Header Ads

Kuasai 10+ Keterampilan Berikut untuk Menjadi Public Relations Officer yang Handal

Kuasai 10+ Keterampilan Berikut untuk Menjadi Public Relations Officer yang Handal — Siapa yang tak kenal dengan profesi public relations atau PR? Profesi ini bisa dibilang profesi yang cukup bergengsi dan sangat diminati baik oleh kaum pria maupun wanita. Namun ternyata, pekerjaan sebagai PR officer tak semudah yang terlihat.

Selain dituntut untuk bisa berkomunikasi dengan baik terhadap semua kalangan, profesi yang berperan sebagai penghubung antara perusahaan dan organisasi dengan publiknya itu juga harus memiliki beberapa kemampuan lainnya. Apa sajakah itu? Yuk, simak dibawah ini.

keterampilan skills kriteria syarat public relations officer praktisi humas hubungan masyarakat deskripsi pekerjaan lowongan profesional tips cara menjadi lulusan marcomm marketing communication peluang
Gambar via content-marketing.thenewsfunnel.com

1. Mampu berkomunikasi dengan baik


Frank Jefkins dalam bukunya yang berjudul "Public Relations" menyebutkan persyaratan mendasar bagi seorang PR adalah harus mampu berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan. Selain itu, PR juga dituntut untuk bisa berbicara di depan umum dan mampu melakukan presentasi. Tak hanya itu saja, seorang PR juga harus mampu membuat press release, membuat artikel dan feature untuk house jurnal yang akan diterbitkan oleh perusahaan. Termasuk juga menulis naskah pidato untuk top manajemen, menulis laporan, menulis brosur, hingga konsep iklan layanan masyarakat.

2. Kemampuan kepemimpinan


Menjadi seorang PR memiliki tuntutan dan kemampuan mengantisipasi suatu masalah baik di dalam organisasi maupun di luar. Hal ini juga termasuk kemampuan untuk menyusun rencana kegiatan dan melaksanakannya sampai selesai, termasuk perincian anggarannya hingga evaluasi terhadap kegiatan tersebut. PR diharapkan mampu mengorganisasikan berbagai macam kegiatan kehumasan. Profesi sebagai PR menuntut pekerja di bidang tersebut harus mampu berpikir jernih serta objektif.

3. Kemampuan membina relasi


Sebagai seorang PR profesional berarti harus mampu menciptakan serta mempertahankan networking dengan berbagai pihak yang berkaitan dengan perusahaan. Profesi PR juga dituntut harus bisa bekerja sama dengan orang banyak. Kemampuan untuk membina serta mempertahankan relasi itu sangatlah penting untuk membangun opini positif terhadap perusahaan sehingga tercipta hubungan saling percaya satu sama lain.

4. Kreatif


Kreativitas merupakan komponen yang paling penting dari sukses tidaknya sebuah brand, produk maupun perusahaan. Berprofesi sebagai PR berarti dituntut untuk harus penuh dengan gagasan atau ide-ide cemerlang serta kreatif. Oleh karena itu, seorang PR harus memiliki wawasan yang luas. Tak hanya itu, PR juga harus memiliki kemampuan sebagai problem solver di mana bila ada masalah menghampiri, serumit apapun itu, ia harus bisa menemukan solusinya. PR juga harus menginspirasi tumbuhnya ide-ide kreatif sehingga memberikan ide baru dalam bentuk konten yang kreatif.

5. Kemampuan menghadapi situasi krisis


Beberapa tahun belakangan banyak perusahaan-perusahaan yang mengalami krisis. Maka, tidaklah mengherankan jika manajemen krisis (crisis management) menjadi kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh para praktisi PR. Pasalnya, saat krisis menghadang, perusahaan akan menghadapi risiko yang cukup serius, yaitu rusaknya reputasi mereka. Untuk itu, PR harus memiliki kemampuan untuk mempertahankan ketenangan perusahaan serta mengembangkan rencana strategis dengan cepat untuk mengelola situasi krisis. Tidak heran bila agensi dan perusahaan mencari talenta PR yang mampu menawarkan solusi kepada CEO dan eksekutif perusahaan saat berada di tengah sorotan masyarakat akibat pemberitaan atau alasan yang negatif.

