Header Ads

Perhatikan Hal-hal Penting Ini untuk Membangun Brand Image yang Positif

Perhatikan Hal -halPenting Ini untuk Membangun Brand Image yang Positif – Kamu punya brand favorit yang terus melekat di pikiranmu dan bahkan mempengaruhi lifestyle sehari-hari? Yes, setiap orang saat ini sudah tak bisa lagi mengelak dengan pembentukan brand image yang makin hari makin melekat saja pada setiap produk yang dikonsumsi.

Atau, saat ini kamu yang sedang merintis sebuah bisnis dan mengembangkan suatu produk atau layanan jasa, pastinya juga tak bisa lepas dengan yang namanya brand. Bahkan, menciptakan sendiri brand image yang efektif dan tidak sekedar ikut-ikutan tren, bisa berjangka panjang bagi perkembangan bisnis yang sedang kamu bangun.

Sebelum tahu bagaimana cara membentuk brand image yang positif, terlebih dulu kamu juga wajib tahu apa itu sebenarnya pengertian brand image.

komponen unsur elemen brand image pengertian definisi arti menurut ahli tips trik strategi marketing communication marcomm digital branding advertising tujuan manfaat kegunaan corporate perusahaan media sosial medsos public relations marcomm pr humas

Pengetian/Definisi Brand Image


Sebetulnya, ada banyak pengertian brand image. Kalau brand, pastinya kamu akan mengasosiasikan artinya sama dengan merk. Memang, itu tak salah. Tapi, sebenarnya brand memiliki nilai yang lebih dari sekedar merk semata yang biasanya berupa nama ataupun logo sebuah produk, baik berupa barang ataupun jasa.

Brand ibaratnya seperti sebuah nilai yang melekat yang akan terus diingat. Misalnya, saat kamu ingin membeli air mineral. Apa yang akan kamu tanyakan pertama kali? Mungkin sebagian besar akan bertanya ke pengelola toko dengan kata, “Ada Aqua?” Nah, brand Aqua ini sukses membangun image-nya untuk merajai percaturan bisnis air mineral di tanah air. Sehingga, merk apapun yang kamu beli, kamu akan tetap merujuk pada Aqua.

Brand lebih memiliki ikatan emosional yang tinggi dari sekedar merk. Sedangkan merk hanyalah sebatas nama penyebutan pada suatu produk untuk membedakannya dengan produk yang lain dan serupa. Tak heran, bila beberapa kriteria merk yang baik dapat dengan mudah diucapkan, mudah diingat, mudah dikenali, menarik, menampilkan manfaat produk, dan menonjolkan perbedaan dengan pesaingnya.

Kalau image sendiri, merupakan semacam citra atau persepsi yang jika terbentuk untuk kali pertama, maka kamu akan susah untuk mengubahnya di lain waktu, karena sifatnya yang melekat.

Merujuk pada Bapak Ekonomi dunia, Kottler, yang mendefinisikan brand image sebagai seperangkat keyakinan, ide dan kesan yang dimiliki seseorang terhadap suatu merk. Karena itu, sikap dan tindakan konsumen terhadap suatu merk sangat ditentukan oleh brand image yang merupakan syarat dari merk yang kuat.

Beberapa definisi brand image yang lain juga mengemukakan hal serupa. Seperti brand image menurut Setiadi yang dianggap sebagai representasi dari keseluruhan persepsi terhadap merk dan dibentuk dari informasi dan pengalaman masa lalu terhadap merk tersebut. Image di sini berhubungan dengan citra terhadap merk berupa keyakinan dan preferensi terhadap suatu merk. Sehingga mendorong terjadinya pembelian.

Secara sederhana, brand image merupakan keyakinan yang mendalam dan kuat pada suatu merk yang di dalamnya mencakup nama, simbol, desain, serta kesan yang muncul berdasar informasi di masa lalu dan fakta-fakta yang menyertainya. Kesemuanya ini akan berujung pada loyalitas konsumen dalam menggunakan produk tersebut.

