Header Ads

Kenali Seluk Beluk Viral Marketing dan Bagaimana Cara Menerapkannya Secara Tepat

Kenali Seluk Beluk Viral Marketing dan Bagaimana Cara Menerapkannya Secara Tepat – Belakangan, masyarakat digempur dengan berbagai video ataupun konten lain yang viral. Sebut saja video cover lagu "Keong Racun" oleh Jojo dan Shinta beberapa tahun lalu, sampai yang terbaru adalah saat polisi lalu lintas memeluk dari belakang salah seorang pelanggar lalu lintas yang berjalan melawan arus. Kemudian, tak terhitung lagi banyaknya konten-konten yang menjadi viral atau menjadi buah bibir.

Dan, siapapun bisa membuat sebuah konten menjadi viral. Asalkan, memang konten tersebut mampu menyedot perhatian publik baik secara positif maupun negatif. Tak terkecuali brand, produk atau perusahaan juga tak luput dari tren viral ini. Bedanya, brand, produk atau perusahaan lebih fokus kepada konten viral marketing sebagai bagian dari strategi bisnis.

Sebelum bicara lebih jauh, sebenarnya apa, sih, viral marketing itu? Viral marketing adalah sebuah proses pemasaran yang bertujuan untuk mempromosikan atau menyampaikan pesan tentang sebuah produk maupun jasa dengan cara memberikan dorongan pada si penerima pesan agar mereka mau mengirim dan meneruskannya kepada orang lain.

pengertian definisi arti viral marketing communication tips strategi trik pemasaran online digital kelebihan kelemahan branding media sosial medsos facebook instagram twitter buzzer cara membuat konten kreatif blogger youtuber vlogger tujuan manfata kegunaan
Gambar via lynda.com


Viral di sini merujuk kepada virus, yang artinya cara kerja proses pemasaran ini seperti layaknya virus. Sekali menginfeksi, maka akan menyebar semakin luas. Pemasaran viral ini juga bisa disebut sebagai strategi word of mouth marketing atau marketing dari mulut ke mulut.

Viral marketing selalu identik dengan konsep pemasaran yang diawali dari sebuah pesan ataupun informasi yang akan disampaikan secara terus menerus. Seperti halnya sebuah virus komputer yang dikirimkan ke banyak komputer melalui jaringan internet.

Dengan viral marketing, memungkinkan untuk melakukan dorongan ke banyak orang agar mau meneruskan pesan tersebut ke jaringan ataupun lingkaran media sosialnya melalui fitur share. Contoh sederhananya adalah "meme" yang banyak ditemukan di Instagram, Twitter ataupun media sosial lainnya.

Biasanya, meme memiliki kecenderungan dibagikan atau tingkat shareability yang tinggi, sehingga dapat disebut sebagai viral. Seperti itulah pemasaran viral berkerja. Pada intinya adalah tentang bagaimana kemampuan dalam melihat adanya kemungkinan topik akan menarik bagi si penerima dan memotivasinya untuk meneruskan kembali pesan tersebut.

Peran Viral Marketing


Sebenarnya, apa peran dan fungsi dari viral marketing itu? Peran dari viral marketing adalah untuk mendorong seseorang menyampaikan kembali pesan ataupun informasi tentang suatu brand atau produk dari si pemasar secara masif, periodik serta berkelanjutan.

Harapannya tentu saja, pengetahuan tentang brand atau produk tersebut akan diingat oleh publik. Strategi pemasaran viral ini, bila berjalan sukses, maka bisnis dari brand tersebut bisa melejit dengan sangat cepat. Seperti telah disebut di atas, viral marketing bisa juga disebut sebagai pemasaran dari mulut ke mulut.

Hanya saja, word of mouth marketing biasanya dilakukan secara tradisional. Sementara, viral marketing kerapkali memanfaatkan media sosial atau teknologi komunikasi pesan instan. Yang harus digarisbawahi, pemasaran dari mulut ke mulut tidak bisa dianggap remeh. Bahkan, efeknya bisa sangat luar biasa. Mengapa? Pasalnya, orang memiliki kecenderungan untuk lebih mempercayai apa yang teman, saudara atau orang terdekat katakan, atau yang disebut rekomendasi.

