Header Ads

Bisnis Sepi dari Pembeli? Tidak Lagi, Jika Menerapkan Strategi Pemasaran Ini

Bisnis Sepi dari Pembeli? Tidak Lagi, Jika Menerapkan Strategi Pemasaran Ini — Menjalankan sebuah bisnis atau usaha membutuhkan kerja keras dan konsisten di dalam menjalankannya. Hal ini karena ada banyak sekali hambatan yang harus dihadapi saat kamu menjalankan sebuah usaha. Masalah yang seringkali dihadapi oleh para pengusaha adalah: penjualan yang tidak naik ataupun konsumen yang tidak bertambah dari hari ke hari. Bahkan, hal yang lebih parah terjadi yaitu: para konsumen yang dimiliki beralih menggunakan produk atau jasa kompetitor.

Kondisi di atas memang sangat sulit untuk kamu hadapi. Sulit bukan berarti tidak bisa diatasi. Kamu membutuhkan strategi-strategi baru yang harus dilakukan untuk bisa memenangkan persaingan dengan para kompetitor. Jangan sampai kompetitor menjalankan strategi yang bisa menjadikan bisnis kamu semakin terpuruk dan sepi dari pembeli.

Bisnis yang sedang sepi konsumen sebaiknya tidak kamu lihat sebagai sebuah masalah tetapi lihatlah sebagai sebuah tantangan yang harus kamu atasi.  Lalu,  bagaimana cara mengatasi bisnis yang sedang sepi dari pelanggan? Berikut cara-cara yang telah kami rangkum untuk kamu simak.

tips cara strategi marketing pemasaran online media sosial sales penjualan menaikkan menerapkan omset penjualan pendapatan toko bisnis mencari mengatasi pelanggan pembeli customer sepi order
Gambar via business2community.com

1. Bangunlah hubungan yang baik dengan para konsumen


Sebagai seorang pebisnis, kamu sudah seharusnya memiliki database konsumen. Database konsumen tersebut dapat kamu gunakan untuk menghubungi para pelanggan agar jangan sampai kehilangan komunikasi sama sekali. Salah satu contoh yang bisa kamu lakukan adalah dengan menelpon para pelanggan. Komunikasi tidak harus berkaitan dengan bisnis sebab kamu bisa mencari topik-topik yang ringan untuk sekedar berkomunikasi dengan mereka.

2. Persiapkan rencana sebelum melakukan


Bisnis yang sukses harus didahului dengan sebuah perencanaan yang matang sebelum menjalankannya. Jika kamu memiliki target yang ingin dicapai, maka persiapkan dengan baik strategi untuk mencapainya. Strategi tersebut harus kamu persiapkan satu bulan sebelum pelaksanaan rencana.

Sebagai contohnya, kamu memiliki target bahwa pada bulan Juni, jumlah pelanggan harus bertambah 2 kali lipat dari sebelumnya. Untuk itu, paling tidak kamu telah mempersiapkan rencana pada bulam Mei agar target yang diinginkan benar-benar terealisasi. Beberapa pemiliki bisnis besar bahkan telah mempersiapkan rencana lebih jauh lagi agar mereka mendapatkan hasil yang maksimal.

3. Sebelum menghasilkan, kamu harus terlebih dahulu belajar


Salah satu kunci agar kamu mendapatkan sesuatu lebih baik dari sebelumnya adalah dengan mempelajari dengan baik apa yang ingin kamu capai. Sebagai contohnya, jika kamu ingin mendapatkan omset penjualan yang lebih besar, maka pelajari teknik menjual dan strategi-strategi baru yang ada di dalam dunia sales.

Saat kamu memilih untuk berhenti belajar, artinya kamu berhenti untuk tumbuh. Jadi, jangan pernah malas untuk menempa diri menjadi lebih baik dari sebelumnya. Cara terbaik yang bisa kamu lakukan adalah dengan memiliki mentor atau guru dalam berbisnis. Sebab dengan adanya guru, kamu tidak perlu lagi mengulangi kesalahan yang sama seperti yang telah mereka lakukan saat menjalankan usaha.

4. Jangan membuat konsumen bosan, lakukan inovasi


Ada kemungkinan larinya konsumen ke kompetitor karena kamu tidak melakukan inovasi dalam menjalankan usaha. Inovasi merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah perusahaan untuk menghilangkan kejenuhan pasar terhadap layanan ataupun produk.

