya begini, harga poster ukuran A3, berwarna, satu muka, sejumlah 1.000 eksemplar (exp.) harganya Rp. 700,- per pcs-nya. Jika dicetak sebanyak 2.000 exp. maka harganya turun menjadi sebesar Rp. 600,-/pcs. Bagaimana bisa begitu? Karena percetakan umumnya menghitung biaya cetak minimal 1.000 exp. Artinya, jika mencetak di atas 1.000 exp. maka tidak dikenakan biaya cetak lagi dan hanya menambah biaya kertas yang digunakan. Semakin banyak jumlah eksemplar, semakin besar pula profit yang kamu dapatkan.

Masing-masing percetakan tentu mempunyai ketentuan harga cetak yang berbeda-beda. Oleh karena itu, seperti yang telah dipaparkan di atas, kamu harus melakukan survei dan membandingkan harga antara satu percetakan dengan yang lainnya. Tujuannya, untuk mendapatkan harga produksi dan kualitas terbaik.

Sistematika penghitungan biaya cetak perlu dipahami dengan sungguh-sungguh agar tidak terjadi salah hitung. Jika salah mengkalkulasikan harga cetak, maka bisa-bisa kamu bakal mengalami kerugian yang cukup besar. Oleh sebab itu, jika belum paham betul, kamu bisa menanyakan harga produksi cetak secara langsung di vendor yang kamu percaya. Langkah ini tentu lebih aman karena pihak percetakan lebih paham tentang ongkos cetak dan kamu pun bisa memperoleh harga pasti yang lebih akurat.

Networking yang Luas adalah Keharusan


Seperti halnya bisnis yang lain, pemasaran adalah keharusan jika ingin bisnis kamu maju dan berkembang. Untuk mendapatkan order, kamu bisa melakukan jemput bola dengan menawarkan proposal kerjasama cetak di perusahaan-perusahaan. Hal ini perlu dilakukan terutama jika orang berlum mengenal bisnis percetakan tanpa modal yang kamu jalankan. Telusuri orang di perusahaan yang sering mengurusi cetakan. Cari tahu nama orang yang bersangkutan dan kontak yang bisa dihubungi agar kamu bisa melakukan follow up.

Cara lain, kamu bisa menghubungi teman atau saudara yang bekerja di suatu perusahaan/institusi. Strategi ini lebih efektif karena kamu sudah mengenal 'orang dalam' dan bisa bernegosiasi dengan lebih mudah. Lain halnya, jika belum mengenal sama sekali 'orang dalam' maka kamu akan kesulitan dalam melakukan negosiasi. Buruknya lagi, orang perusahaan akan mengabaikan proposal yang kamu ajukan dan susah atau bahkan tidak bisa dihubungi.

Agar bisnis percetakan tanpa modal dapat berjalan dengan baik, melakukan networking dengan cara mencari kenalan/relasi baru adalah suatu keniscayaan. Selain itu, berkomunikasi dengan teman sekolah/kuliah yang sudah lama tidak bertemu dan sudah bekerja atau berwirasusaha merupakan salah satu bentuk networking juga. Cara lain, kamu mengikuti kegiatan di suatu organisasi dan berkenalan dengan orang sebanyak-banyaknya. Sediakan selalu kartu nama lengkap dengan kontak kamu yang bisa dihubungi dan berikan kepada siapa saja yang menurut kamu mempunyai prospek untuk menjadi klien. Oh ya, jangan lupakan pula pemasaran melalui internet dengan mempromosikan jasa cetak yang kamu tawarkan.

Menjalin Hubungan yang Baik dengan Klien


Setelah kamu memperoleh klien, bukan berarti semuanya telah selesai. Membina hubungan dengan klien menjadi keharusan jika ingin bisnis kamu langgeng. Konsumen yang puas dengan layanan cetak yang diberikan akan berpeluang besar melakukan oder ulang. Jadi, pastikan bahwa kamu jangan sampai mengecewakan pelanggan dengan cara memberikan kualitas cetakan dan harga yang terbaik.

Menjalin hubungan dengan klien termasuk upaya untuk mempertahankan loyalitas dan merebut hati mereka. Jika memiliki klien yang lama tidak order cetak, maka kamu bisa menghubungi mereka lewat telepon atau aplikasi chatting dan menanyakan apakah ada hal yang bisa dibantu. Dengan aktif menghubungi mereka, maka secara tidak langsung mereka akan merasa diperhatikan karena kamu berniat untuk membantu kelancaran bisnis klien.

Satu hal yang perlu kamu ingat, ada banyak broker cetak lain di luar sana yang juga memburu orderan. So, pastikan bahwa kamu sudah siap mental untuk menghadapi segala macam penolakan. Namun, dengan tekad dan semangat yang pantang menyerah, semoga bisnis percetakan tanpa modal kamu dapat berjalan dengan sukses. Jika bisnis sudah berkembang, maka pelan-pelan kamu bisa menyisihkan sebagian keuntungan yang didapat untuk membeli mesin cetak dan membuka percetakan sendiri. (Prasetya DH)





Artikel Menarik:

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.