Contoh sederhana pemasaran jenis ini adalah saat seseorang menggunakan media sosial Facebook. Seseorang membuka akun Facebook bisa jadi karena dorongan banyak teman mereka yang bermain Facebook, dan memberikan rekomendasi untuk mencoba media sosial ini. Setelah bergabung dengan Facebook, ia pun juga ikut merekomendasikan kepada temannya yang lain. Efeknya? Tentu saja Facebook memiliki anggota yang jumlahnya sangat besar.

Selain itu, fungsi dari pemasaran viral lainnya adalah membantu pemasar untuk meningkatkan traffic website. Untuk itu, pastikan halaman website brand memiliki keunikan konten tersendiri. Pemasar bisa memainkan rasa penasaran konsumen atau publik dengan konten dan web yang dimiliki.

Bila trafik website dirasa sudah meningkat dengan baik, langkah selanjutnya tentu saja transaksi. Dengan meningkatnya dan naiknya jumlah trafik situs/website, tentu hal ini akan meningkatkan transaksi penjualan secara tidak langsung.

Nah, tak ada salahnya kalau contoh kesuksesan tersebut juga ditetapkan pada brand tertentu saat ini. Meski demikian, para pemasar harus mengetahui prinsip dasar penerapan viral marketing agar strategi ini berhasil dan berjalan dengan sukses.

Implementasi Viral Marketing


Pada dasarnya, ada empat prinsip utama implementasi viral marketing sebagai sebuah cara dalam pemasaran produk ataupun jasa. Apa sajakah prinsip tersebut?

Prinsip pertama, yaitu janji untuk bukan hanya memberikan produk yang berkualitas, tetapi berikan juga pelayanan yang terbaik. Untuk dapat menarik minat publik tentang pesan brand tertentu, pemasar juga sekaligus menyampaikan pesan tentang pelayanannya. Contohnya seperti layanan fashion e-commerce, yang memberikan pelayanan berupa gratis pengiriman untuk wilayah Jabodetabek dengan belanja minimal nominal tertentu. Dengan kata lain, harus memberikan sesuatu kepada publik terlebih dahulu, baru pemasar dapat menjual sesuatu.

Prinsip kedua, yaitu proses pertukaran informasi serta pesan yang mudah. Seperti halnya dengan virus yang akan mudah menginfeksi satu komputer ke komputer lainnya, pemasar dituntut untuk harus bisa menemukan media seperti apa yang memudahkan virus marketing dapat menyebar dengan efektif serta efisien.





Baca juga: Peran Penting Media Sosial dalam Membangun dan Memasarkan Brand

Proses penyebaran pesan ini bisa berjalan cepat jika pemasar memilih media yang tepat. Misalnya, bisa melalui email, website, aplikasi, software, dan lain sebagainya. Berikut adalah media untuk viral marketing yang paling sering digunakan:

1. E-book

E-book merupakan salah satu media digital yang dapat dipergunakan untuk mempromosikan produk atau layanan tertentu. Perusahaan yang mempergunakan e-book sebagai media promosi produk alias pemasaran viral adalah BukaLapak. Perusahaan tersebut membuat sebuah e-book cara sukses berjualan di BukaLapak yang dibagikan di forum BukaLapak sendiri secara gratis. Manfaat dari membuat serta menggunakan e-book buatan sendiri adalah kredibilitas brand tersebut akan meroket baik di mata konsumen atau publik secara luas.

2. Video

Video merupakan salah satu media yang cukup efektif dipergunakan dalam viral marketing strategy. Penggunaan media video dinilai lebih mudah dipahami dibandingkan jenis media dan format digital lainnya, karena video memiliki 2 unsur, yaitu visual dan audio.

3. Gambar

Tak hanya video, gambar juga menjadi salah satu media penyampaian pesan viral marketing yang efektif. Apalagi saat ini, berbagi gambar telah menjadi hal yang lumrah. Hal ini didukung pula oleh banyaknya media sosial yang mengusung konsep berbagi gambar. Nah, agar konten gambar bisa menjadi viral, pastikan untuk memberikan bumbu humor yang menarik dan jangan lupa untuk mengajak mereka berbagi.

4. Email

Pengunaan pesan berlangganan atau email marketing juga bisa dimanfaatkan dalam strategi pemasaran viral. Tujuannya, agar tetap terkoneksi dengan konsumen. Di sisi konsumen juga akan mendapatkan keuntungan, yaitu mendapatkan informasi secara periodik tentang produk-produk dan promo-promo menarik bagi mereka.