6. Kemampuan menulis


Menjadi seorang praktisi PR diharuskan memiliki kemampuan menulis baik untuk eksternal maupun internal audiens. Bahkan saat ini, PR profesional diminta untuk bisa melakukan lebih dan lebih lagi. Hal ini termasuk menulis untuk audiens eksternal dengan metode PR tradisional. Seperti halnya menulis untuk audiens internal, PR harus memahami apa yang memotivasi karyawan.

7. Kemampuan analisis pemberitaan


Praktisi PR memiliki satu tugas penting, yaitu memastikan bahwa pesan-pesan dari perusahaan sampai ke media. Namun, ketika berita sudah ditayangkan, pekerjaan kamu belum selesai. Kamu perlu mendorong agar kunjungan ke media, atau situs perusahaan kamu sendiri meningkat, memastikan bahwa berita atau kontennya dibaca secara meluas, atau memilih media yang perlu diprioritaskan. Mengelola situs menjadi satu-satunya cara kalian untuk memahami proses penulisan berita, bagaimana editornya mengelola jadwal kegiatannya, dan apa yang perlu disampaikan agar media mau menulis tentang perusahaan. Kamu juga perlu memanfaatkan media sosial untuk menyebarluaskan berita-berita dari perusahaan. Bagikan juga berita-berita dari media online ke media sosial perusahaan.

8. Piawai bernegosiasi


Seorang praktisi PR diharuskan memiliki keahlian dan pandai dalam menganalisis sesuatu, menangani isu serta memiliki keahlian untuk bernegosiasi. Kemampuan negosiasi ini penting, karena praktisi PR bukan hanya bernegosiasi dengan pihak internal tetapi juga harus menghadapi banyak pihak. Misalnya, dalam sebuah event mereka harus menyewa gedung atau mencari supplier untuk berbagai kebutuhan dalam event tersebut. Semakin baik kualitas PR dalam menangani sebuah kegiatan atau mencari solusi terhadap suatu masalah, akan makin besar nilai tambah bagi PR tersebut.




Baca juga: Perlunya Perusahaan/Organisasi Membina Hubungan yang Baik dengan Media Massa, Apa Tujuan dan Manfaatnya?

9. Kemampuan menjalin relasi dengan media


Kemampuan menjalin relasi dengan media atau media relations juga menjadi modal dasar lainnya, bagi praktisi public relations. Praktisi PR harus mempunyai pemahaman, pengetahuan serta keterampilan untuk mengenal media dengan baik. Tak hanya itu, PR juga harus mengenal media konvensional, sosial, dan apapun jenis media itu, beserta dengan karakter masing-masing media. Mulai dari jam deadline, jenis-jenis media yang cocok dengan tujuan yang ingin dicapai perusahaan, gaya, dan keunikan. Termasuk preferensi masing-masing media. Untuk itu, bila mantan wartawan terjun ke dunia PR, tentu hal tersebut akan menjadi nilai tambah tersendiri. Sebab, dia telah mengerti sistem dalam dunia pers dan sudah memahami peta media di Indonesia. Selain itu, seorang praktisi PR juga harus mampu menjalin komunikasi yang baik dan berkualitas dengan para jurnalis, termasuk editor dan pemimpin redaksi (editor in chief).

10. Memiliki integritas dan jujur


Profesi sebagai seorang PR harus memiliki kepribadian yang utuh dan jujur serta memiliki kredibilitas yang tinggi, yakni dapat diandalkan dan dipercaya oleh orang lain. Hal ini wajar mengingat sebagai seorang PR akan menjadi sumber berita bagi pers atau media massa, sehingga informasi yang disampaikan harus dapat dipercaya dan memiliki nilai berita yang tinggi. Yang tak kalah penting, dalam melakukan kegiatan PR harus selalu menerapkan etika profesi PR yang berlaku. Tak lain agar tidak menimbulkan misinformasi dan miskomunikasi.

Selain sepuluh (10) kemampuan dasar yang wajib dimiliki oleh PR profesional di atas, ternyata ada tujuh (7) kemampuan tambahan yang sebaiknya dimiliki oleh praktisi PR di era digital ini atau disebut PR+. Kemampuan ini akan menjadi nilai tambah bagi seorang praktisi PR karena kian banyak perusahaan yang mensyaratkan kemampuan tambahan tersebut. Apa sajakah kemampuan tambahan yang sebaiknya dimiliki oleh para pekerja PR profesional ini?

