Header Ads

Ingin Lebih Produktif dalam Bekerja? Pahami tentang Produktivitas dan Cara Terbaik untuk Meningkatkannya

Ingin Lebih Produktif dalam Bekerja? Pahami tentang Produktivitas dan Cara Terbaik untuk Meningkatkannya — Bagi seorang pekerja, baik pekerja kantoran atau swasta, maupun seorang pekerja lepas, produktivitas tentu tak bisa dipisahkan. Sering kan kamu mendengar celetukan semacam “Produktif dong!” saat kamu sedang patah semangat atau mood lagi turun. Sebenarnya wajar sih kalau ada saatnya kamu berada dalam kondisi in a good mood ataupun in a bad mood. Namanya juga manusia ya, pasti ada saat-saat tertentu di mana kamu harus beradaptasi sesuai sikon (situasi dan kondisi).

Tapi, atas nama profesionalitas, menjunjung tinggi yang namanya produktivitas kerja boleh dibilang wajib hukumnya. Karena dari situlah, akan terukur sejauh mana hasil yang diharapkan dalam suatu pekerjaan. Kalau tidak produktif, sama saja dengan statis alias tidak berkembang.

Lalu, sebenarnya apa sih pengertian dari produktivitas itu sendiri?

tips cara terbaik efektif efisien meningkatkan produktivitas kerja karyawan karir manager wirausaha pelajar siswa mahasiswa pengertian definisi arti menurut ahli faktor mengukur keberhasilan berkualitas mutu
Gambar via magazine.job-like.com

Apa itu Produktivitas Kerja?


Ada banyak pakar yang mendefinisikan tentang apa itu produktivitas. Menurut Hasibuan (1996), produktivitas adalah perbandingan antara hasil (output) dengan masukan (input). Jika produktivitas naik, kemungkinan karena adanya peningkatan efisiensi (waktu, bahan, dan tenaga) serta sistem kerja, teknik produksi, dan keterampilan dari tenaga kerjanya.

Sedangkan Riyanto (1986) berpendapat bahwa produktivitas adalah suatu perbandingan antara hasil yang dicapai (output) dengan semua sumber daya yang diperlukan (input). Artinya, lebih menitikberatkan pada perbandingan antara hasil yang dicapai dengan peran tenaga kerja per satuan waktu.

Dari beberapa definisi yang diungkapkan para pakar, bisa diambil kesimpulan kalau produktivitas kerja merupakan kemampuan tenaga kerja dalam berproduksi dibandingkan dengan semua sumber daya yang telah digunakan di awal pekerjaan (input) sehingga menghasilkan sesuatu yang diharapkan sesuai dengan tujuan awalnya, bahkan melampaui.

Contohnya, misalkan kamu berada dalam sebuah sistem perusahaan yang sudah jelas job description tiap bagian atau divisinya, pasti ada indikator berhasil tidaknya sebuah project, kan? Kamu akan dikatakan produktif bila bisa mencapai indikator keberhasilan itu dalam jangka waktu yang ditentukan atau lebih cepat. Ataupun kamu berhasil menambahkan indikator tambahan yang ternyata berdampak besar pada hasil akhirnya.

Bagi seorang pekerja lepas di era ini, tentu mengukur produktivitas harus lebih ketat lagi. Sebab, dalam pekerjaan lepas, kamulah yang menjadi bos bagi diri sendiri. Saat kamu produktif dan menghasilkan lebih banyak output, tentu rekening kamu akan semakin menggelembung dan kepercayaan dari klien akan bertambah, sehingga kamu bisa dikatakan sebagai top freelancer di bidangmu dan menjadi yang paling dicari untuk sebuah project.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produktivitas


Kalau pengertian dan contoh tentang produktivitas sudah kamu mengerti, sekarang coba kamu simak lagi beberapa faktor yang bisa mempengaruhi produktivitas. Apa saja? Ini dia:

1. Faktor pekerjaan


Pekerjaan tertentu membutuhkan beberapa kecepatan yang terukur, misalnya seperti pekerjaan di bagian produksi barang. Ada baiknya untuk tipe pekerjaan yang seperti ini, dilakukan dulu time and motion study sehingga bisa didapatkan ukuran yang paling tepat untuk memperlancar pekerjaan itu sendiri.