Sebagai contohnya, jika kamu menjual makanan maka lakukan inovasi dari sisi rasa, kemasan, dan juga tampilannya. Pikirkan secara kreatif beberapa ide yang bisa diimplementasikan pada produk dan lakukan modifikasi terhadap produk.

5. Jaring lebih banyak konsumen lewat sistem online


Jika saat ini kamu menjalankan usaha secara konvensional atau offline, maka ada baiknya berpikir menggunakan strategi baru untuk mengatasi pelanggan yang sepi. Strategi yang bisa kamu terapkan adalah dengan menggunakan strategi pemasaran online untuk mendapatkan lebih banyak konsumen. Beberapa media yang bisa kamu gunakan meliputi website perusahaan, media sosial, dan lain sebagainya. Manfaatkanlah media tersebut dengan baik untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan.

6. Perhatikan kualitas produk dan harga yang kamu tawarkan


Saat kamu berbisnis dengan menawarkan produk atau layanan yang memiliki banyak pesaing maka memperhatikan harga dan juga kualitas merupakan hal yang penting. Kamu bisa melakukan riset sederhana kepada pihak kompetitor untuk mengetahui harga jual yang mereka tawarkan. Ketahui dengan seksama, apakah selama ini kamu telah memberikan harga yang baik dan sesuai dengan pasar.

Jika kamu telah melakukan riset kepada kompetitor dan mengetahui kualitas yang dimiliki, langkah selanjutnya adalah dengan mempertahankan kualitas produk dan pelayanan yang kamu berikan. Ingatlah, bahwa setiap pelanggan biasanya mencari produk dan layanan yang terbaik dari berbagai pihak yang ada.

Oleh karena itu, sudah seharusnya kamu tetap mempertahankan kualitas produk yang ditawarkan dan senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggan yang ada. Dengan memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggan, sudah pasti pelanggan akan berkunjung dan menggunakan produk terus menerus.





Baca juga: Yang Harus Segera Dilakukan untuk Mengatasi Keluhan/Komplain dari Pelanggan

7. Maksimalkan kinerja dan berusaha lebih keras lagi


Sangat tidak kami sarankan, jika kamu memilih menyerah saat melihat usaha yang dijalankan terus mengalami penurunan pelanggan dan omzet. Menyerah bukan sebuah penyelesaian masalah. Menyerah hanya dilakukan oleh orang-orang lemah dan mudah putus asa. Kami tahu kamu bukan tipe orang yang demikan.

Saat melihat omzet menurun, maka hal terpenting yang bisa kamu lakukan adalah dengan berpikir lebih keras dan bekerja lebih keras lagi untuk bangkit dari keterpurukan. Maksimalkan kinerja yang selama ini kamu lakukan. Jika sebelumnya kamu melakukan promosi seminggu sekali, maka lakukan promosi berkualitas 3 kali dalam seminggu. Jika selama ini kamu hanya mengandalkan karyawan untuk menangani keluhan, maka cobalah untuk terjun langsung mengetahui keluhan pelanggan.

Dengan terjun langsung ke lapangan, kamu akan mengetahui keadaan sebenarnya yang terjadi dalam bisnis. Sehingga, kamu bisa mengambil keputusan yang lebih baik dalam bisnis dan menjadikannya lebih berkembang dari sebelumnya.

8. Jual aset yang tidak terlalu dibutuhkan dalam bisnis


Keputusan untuk menjual aset merupakan hal yang harus benar-benar kamu pertimbangkan dengan baik sebelum melakukannya. Hal ini bisa kamu lakukan di saat usaha yang sedang dijalankan benar-benar mengalami kesulitan aliran modal dan sulit untuk beroperasi dengan optimal.

Aset yang dimaksud di sini adalah sumber ekonomi yang mampu memberikan manfaat bagi bisnis yang dijalankan. Aset tersebut bisa dalam bentuk tanah, gedung, kendaraan, benda berguna, dan lain sebagainya. Aset-aset tersebut bisa kamu gunakan untuk memulihkan usaha yang sedang mengalami kelesuan dan sedang terjadi penurunan.

Aset tersebut bisa kamu jual untuk mendukung berjalannya usaha menjadi lebih optimal dari sebelumnya. Setelah menjual aset, kamu bisa memiliki dana lancar yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan inovasi produk, pemasaran produk, dan lain sebagainya.

