Header Ads

8 Alasan Mengapa Perusahaan Perlu Menggandeng Brand Ambassador

8 Alasan Mengapa Perusahaan Perlu Menggandeng Brand Ambassador — Saat ini, kompetisi bisnis kian ketat dan menantang. Tim manajemen brand dan produk dituntut untuk mampu berkompetisi ini dengan tepat agar tidak kehilangan posisinya di pasar. Solusi untuk menghadapi hal ini, salah satunya, dengan memanfaatkan brand persona yang terpancar dari seorang brand ambassador. Sebab, brand itu ibarat seseorang yang memiliki kepribadian yang unik. Tak hanya didominasi oleh perusahaan yang telah mapan, startup pun tak luput dari wabah brand ambassador.

Selain itu, brand ambassador kini tak hanya ‘dipekerjakan’ di ranah periklanan tradisional, namun juga dalam dunia digital atau secara daring. Tapi, sebenarnya apa sih alasan di balik pentingnya sosok seorang brand ambassador ini?

Ada tiga alasan utama saat perusahaan atau merek memilih menggunakan brand ambassador. Pertama, kehadiran brand ambassador tersebut bertujuan untuk menarik perhatian konsumen pada sebuah merek atau produk. Kedua, menggunakan brand ambassador dinilai mampu mendongkrak brand awareness produk atau merek tertentu. Dan yang ketiga, brand ambassador dianggap mampu menggiring seseorang untuk memilih dan membeli sebuah produk.

peran manfaat kegunaan tips cara trik strategi pemasaran digital marketing sales penjualan advertising branding media sosial medsos selebriti artis instagram paid promote promosi efektif pengertian definisi arti
Gambar via fabrikbrands.com

Makanya, tidak heran kalau akhirnya perusahaan kini berlomba-lomba menggandeng sosok selebriti, selebgram, vlogger, youtubers atau tokoh yang dianggap memiliki basis massa atau memiliki pengaruh (influence) yang besar. Cara ini diharapkan dapat menggaet konsumen yang lebih luas lagi yang ujungnya apalagi kalau bukan mendongkrak brand image serta penjualan.

Lalu, sebenarnya apa saja fungsi dan peran seorang brand ambassador terhadap sebuah merek atau perusahaan? Ada 8 fungsi dan peran seorang brand ambassador dengan paparan singkatnya. Simak uraiannya berikut ini ya.

1. Memanusiakan merek/produk


Pada dasarnya, orang suka membeli produk dari orang. Brand ambassador secara emosional terlibat dengan janji merek perusahaan dan mereka mendukung nilai merek yang dijanjikan untuk disampaikan kepada pelanggan. Brand ambassador berada di dalam kapasitasnya untuk berbagi informasi, memecahkan masalah, dan membantu orang lain.

Brand ambassador juga dapat membantu upaya membangun merek dengan menjalankan tugas sebagai seseorang di departemen pemasaran perusahaan. Mereka bahkan dapat bertindak sebagai perwakilan penjualan atas nama perusahaan dan melakukan semuanya seolah-olah tanpa menerima kompensasi uang dari perusahaan.

Brand ambassador melalui penggunaan profil media sosialnya dapat membantu bertindak sebagai perwakilan perusahaan dan membantu memenuhi janji merek yang ditawarkan oleh perusahaan. Untuk itu, jika brand manager secara positif melibatkan seseorang untuk merek atau produk perusahaan sebagai brand ambassador, maka keberadaan mereka bisa menjadi alat komunikasi pemasaran dan penjualan terbaik perusahaan.

2. Meningkatkan jangkauan merek


Apakah perusahaan kamu startup atau perusahaan mapan, posting-an perusahaan di media sosial cenderung memiliki jangkauan yang terbatas. Hal ini disebabkan karena kepopuleran website atau media sosial bisnis telah mengalami penurunan dramatis dalam beberapa tahun terakhir. Artinya, pembaruan media sosial perusahaan hanya akan menjangkau sebagian kecil pemirsa atau audience perusahaan. Inilah saatnya brand ambassador berperan.

Cara paling mudah dan bagus adalah mulai menjadikan karyawan perusahaan sebagai brand ambassador perusahaan. Mengapa? Karena mereka sudah sangat mengenali merek tersebut. Setiap kali perusahaan mem-posting blog baru atau memulai sebuah inisiatif pemasaran, perusahaan dapat membuat karyawannya secara eksponensial meningkatkan jangkauannya dengan mendistribusikan konten melalui platform terpusat yang terhubung langsung ke profil Facebook, LinkedIn atau Twitter mereka.