Pernahkah kamu merasa sangat setia pada suatu merk yang tanpa disadari sudah membentuk brand image-nya? Contohnya, ada pada produk body care yang cukup terkenal seperti The Body Shop. Rata-rata konsumen The Body Shop setia menggunakan berbagai jenis perawatan tubuh dan kini merambah pada wajah, hanya karena sangat terikat dengan image positif yang dibangun perusahaan tersebut. Konsumen juga lebih memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap brand terkenal tersebut daripada produk sejenis dari brand lainnya. Mereka merasa lebih save dan juga lebih nyaman.

Komponen-komponen Brand Image


Setelah tahu apa itu brand image dan pengertiannya menurut para pakar maupun secara sederhana, ada baiknya bila kamu juga melengkapi informasi dengan mengetahui apa saja komponen dari brand image.

Ini dia beberapa komponen dari brand image yang perlu kamu ketahui :

1. Atribut (Attributes)


Atribut sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu atribut produk (product related attributes) dan atribut non produk (non product related attibutes).

Atribut produk merupakan ‘bahan baku’ yang diperlukan supaya konsumen dapat mengetahui fungsi dari suatu produk. Biasanya didominasi oleh persyaratan-persyaratan fisik dari suatu produk yang bisa disebut sebagai faktor internalnya, baik berupa barang maupun jasa yang ditawarkan kepada konsumen.

Sedangkan atribut non produk lebih mengarah pada faktor eksternal yang meliputi sebuah produk. Misalnya terdiri dari rasa (bila produk tersebut berupa makanan), informasi kemasan (packaging), desain suatu produk, harga di pasaran, orang-orang atau kelompok yang menggunakannya, dan seperti apa produk tersebut digunakan pada umumnya.




Baca juga: 8 Alasan Mengapa Perusahaan Perlu Menggandeng Brand Ambassador

Mengenai faktor-faktor internal yang melekat pada suatu atribut produk ini, Kotler juga mengungkapkan pendapatnya. Seperti menyoal rasa (bila produk berupa makanan yang menghadirkan cita rasa). Rasa dapat merepresentasikan citra dari suatu merk itu sendiri. Selain itu, sebelum mengungkapkan soal rasa, konsumen juga akan melihat presentasi atau kemasan luarnya yang erat kaitannya dengan persoalan packaging. Dari sini, konsumen akan menentukan dirinya tertarik atau tidak, dan akan dilanjutkan dengan pembelian atau tidak.

Selanjutnya soal harga. Harga merupakan sejumlah nilai mata uang yang dibayarkan untuk ditukar dengan sejumlah produk yang konsumen inginkan. Karenanya, harga juga harus benar-benar dicermati oleh produsen atau perusahaan yang mengeluarkan suatu produk. Merumuskan strategi harga yang tepat harus disesuaikan dengan atribut yang dimiliki produk di samping juga mempertimbangkan nilai profit bagi perusahaan.

2 Keuntungan (Benefit)


Keuntungan (benefit) merupakan nilai yang dipegang secara personal oleh tiap orang yang kemudian dikaitkan dengan atribut pada suatu produk, baik berupa barang ataupun jasa. Keuntungan semacam ini terdiri dari tiga jenis, yaitu: functional benefits, experiental benefits, dan symbolic benefits.

Keuntungan pertama yang disebut functional benefits lebih mengarah pada pemenuhan kebutuhan dasar semacam kebutuhan fisik, keamanan, atau solusi terhadap sebuah permasalahan. Konsumen akan lebih melihat fungsi dasar yang menunjang kebutuhannya.

Misalnya, saat kamu membeli sebuah produk handphone. Pasti kamu akan mempertimbangkan apakah fungsinya untuk alat komunikasi saja, atau membutuhkan fitur tambahan untuk menunjang aktivitas profesimu yang lebih kompleks. Sebagai contoh, kamu membutuhkan RAM yang tinggi untuk menyimpan berbagai file. Selain itu, kamu pun membutuhkan kamera yang tajam karena kebutuhan sebagai seorang pewarta berita lepas dan sebagainya. Di titik ini, sebagai konsumen tentu kamu akan lebih memilih keputusan membeli suatu produk berdasarkan kebutuhan dan fungsi produk tersebut.

Sedangkan experiental benefits lebih mengarah pada perasaan yang ditimbulkan saat menggunakan suatu produk. Keuntungan jenis ini bisa disebut sebagai pemuas kebutuhan bereksperimen seseorang dalam memenuhi kepuasan sensorinya. Misalnya rasa puas, senang, dan bangga terhadap suatu produk.