2. Faktor tenaga kerja


Sumber daya manusia (SDM) juga merupakan faktor utama dari produktivitas kerja. Karena tentu saja, SDM adalah sesuatu yang aktif, sedangkan pekerjaan adalah sesuatu yang pasif, yang menunggu untuk digerakkan. Biasanya, tenaga kerja sangat tergantung produktivitasnya pada hal-hal seperti: gaji yang sesuai, kebutuhan untuk menunjang kinerjanya, dan 'the right man in the right place' atau orang yang tepat di tempat/posisi yang paling sesuai.

3. Faktor pendidikan


Latar belakang tenaga kerja yang berbeda-beda juga ikut mempengaruhi produktivitas kerja. Tenaga kerja dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi biasanya akan memiliki motivasi yang lebih tinggi untuk menuju jenjang karir yang lebih baik. Atau, lebih mudah mengerti arahan-arahan yang disampaikan terkait pekerjaannya.

4. Faktor kesehatan


Kesehatan baik lahir maupun batin dari tenaga kerja juga mempengaruhi dinamisnya seseorang dalam bekerja. Ini juga berkaitan erat dengan jam kerja dan porsi kerja yang sesuai untuk masing-masing posisi. Kesehatan adalah faktor terpenting bagi produktivitas. Bila seseorang terganggu kesehatan jasmani, apalagi rohaninya, biasanya akan berpengaruh signifikan pada produktivitasnya.

5. Faktor lingkungan kerja


Selain pekerjaan dan tenaga kerjanya, lingkungan kerja biasanya juga sangat mempengaruhi produktivitas. Lingkungan kerja ini bisa berasal dari segi fisik seperti kebersihan dan kenyamanan area, serta dari segi nonfisik seperti komunikasi yang baik antar tim dan antara "atasan" dan "bawahan".

6. Faktor Manajemen


Tidak dipungkiri, bagi seorang pekerja yang bergabung dalam sebuah perusahaan, manajemen yang kondusif juga merupakan kunci produktivitas. Manajemen yang baik yang ditunjukkan dengan SOP (standard operational procedure) yang jelas, gaya kepemimpinan yang lebih bersifat leader daripada boss, serta mendengarkan saran dan kritik dari timnya akan lebih berdampak positif dalam produktivitas kerja.

7. Faktor motivasi


Motivasi yang terus menerus, terutama dari pimpinan dengan kualitas leadership baik akan mampu mendorong produktivitas jauh lebih baik. Motivasi bisa dihadirkan lewat contoh nyata berupa sikap, selain dari model komunikasi semata.

8. Faktor pendukung lainnya


Faktor pendukung lainnya seperti peralatan atau kebutuhan untuk menunjang kinerja. Misalnya, dari segi pendanaan, peralatan secara fisik, akses, dan kemudahan perangkat lainnya.

Cara-cara untuk Mengukur Produktivitas Kerja


Setelah kamu tahu faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja, pastinya makin semangat ya untuk terus meningkatkan produktivitas. Nah, setelahnya, kamu juga harus tahu bagaimana cara mengukur produktivitas kerja itu sendiri.

Kenapa penting dilakukan pengukuran produktivitas kerja? Sebab dari sinilah, kamu akan tahu efektivitas dari pekerjaan yang telah dilakukan sedemikian rupa. Juga, penting untuk dilakukan penilaian atas prestasi yang sudah dilakukan tenaga kerja, sehingga pihak manajemen bisa memberikan apresiasi yang sesuai untuk makin menjaga ritme produktivitas yang sudah berjalan dengan baik.