Logikanya sederhana saja. Bila karyawan perusahaan merasa senang dengan perusahaan kamu dan apa yang perusahaan lakukan, secara otomatis mereka dapat membantu menyebarkan berita tentang semua hal menarik yang perusahaan lakukan pada audiens mereka sendiri. Hal ini secara dramatis akan meningkatkan jangkauan dan keterpaparan merek tersebut.

Seperti halnya Nadiem Makarim, CEO Gojek Indonesia yang senantiasa memanfaatkan produk bisnisnya alias Gojek sebagai andalan transportasi dalam aktivitasnya. Nadiem bisa disebut sebagai brand ambassador bagi bisnisnya sendiri, karena ia pun menjadi salah satu dalam daftar "Top Customer Gojek".

3. Pelanggan menjadi lebih loyal


Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa pelanggan dapat memberikan kontribusi terhadap kepuasan mereka sendiri melalui partisipasi mereka dalam proses pemberian layanan. Ini disebut "Loyalty Ripple Effect." Ini berarti, semakin mereka berpartisipasi dengan merek perusahaan, semakin mereka akan menyukainya dan menjadi brand ambassador yang jauh lebih baik.

Apalagi, pelanggan setia seringkali terlibat dalam perilaku pelanggan positif yang diberi label "customer voluntary performance" seperti memunguti sampah, atau melaporkan bola lampu yang terbakar dan ruang ganti yang berantakan ke seorang karyawan perusahaan. Pada akhirnya, orang lain akan memperhatikan perilaku ini. Sehingga menyebabkan jangkauan dan keterpaparan merek yang lebih tinggi dan menjaga brand ambassador untuk terus terlibat dengan merek favorit mereka tersebut.

Contohnya yang dilakukan oleh produsen pakaian dan alat olahraga terkenal, Nike - yang menggandeng mantan atlet basket dari klub Chicago Bulls, Michael Jordan. Pemilihan Michael Jordan sebagai brand ambassador ini tak lain selain prestasi dan reputasi Michael Jordan, juga dianggap mewakili citra perusahaan.

Kolaborasi ini bahkan menghasilkan sebuah produk sepatu model sneakers yang sangat populer dan dinamakan Air Jordan. Menariknya lagi, kini Air Jordan sudah mempunyai 31 seri (Air Jordan I-XXXI) dari kerjasama sejak tahun 1985 sampai 2016. Kabarnya, lini sneakers ini telah berkontribusi terhadap pendapatan untuk Nike sebesar US$1 miliar.

4. Memberikan word of mouth marketing yang positif


Bukan rahasia lagi bahwa word of mouth (WOM) marketing jauh lebih bermanfaat bagi merek perusahaan daripada keberadaan iklan pada media tradisional maupun daring. Penelitian Keller Fay Group menunjukkan bahwa WOM positif lebih bisa dipercaya daripada WOM negatif. Dalam penelitian tersebut, secara keseluruhan hanya 8% percakapan merek yang benar-benar negatif, dan 66% percakapan merek benar-benar positif.

Ketika orang mendengar sesuatu yang positif tentang sebuah merek, mereka cenderung memberi kredibilitas tinggi kepadanya. 66% dari mereka akan memberikan peringkat kredibilitas tinggi kepada merek tersebut dengan memberikan penilaian 9 atau 10 dari skala 0-10. Itulah sebabnya mengapa keberadaan brand ambassador bisa menyebarkan kabar atau berita baik tentang bisnis perusahaan secara efektif sambil memotivasi orang lain.




Baca juga: Perhatikan 7 Kriteria Brand Ambassador yang Membuat Reputasi Perusahaan Makin Meroket

5. Brand ambassador penting untuk reputasi online


Sebuah ulasan atau review merupakan komponen yang sangat penting untuk sebuah bisnis. Disukai ataupun tidak, orang akan terus-menerus mengeposkan tentang merek perusahaan tertentu di salah satu situs ulasan yang tak terhitung jumlahnya. Dan, ini penting karena mengulas materi dan akhirnya berdampak pada penjualan serta pendapatan perusahaan.

Sebuah studi Harvard Business Review menemukan bahwa satu bintang dalam penilaian Yelp akan berkontribusi dalam menghasilkan kenaikan pendapatan sebesar 5% -9%. Perusahaan tentu tidak memiliki cara untuk menahan atau menyaring semua ulasan buruk tentang merek atau produk perusahaan. Tapi, selalu ada cara untuk mempengaruhi ulasan tersebut.

Caranya dengan menggunakan brand ambassador. Mereka adalah orang-orang yang dapat diandalkan untuk meninggalkan ulasan bagus untuk mengatasi ulasan yang buruk. Mereka sangat penting untuk ‘melukis’ merek Anda secara positif. Keberadaan brand ambassador lebih berarti komentar, ulasan dan arahan yang lebih positif untuk merek perusahaan.