Dan keuntungan yang ketiga yang disebut symbolic benefits lebih mengarah pada kebutuhan atas diakuinya seseorang secara sosial dan self esteem dari orang tersebut. Nilai-nilai prestise, eksklusivitas, dan semacamnya penting dalam keuntungan ini karena erat kaitannya dengan konsep diri konsumen itu sendiri. Kamu mungkin bisa menemui hal ini ada pada konsumen brand ternama seperti Nike, Adidas, Zara, Starbuck, dan banyak lagi. Brand yang mereka pakai jelas menunjukkan ‘dari mana mereka berasal’.

3. Sikap Merk (Brand Attitude)


Komponen yang ketiga ini merupakan evaluasi keseluruhan atas suatu merk. Misalnya seperti kepercayaan konsumen tentang sebuah merk tertentu, sejauh apa konsumen percaya suatu merk tersebut memiliki atribut atau keuntungan bagi mereka. Serta dievaluasi pula plus minusnya sebuah produk jika diasumsikan memiliki atribut atau keuntungan tersebut.

Artinya, semakin positif brand attitude suatu produk menurut konsumen, sudah pasti akan mempengaruhi konsumen dalam berperilaku dan memberikan perhatian lebih terhadap brand tersebut. Pada akhirnya, akan mengarah pada terjadinya pembelian.

Sebaliknya, semakin negatif brand attitude suatu produk menurut konsumen, sudah pasti akan mempengaruhi konsumen dalam mempersepsikan suatu brand menjadi negatif, sampai pada pengambilan keputusan untuk tidak melakukan pembelian terhadap suatu produk tersebut.

Bisa disimpulkan, apa yang dipikirkan konsumen terhadap suatu brand benar-benar akan memberikan dampak yang signifikan pada attitude atau sikap yang diambilnya.

Sebagai contoh, kamu penyuka makanan paling enak saat hujan tiba, yaitu mie instan. Yang ada dalam pikiran sebagian besar orang pastilah tentang brand bernama Indomie yang diasosiasikan sebagai mie instan terbaik dan terenak, varian rasa yang lengkap dan inovatif, dan atribut positif lainnya.

Nah, sadar atau tidak, hal ini akan mempengaruhi orang-orang untuk kemudian berperilaku positif dengan membeli Indomie yang dipersepsikan dapat menuntaskan rasa lapar seketika. Bahkan, jika Indomie tersebut dihargai lebih mahal dengan variasi topping tertentu ala fushion food, kamu tetap rela membelinya, kan? Di sinilah brand attitude berbicara. Dan, pastinya hal ini tidak berlangsung instan se-instan sebutan mie-nya.

Sekarang, kamu pasti sudah mengerti, ya, dengan memahami hal-hal yang membentuk brand image positif yang sudah disebutkan di atas. Bila kamu termasuk seseorang yang sedang merintis bisnismu sendiri, tak usah bingung menerapkannya. Kamu tinggal berpikir dan berandai-andai dengan menempatkan posisimu sebagai konsumen sebuah produk. Dengan begitu, kamu dapat lebih tepat sasaran dalam mengambil strategi-strategi cemerlang yang akan kamu rumuskan.

Jangan lupa juga untuk terus melakukan riset yang bisa dimulai dengan membentuk peer group-mu sendiri. Tanyakan kesan-kesan mereka terhadap upaya pembentukan brand image yang sedang kamu ciptakan. Jangan segan untuk menerima saran atau kritikan yang membangun yang nantinya akan sangat bermanfaat bagi perkembangan bisnis kamu.

Selalu ingat bahwa semua contoh yang sudah dikemukakan di atas, tidak membangun brand image yang positif hanya dalam waktu singkat, sebulan dua bulan, atau malah semalam. Tapi bertahun-tahun bahkan berpuluh-puluh tahun dengan mengerahkan seluruh energi terbaiknya.

Sekarang, saatnya buat kamu untuk ambil bagian sebagai pelaku produsen atau perintis bisnis yang akan membawa nama Indonesia membumbung tinggi dengan local brand-nya yang terus berinovasi. Ciptakan brand image positif ala kamu dengan memperhatikan hal-hal yang sudah dipaparkan dalam artikel kali ini. (Prita HW)




Artikel Menarik:

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.