Header Ads

Brand Adventure, Program Inspiratif yang Menggali Merek-merek Lokal Indonesia Hingga ke Pelosok Negeri

Brand Adventure, Program Inspiratif yang Menggali Merek-merek Lokal Indonesia Hingga ke Pelosok Negeri — Sebuah program dengan konsep edutainment bertajuk Brand Adventure diluncurkan pada Rabu, 1 November 2017. Peluncuran program yang mengetengahkan brand-brand lokal yang tumbuh dan berkembang di tanah air ini dilaksanakan di Gedung Pusat Menara BTN (Bank Tabungan Negara), Harmoni, Jakarta Pusat.

Dalam acara tersebut, hadir beberapa narasumber, yaitu: Arto Soebiantoro (Founder dan CEO Gambaranbrand), Andi F. Noya (Executive Producer Brand Adventure), Budi Satria (Managing Director Distribution & Network Bank Tabungan Negara), dan William Tanuwijaya (CEO Tokopedia).

Brand Adventure dikemas dalam format digital series yang hadir sebanyak 17 episode dengan durasi antara 5 - 7 menit dan mulai ditayangkan tanggal 5 November 2017. Selanjutnya, program yang diiniasi oleh Arto Soebiantoro dan terselenggara berkat kerjasama dengan Noyanowo dan Teatrum ini akan muncul sebagai tayangan setiap hari Rabu pukul 21.00 WIB.

liputan event brand adventure program acara kegiatan tayangan berita info kabar konferensi pers press release wawancara reportase media partner sponsorship update branding pemasaran marketing communication advertising periklanan video film pendek media sosial digital internet
Dari kiri ke kanan: William Tanuwijaya, Budi Satria, Arto Soebiantoro, Andi F. Noya

Arto Soebiantoro yang pernah menulis buku berjudul "Merek Indonesia Harus Bisa" merupakan seorang praktisi sekaligus moderator, pembicara, dan narasumber untuk topik-topik yang berkaitan dengan dunia branding. Baginya, Brand Adventure menjadi wadah dan inisiasi bersama untuk lebih mengembangkan brand-brand lokal agar mampu bersaing dengan gempuran produk-produk luar.

"Kami melihat bahwa entreprenuer yang menjadi potensi dari konten/tayangan (Brand Adventure) ini adalah mereka yang berusia antara 25 - 40 tahun", ujar Arto Soebiantoro.

Ia menambahkan bahwa komunikasi yang disampaikan secara digital merupakan salah satu cara yang paling efektif dan bisa diterima oleh audiens tersebut. Menurutnya, penggunaan media digital memudahkan timnya untuk mengukur secara lebih tepat kinerja tayangan Brand Adventure. Selain itu, dengan media digital, biaya produksi menjadi lebih ekonomis sehingga akan lebih banyak brand-brand lokal yang bisa ditampilkan.

"Salah satu keuntungan (bagi) mereka yang memulai bisnis di era teknologi informasi seperti ini, dengan segala macam fasilitas yang tersedia di online, adalah modal yang tidak sebesar ketika dulu", ungkap Andi F. Noya.

Menurut Andi F. Noya, kehadiran situs-situs seperti e-commerce atau marketplace memungkinkan setiap orang memiliki kemampuan untuk memasarkan produk-produknya dengan biaya yang relatif minim. Demikian juga dari segi pendanaan yang tidak terbatas lagi pada perbankan saja. Keberadaan fintech (financial technology) yang pertumbuhannya terbilang luar biasa merupakan suatu alternatif yang dapat dimanfaatkan oleh pemilik usaha untuk mendapatkan pendanaan dari investor.




Andi F. Noya sempat mengungkapkan beberapa rahasia untuk pemilik usaha agar bisnisnya mendapatkan dukungan dari banyak pihak.

"Ide-ide kreatif (yang) didukung oleh cerita, misalnya Anda akan bikin satu usaha, tapi Anda bilang bahwa di belakang ini (brand) sebenarnya ada upaya untuk pemberdayaan pada orang-orang lain", ujar Andi F. Noya.

Dengan cara tersebut, orang akan lebih cepat termotivasi untuk ikut membantu dan mendukung usaha maupun bisnis yang akan atau sedang dijalankan. Melalui kisah-kisah yang menarik pula, orang pun menjadi tergugah untuk membeli. Cerita-cerita menarik dan inspiratif di balik merek-merek dalam negeri inilah yang sengaja dituangkan pada program Brand Adventure.

Budi Satria dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berharap agar Brand Adventure dapat mengedukasi para pelaku usaha agar lebih memahami arti pentingnya branding demi pengembangan dan kelangsungan bisnisnya. Menurutnya, program Brand Adventure sejalan dengan komitmen BTN selama ini, yaitu mengembangkan merek-merek lokal agar memiliki daya saing yang tinggi.

Sementara itu, William Tanuwijaya mengatakan, "Kalau berdagang hanya akan selesai di generasi mereka (pendiri usaha) dan akan sulit untuk diwariskan. Namun kalau mereka bisa membangun itu menjadi sebuah identitas brand..., identitas brand itulah yang akan diwariskan turun temurun."

Menurutnya, program Brand Adventure selaras dengan misi Tokopedia untuk mendorong pemerataan ekonomi secara digital. Lewat program Brand Adventure pula, pemirsa bisa menyimak bagaimana kiprah brand-brand Indonesia yang masih rintisan, sedang naik daun hingga merek lokal yang sudah legendaris. Para pengusaha dapat mempelajari bagaimana merek yang masih baru dapat meraih momentum yang tepat dan bagaimana brand lokal yang legendaris mampu bertahan.

Dukungan terhadap program ini dapat dilakukan dengan me-like, membagikan, berkomentar, dan subscribe channel Brand Adventure Indonesia. (BiteBrands)

Teks & Foto: BiteBrands.co

Brand Adventure Indonesia


Website:
www.brandadventureindonesia.com
YouTube: Brand Adventure Indonesia




Artikel Menarik:

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.