6. Menarik pelanggan baru


Bukan rahasia lagi bahwa kekuatan word of mouth marketing sangat dahsyat. Tapi, seberapa besar kekuatan WOM ini? Penelitian menunjukkan bahwa setidaknya lima kali lebih efektif daripada iklan tradisional, pencarian berbayar, email, dan alat pemasaran lainnya.

Dengan "keterhubungan" akan mampu menarik pelanggan baru sebuah produk atau merek tertentu. Bagaimana caranya? Dengan memberdayakan pelanggan yang loyal untuk merujuk teman atau orang terdekat mereka untuk mempergunakan produk atau merek yang sama tentu saja menjadi sebuah alat pemasaran yang bagus.

Salah satu e-commerce fashion terkemuka, Zalora Indonesia memanfaatkan program "Brand Ambassador Program" dalam rangka menarik pelanggan baru. Program yang sejatinya adalah program afiliasi ini ditujukan untuk individu yang bersedia memperkenalkan keberadaan Zalora kepada masyarakat sekitarnya. Nantinya, peserta program ini yang telah berhasil menggaet konsumen baru akan mendapatkan komisi dari setiap komisi yang dihasilkan. Tanpa disadari, menggaet brand ambassador dari kalangan masyarakat justru bisa menarik pelanggan baru lainnya karena kekuatan word of mouth alias jual pengalaman ini.

7. Dapat mendorong traffic situs perusahaan


Menurut salah satu platform CMS (content management system) terpopuler, WordPress, setiap bulannya ada 59,3 juta posting-an baru. Selain itu, ada 409 juta orang melihat lebih dari 22,3 miliar halaman website setiap bulannya. Belum lagi, ada kemungkinan beberapa brand ambassador yang memiliki blog mereka sendiri dan mungkin malah sedang membicarakan produk perusahaan kamu.

Bila ini terjadi, segera manfaatkan hal ini dan mintalah mereka untuk link kembali ke situs perusahaan. Dengan demikian, akan membantu meningkatkan penayangan di situs perusahaan dan mungkin membantu peringkat SEO merek perusahaan dengan inbound link yang positif. Ini adalah salah satu cara termudah dan hemat biaya untuk mendapatkan beberapa tambahan kunjungan dan traffic di situs perusahaan tanpa harus melakukan banyak kerja keras.

8. Mendongkrak kepercayaan konsumen


Saat ini, muncul kecenderungan skeptisisme konsumen terhadap iklan, dan kepercayaan mereka terhadap keberadaan iklan pun mengikis. Hal ini disebabkan oleh fragmentasi media (karena pilihan saluran komunikasi yang lebih banyak), dan juga karena pertumbuhan media online dan media sosial. Untuk itu, marketer dituntut untuk terus kreatif menciptakan cara baru agar brand awareness dan penjualan tetap tinggi.

Seperti halnya memanfaatkan keberadaan brand ambassador yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan pesan atau produk atau merek dalam mempersuasi targetnya, dalam hal ini konsumen. Nah, brand ambassador ini biasanya berasal dari kalangan selebritas atau tokoh terkenal lainnya. Pasalnya, selebritas tersebut dapat menarik perhatian atas pesan iklan di tengah banyaknya iklan lain ditambah lagi ketika selebritas mendukung dan merupakan pengguna loyal produk tersebut.

Tapi, tak hanya dari kalangan selebritas, brand ambassador sebenarnya juga bisa berasal dari pelanggan loyal produk itu sendiri. Pelanggan loyal biasanya akan lebih mudah dalam menggaet konsumen berdasarkan pengalaman yang mereka rasakan saat menggunakan produk atau merek tersebut.

Berdasarkan survei Nielsen, hanya 33% konsumen yang mengatakan bahwa mereka mempercayai iklan berbayar dan 92% mempercayai sebuah rekomendasi dari rekan sekerja. Sedangkan, dalam survei yang dilakukan oleh Crowdtap, 70% orang menganggap bahwa saran dari seorang teman atau anggota keluarga akan langsung berpengaruh terhadap keputusan mereka dalam pembelian barang atau produk tertentu.

Kalau keberadaan brand ambassador sedemikian pentingnya bagi perusahaan atau merek, kamu tak perlu lagi ragu untuk memanfaatkan salah satu marketing tools ini. Tapi, pastikan kamu dan perusahaan menyaring kandidat potensial brand ambassador agar sesuai dengan merek sehingga memaksimalkan dampak terbaik dan meminimalisasi potensi buruk. Semoga berhasil! (Marthapuri Dwi Utari)




Artikel Menarik:

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.