9. Tidak ada salahnya membangun usaha sampingan


Hal selanjutnya yang bisa kamu lakukan saat bisnis sedang sepi pelanggan dan konsumen adalah dengan menjalankan usaha lain atau bisnis sampingan. Tujuan dari bisnis sampingan adalah untuk mendapatkan keuntungan lain yang bisa digunakan untuk memulihkan usaha utama yang sedang mengalami kelesuan. Atau, bisa saja usaha sampingan yang dilakukan tersebut bisa dijadikan usaha utama yang menghasilkan keuntungan lebih baik dari sebelumnya.

Memiliki usaha sampingan di luar bisnis utama merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan oleh pengusaha. Usaha sampingan bukan hanya untuk pengusaha yang sedang mengalami permasalahan saja tetapi juga pebisnis yang yang sedang maju.

Sehingga, di saat salah satu bisnis yang dijalankan tidak berkembang dan mengalami penurunan. Kamu masih memiliki sumber pendapatan lain yang bisa diandalkan dan tidak hanya bergantung pada satu sumber pendapatan saja.

10. Miliki mitra dan jaringan yang bisa membantu


Memiliki mitra usaha dan relasi yang luas seharusnya kamu miliki sebelum usaha yang dijalankan tertimpa masalah. Sehingga, di saat usaha mengalami penurunan, kamu bisa meminta bantuan dari mereka untuk memperbaiki keadaan usaha. Namun, jika selama ini kamu tidak membangun jaringan atau hanya memiliki sedikit sekali relasi, maka segeralah untuk menemukan orang-orang yang bisa membantu.

Tidak perlu mencari orang yang jauh. Bisa jadi, teman-teman dekat yang ada bisa membantu menyelesaikan masalah yang kamu miliki. Mitra usaha bisa dalam bentuk saudara, teman, dan keluarga yang lainnya.

Lakukan kerjasama dengan mereka berupa perjanjian yang saling menguntungkan, bukan perjanjian yang saling merugikan. Sebagai contohnya, kamu bisa mengajukan pinjaman kepada mereka dan memberikan imbalan berupa pembagian keuntungan untuk mereka. Cara seperti ini sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak dan bisa kamu lakukan saat tertimpa masalah.

11. Ketahui dengan pasti apa yang menyebabkan bisnis menurun


Bisnis yang sepi pasti ada faktor yang melatarbelakanginya. Tidak mungkin bisnis yang kamu jalankan tiba-tiba saja sepi. Cara yang paling efektif untuk memulihkan bisnis yag sedang sepi adalah dengan memahami apa yang menyebabkannya menurun. Sebab, penurunan omzet mengindikasikan sebuah masalah yang ada di dalam bisnis dan harus diselesaikan segera. Ketahui dengan baik apa yang menjadikan usaha tersebut mengalami penurunan.

Masalah bisnis yang menurun bisa dikarenakan produk yang tidak diperbarui, tidak adanya inovasi produk, kualitas produk yang menurun, atau karena adanya kompetitor yang menyaingi usaha kamu. Identifikasi permasalahan tersebut dengan segera dan temukan cara untuk memperbaiki kesalahan.

12. Perbanyak sarana promosi dibandingkan sebelumnya


Saat usaha yang kamu miliki mengalami penurunan, maka melakukan promosi dengan lebih gencar merupakan solusi terbaik yang bisa dilakukan. Meskipun melakukan promosi artinya ada tambahan biaya yang harus kamu keluarkan. Namun, jika kamu merasa yakin dengan promosi yang dilakukan maka tidak ada salahnya untuk melakukan strategi ini.

Ada beberapa strategi promosi yang bisa kamu lakukan dengan biaya yang lebih murah dan tentunya lebih hemat biaya. Sebagai contohnya, kamu bisa melakukan langkah promosi lewat media sosial yang memiliki banyak pengguna seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan lain sebagainya.

Menggunakan platform media sosial terbukti lebih hemat biaya dibandingkan dengan menggunakan sarana promosi yang konvensional. Saat ini, pengguna media sosial sudah semakin berkembang dari tahun ke tahun dan sangat disayangkan jika tidak kamu manfaatkan dengan baik.

Itulah 12 cara sekaligus tips aplikatif yang bisa kami rekomendasikan untuk kamu terapkan saat mengalami bisnis sepi dari pelanggan. Semoga setiap cara di atas dapat membantu kamu memperbaiki usaha dan bangkit menghadapi keterpurukan dalam bisnis. Ingat kalimat yang di awal kami sampaikan. Jadikan permasalahan yang terjadi dalam bisnis sebagai sebuah tantangan yang harus diselesaikan.

Semoga Menginpirasi! (Wahyu Utama)





Artikel Menarik:

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.