1. Kemampuan untuk merancang strategi digital


Saat ini, saluran digital dan media sosial bukan lagi sebuah media baru. Bahkan, saluran digital dan media sosial akan terus berevolusi mengikuti perkembangan industri. Di sisi lain, PR selalu dan terus dituntut untuk membuat storytelling yang brilian. Kemampuan storytelling menjadi semakin penting saat brand atau perusahaan berada di dalam media sosial.

Studi yang dilakukan oleh Weber Shandwick menunjukkan 73 persen CCO (Chief Compliance Officer) global menyewa tenaga ahli di bidang digital dan pakar sosial media mengingat semakin pentingnya peran sosial media sebagai channel untuk berhubungan dengan para stakeholders. Untuk itu, seorang praktisi PR yang holistik perlu untuk memetakan strategi komunikasi digital termasuk eksekusinya, melakukan analisis hasil serta mendemonstrasikan pengetahuan mendalam mengenai jenis-jenis channel digital.

2. Kemampuan membangun visualisasi brand secara online


Seiring perkembangan zaman, kini makin banyak perusahaan besar yang memiliki departemen kreatif internal yang didedikasikan untuk kebutuhan tersebut. Hal ini mengingat visual merupakan bagian terbesar dari konten media sosial, sehingga penting bagi perusahaan untuk memiliki sosok yang memahami fotografi dan visual serta mampu memposisikan brand secara daring.

3. Memiliki keahlian copywriting


Praktisi PR di era teknologi informasi ini memiliki tuntutan keahlian dalam social advertising dan kemampuan untuk mengelola kampanye periklanan social media. Walaupun kemampuan untuk copywriting iklan media sosial di jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram tidak berubah, namun kemampuan untuk mengelola kampanye yang menyeluruh melalui platform tersebut cenderung semakin berkembang. Untuk itu, praktisi PR diharuskan untuk mempelajari bagaimana menggunakan Power Editor, platform iklan LinkedIn, dan produk-produk iklan Twitter.

4. Kemampuan menciptakan konten


Pekerja PR zaman sekarang harus memiliki kemampuan untuk menciptakan konten media sosial serta mengelola sistem konten sosial. Kemampuan untuk menciptakan konten media sosial adalah salah satu kunci dari semua skill yang harus dimiliki profesional PR di zaman serba digital ini. Hal ini termasuk mengarahkan konten dan bagaimana mengelola konten menjadi sesuatu yang mudah dicari, merupakan kunci dari segala aspek kemampuan ini.

5. Kemampuan berkolaborasi di dunia digital


Karena tuntutan zaman, maka praktisi PR harus memiliki keahlian dalam mengenali dan berkolaborasi dengan influencer dari Instagram, YouTube, dan Blogger. Pasalnya, platform tersebut kini dominan dalam dunia media sosial serta dalam pasar dan audiens Indonesia. Ketiga platform itu adalah tempat di mana orang-orang yang mengendalikan atensi signifikan.

6. Kemampuan eksplorasi media baru


Kemampuan mengeksplorasi media baru dan berbagai perangkatnya yang sesuai serta menguntungkan bagi perusahaan amat sangat dibutuhkan oleh praktisi PR sekarang. Selain harus memiliki kemampuan untuk menggunakan perangkat secara mobile, kebutuhan mengeksplorasi media baru dan berbagai perangkatnya penting untuk semakin memajukan perusahaan sesuai dengan tuntutan perkembangan teknologi yang kian pesat dan biasanya diikuti pula oleh perubahan target audiens dan konsumen.

7. Kemampuan mengelola tim secara virtual


Tren lingkungan kerja virtual akan terus berlanjut dalam lima hingga tujuh tahun ke depan. Sehingga, untuk menyesuaikan dengan perkembangan tren tersebut, sebagai PR profesional juga diharuskan untuk mampu mengelola tim virtual dan bekerja secara efektif sebagai bagian dari virtual tim. Untuk itu, pemahaman tentang bagaimana cara kerja secara virtual akan menjadi kunci bagi praktisi PR. Seperti memahami alur kerja yang ideal, tools apa saja yang digunakan, dan bagaimana menggunakannya untuk berkolaborasi dan berkomunikasi saat bekerja dari jarak jauh.

Ternyata, menjadi seorang praktisi Public Relations tidak mudah. Namun, tak ada yang tak bisa dipelajari asalkan memiliki kemauan belajar dan berusaha untuk terus selalu mengembangkan bakat dan kemampuan untuk menjadi seorang Public Relations Officer yang handal. (Marthapuri Dwi Utari)




Artikel Menarik:

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.