5. Media Sosial

Media sosial saat ini bisa disebut sebagai media paling efektif untuk strategi pemasaran viral. Apalagi pengguna media sosial, saat ini sudah sangat masif dan terus bertambah. Di Indonesia, media sosial termasuk jenis media yang paling banyak digunakan oleh masyarakat.

Makanya, media sosial bisa dimanfaatkan sebagai salah satu cara pemasaran produk secara viral yang lebih efektif dan efisien dari segi waktu, cakupan dan biaya. Tak terhitung lagi banyaknya brand, produk maupun layanan yang menggunakan media sosial sebagai sarana pemasaran viral. Dan, nyaris semua jenis produk dan industri bisa memanfaatkan media ini mulai dari ritel, fast moving consumer goods (FMGC), teknologi, perbankan, dan lain sebagainya.

Prinsip ketiga dalam penerapan viral marketing strategy adalah memberikan motivasi kepada para penerima pesan. Pemasaran viral ini akan berjalan dengan sukses bila pesan yang disampaikan dapat memotivasi para penerimanya. Lalu, motivasi seperti apakah yang perlu dibangkitkan? Salah satunya, motivasi untuk mendapatkan hadiah atau keuntungan. Motivasi inilah yang mampu membuat penerima pesan bersedia untuk membagi pesan tersebut kepada orang lain.

Prinsip keempat atau terakhir, manfaatkan jaringan yang terdekat. Pada dasarnya, setiap manusia setidaknya akan terhubung minimal dengan sepuluh orang lainnya. Hubungan tersebut dapat berupa hubungan pertemanan maupun hubungan keluarga.

Bayangkan bila setiap satu orang jaringan terdekat memiliki sampai ratusan atau mungkin bahkan ribuan orang sekaligus? Tak dapat disangkal, pesan viral marketing pemasar dapat terjangkau hingga ratusan bahkan ribuan orang sekaligus. Untuk itu, mulailah menyampaikan pesan pemasaran viral dari orang terdekat terlebih dahulu.

Kelemahan Pemasaran Viral


Setelah bicara panjang dan lebar tentang kelebihan viral marketing, tak adil rasanya bila tak mengulas pula sisi kelemahan dari viral marketing. Viral marketing memiliki kelemahan, yaitu kemampuan penerima informasi dalam menangkap pesan dan informasi yang tentu berbeda-besa. Tidak semua orang mampu menerima pesan yang disampaikan dengan baik, karena tergantung pada tingkat pemahaman, minat serta motivasi yang berbeda-beda.

Sebagai pemasar, mereka tidak dapat menduga strategi viral marketing yang telah dilakukan apakah akan mendatangkan hasil yang baik. Namun, pemasar dapat melakukan pengukuran tentang sukses tidaknya strategi viral marketing yang telah dilakukan berdasarkan jangkauan dan feedback secara tidak langsung. Seperti komentar dan sharing dari publik atau penerima informasi.

Jika pesan ataupun produk yang ditawarkan dirasa tidak cukup memberikan manfaat, tidak menarik atau unik, pasti pesan tersebut tidak akan menjangkau lebih jauh. Atau, dengan kata lain memiliki jumlah shareability dan komentar yang rendah.

Untuk itu, pemasar dituntut untuk kreatif dalam menciptakan konten. Hal ini bisa dilakukan dengan minyisipkan humor,ide serta dalam aktivitas promosi pemasar. Cara ini secara tidak langsung dapat menyentuh otak bawah sadar target audience pemasar.

Selain itu, pemasar bisa menggunakan konsep lain seperti kejutan, fenomenal, memancing rasa takut dan penasaran. Seperti yang dilakukan oleh sebuah brand yang mengirimkan peti mati kepada tokoh publik tertentu yang menjadi targetnya dalam memperkenalkan brand terbaru mereka. Dan, cara ini cukup sukses meskipun sempat menuai kontroversi pula. Para pemasar dapat menyisipkan konsep ini agar pesan pemasaran viralnya dapat tersampaikan secara lebih efektif.

Ternyata, tidak sulit bukan, untuk membuat sebuah strategi pemasaran yang viral? Pastikan untuk menjalankan empat prinsip utama dalam menerapkan strategi vital marketing. Dan, bersiaplah untuk mengalami peningkatan popularitas brand serta meroketnya penjualan produk dan layanan kamu! (Marthapuri Dwi Utari)





Artikel Menarik:

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.