Di atas itu semua, ini juga bisa menjadi masukan yang berharga bagi pihak manajemen untuk menyusun strategi dan kebijakan baru ke depannya.

Bagi seorang pekerja lepas yang bertanggung jwab terhadap diri sendiri, kamu juga bisa mengukur produktivitas kerjamu dengan mempertimbangkan berapa pekerjaan yang bisa kamu selesaikan dalam jangka waktu yang kamu maupun klien targetkan. Jangan lupa juga untuk meminta testimoni dari klien atas kinerja yang sudah kamu lakukan, sehingga bisa jadi evaluasi lagi ke depannya. Saat ada kekurangan, pacu diri sendiri untuk menerima itu sebagai bagian dari sebuah proses belajar dan berjanji untuk memperbaikinya terus menerus.

Dengan adanya pengukuran produktivitas kerja, pihak manajemen maupun kamu sendiri (jika kamu termasuk pekerja lepas), bisa mengetahui kemampuan yang dimiliki dan bisa terpacu untuk terus meningkatkan kualitas tenaga kerja atau kualitas dirimu sendiri.





Baca juga: 17 Aplikasi untuk Pebisnis yang Sangat Membantu dan Mampu Meningkatkan Produktivitas Kerja

Tips-tips untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja


Dan, ini dia tips yang pasti sudah kamu tunggu-tunggu. Bagaimana sih cara yang efektif untuk meningkatkan produktivitas kerja baik di lingkungan kantor maupun untuk pekerja lepas yang bekerja dari rumah atau dari mana saja? Berikut beberapa tipsnya :

1. Tahu apa yang akan dikerjakan


Pahami esensi dari mengapa kamu harus melakukan pekerjaan itu. Tanyakan pada diri sendiri, motivasi apa yang membuatmu harus menunjukkan yang terbaik dalam hal itu. Motivasi yang kuat dengan memahami esensi dari yang kamu lakukan akan membuat kamu semakin powerful dan tidak terlalu mempedulikan tantangan yang ada di depan mata.

2. Membuat daftar pekerjaan (to do list)


Setelah tahu pasti apa yang akan dikerjakan, coba susun to do list untuk membantu fokus pengerjaan sesuai dengan prioritas terpenting dan tentukan rencana pekerjaan serta waktu menyelesaikan pekerjaan tersebut. Buat pula target pencapaian yang bisa kamu check list jika telah tercapai.

3. Delegasikan tugas yang kurang penting


Hidup tentu bukan hanya soal bekerja saja, ada keluarga dan pekerjaan rumah tangga, serta kehidupan sosial lain yang juga mengambil porsi dari waktumu. Coba cermati lagi, pekerjaan apa yang kira-kira mudah dilakukan orang lain sebaik kamu melakukannya atau bahkan lebih baik. Tugas yang tidak terlalu menuntut pikiran dan tenagamu di situ, lebih baik bila didelegasikan.

Contohnya, dalam pekerjaan rumah tangga, kamu bisa mengalihkan tugas mencuci baju pada laundry terpercaya, atau tugas teknis lain pada orang lain atau tim kerjamu. Mendelegasikan tugas yang kurang penting akan membuat kamu menjadi lebih ringan dan memiliki waktu yang bisa dialokasikan untuk tugas yang lebih penting.

4. Disiplin pada diri sendiri


Sebaik-baiknya motivator adalah diri sendiri. Tetapkan dengan baik pada diri kamu standar disiplin yang perlu kamu pegang dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan. Salah satunya adalah dengan tidak menunda-nunda melakukan pekerjaan yang bisa dilakukan saat ini daripada menunggu nanti. Hilangkan pula gangguan-gangguan yang mungkin datang dari pikiranmu sendiri atau hal lain yang merusak fokus atau konsentrasi.

5. Asah inspirasi dari hal-hal di sekitarmu


Inspirasi tak harus datang dari sesuatu yang wah. Cukup dengan memperhatikan fenomena yang terjadi di sekitarmu, kamu akan mendapatkan hal-hal tak terduga. Misalnya, saat di pagi hari, kamu memperhatikan bagaimana suara burung di luar jendela, bagaimana kemacetan lalu lintas terjadi, hiruk pikuk orang lalu lalang, mendengarkan obrolan tak sengaja di sekitarmu, dan sebagainya.

Inspirasi juga bisa kamu cari dari sumber lainnya, seperti, majalah, buku, website atau blog tertentu, timeline teman-teman di circle yang positif di media sosial, maupun dari mengikuti sejumlah diskusi, workshop, ataupun seminar tertentu.

6. Ciptakan lingkungan kerja yang kondusif


Jika kamu termasuk pekerja yang harus stay di suatu tempat, buatlah lingkungan kerjamu kondusif. Misalkan jika kamu harus selalu ada di meja kantormu, bersihkan dan hiasi meja kerjamu dengan hal-hal yang membuat semangat. Bisa dengan peletakan peralatan kerja yang efekif, quote-quote penyemangat, target yang ingin dicapai dan reward yang kamu tetapkan sendiri, atau juga foto-foto orang dan keluarga tersayang.

Selain itu, yang nonfisik juga harus tetap kamu perhatikan ya. Misalkan, menjaga dari kemungkinan bergosip hal yang tidak perlu dengan teman kerja, ataupun prasangka-prasangka atas kondisi tertentu yang justru bisa jadi senjata makan tuan.

7. Jangan pelit untuk melakukan upgrading


Upgrading juga perlu kamu lakukan. Jika kamu mendapat tawaran dari pihak manajemen yang tak semua orang lain dapatkan, misalnya mewakili perusahaan dalam suatu event tertentu, jangan lewatkan kesempatan itu. Atau, saat kamu berinisiatif untuk berinvestasi pada suatu event yang menurutmu bisa mendukung produktivitas dalam bekerja, jangan pelit untuk itu.

8. Beri reward dan punishment pada diri sendiri


Reward tak harus menunggu dari orang lain seperti bos atau klien. Coba lebih menghargai diri sendiri dengan merayakan setiap keberhasilan yang telah kamu lakukan. Misalnya, saat kamu berhasil melakukannya tepat waktu untuk goal mingguan, kamu bisa menikmati wisata kuliner spesial ala kamu, atau memberikan hiburan tersendiri meskipun kecil.

Sebaliknya, ketika kamu tidak berhasil meraih target yang kamu tetapkan sendiri, kamu bisa melakukan punishment kecil-kecilan. Seperti mengurangi jatah makan malam atau pergi ke bioskop di kala weekend.

9. Lakukan evaluasi mingguan dan bulanan


Tentukan waktu yang tepat untuk mengevaluasi to do list yang sudah kamu buat di awal. Evaluasi ini akan membuat kamu mengukur kemampuanmu dan menyesuaikan untuk hasil yang lebih maksimal.

10. Lakukan olah tubuh


Percaya atau tidak, kesehatan otak yang membuat kamu berpikir lebih jernih akan sangat terbantu dengan olah tubuh yang baik. Hidup juga butuh keseimbangan. Saat berolahraga, biasanya setiap orang akan mampu membuang energi negatif dan mengisinya dengan energi positif karena tubuh sudah diberikan “ruang” sesuai dengan haknya. Lakukan jogging kecil-kecilan, senam, yoga, bersepeda, berenang, atau apapun yang kamu sukai untuk membuat tubuh dan otakmu lebih segar dan menjadi lebih produktif keesokan harinya.

Itu dia 10 cara untuk meningkatkan produktivitas kerja yang bisa kamu coba dan mulai terapkan sekarang juga. Dan, buktikan sendiri keampuhannya untuk mendukung produktivitas kamu. (Prita HW)





Artikel Menarik:

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.