Header Ads

Kreatif itu Perlu! Cari Tahu Cara Meningkatkan Kreativitas di Manapun dan Kapanpun

Kreatif itu Perlu! Cari Tahu Cara Meningkatkan Kreativitas di Manapun dan Kapanpun — Sudahkah kamu merasa kreatif sejauh ini? Kalau jawabannya belum atau bahkan tidak, wah hati-hati terhadap judgement yang kamu ciptakan. Yang perlu kamu tahu, kreativitas terbentuk karena kebiasaan (habit) yang terus menerus, bukan karena faktor genetik. Dan, yang perlu diingat pula, bukankah manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna?

Yup, manusia diciptakan dengan akal yang sering diasumsikan dengan kepintaran otak. Ada otak kanan dan otak kiri. Otak kanan sering diidentikkan dengan kemampuan berimajinasi dan dengan sendirinya mendorong pertumbuhan kreativitas itu sendiri. Sedangkan otak kiri lebih cenderung menganalisis masalah dan menjadi tidak kreatif.

Tapi, untuk bisa menjadi kreatif dan inovatif, menurut pakar kreativitas yang dikenal dengan creative junkies, Yoris Sebastian, kamu harus mampu menyeimbangkan kemampuan otak kanan dan otak kiri. Sebab kemampuan logika, analisis, dan matematis harus didukung dengan daya imajinasi yang kuat.

Sebenarnya, apa sih definisi kreativitas dan kenapa kamu perlu untuk be creative dalam kehidupan sehari-hari?

tips cara langkah strategi bagaimana meningkatkan kreativitas produktivitas efektivitas efisiensi karyawan staff manajer di kantor pelajar mahasiswa siswa sekolah kampus kuliah bekerja sukses berhasil
Gambar via educenter.id

Definisi/Pengertian Kreativitas


Ada beberapa definisi tentang kreativitas yang diungkapkan para ahli. Seperti Maslow, menurutnya, pengertian kreativitas adalah salah satu kebutuhan pokok manusia, terutama akan perwujudan diri (aktualisasi diri) yang merupakan kebutuhan tertinggi bagi manusia. Sedangkan Munandar berpendapat, pada dasarnya, semua orang di dunia dilahirkan dengan potensi kreatif. Dan, kreativitas tersebut bisa dipupuk dengan pendidikan yang tepat.

Menurut NACCCE (National Advisory Committee on Creative and Cultural Education), kreativitas adalah aktivitas imajinatif yang menghasilkan hasil yang baru dan bernilai.

Rhodes (dalam Munandar, 2009) menganalisis ada lebih dari 40 definisi tentang kreativitas. Ia pun menyimpulkan bahwa pada umumnya kreativitas dirumuskan dalam istilah pribadi (person), proses, produk, dan lingkungan yang mendorong (press) individu ke perilaku kreatif.

Bisa disimpulkan bahwa kreativitas adalah suatu proses yang menghasilkan sesuatu yang baru ataupun kombinasi, berbeda, dan unik yang lebih menekankan pada aspek proses perubahan (inovasi dan variasi).

Lalu, mengapa kamu perlu kreatif? Jawabannya, karena dengan memiliki kreativitas, kamu akan bisa beraktualisasi diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tidak saja untuk kepentingan dalam hal berkarier saja. Tapi lebih dari itu, akan memberikan sesuatu yang positif bagi diri sendiri untuk menjadi manusia yang lebih “hidup”.

Kreativitas diperlukan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti untuk membuat keputusan-keputusan dalam hidup, kamu juga perlu kreativitas. Kreativitas akan sangat diperlukan dalam menciptakan ide, mencari solusi sebuah permasalahan, mengerjakan tugas-tugas keseharian, hingga mengaplikasikan ilmu yang kamu dapat agar berguna bagi diri sendiri dan orang lain.

Dan, yang perlu diingat, kreativitas bukan cuma milik pekerjaan tertentu yang disinyalir sebagai pekerjaan kreatif saja. Misalnya pelukis, pekerja seni, desainer, penulis, film maker, dan sebagainya. Tapi, lebih luas dari itu. Seorang pengusaha atau bergerak di bidang bisnis pun sangat memerlukan kreativitas pastinya. Pebisnis dituntut menciptakan sistem yang efisien, produk yang berdaya jual dan berdaya tahan tinggi, dan pada saat yang sama, memikirkan cara pemasaran yang merangsang daya beli.

Aspek-aspek Kreativitas


Aspek-aspek kreativitas sangat tergantung pada bagaimana individu itu sendiri dalam mengembangkan potensi yang sudah dimiliki. Jika merujuk pada ciri manusia kreatif, menurut beberapa pakar psikologi dalam Munandar, 2009, maka orang kreatif adalah yang imajinatif, memiliki inisiatif, memiliki minat luas, bebas dalam berpikir, memiliki rasa ingin tahu yang kuat, selalu haus dengan pengalaman baru, selalu penuh semangat, enerjik, percaya diri, berani mengambil risiko, berani mengungkapkan pendapat, dan punya keyakinan diri yang kuat.

Aspek-aspek kreativitas menurut Kauffman dan Stenberg, 2006, terdiri dari ciri-ciri sebagai berikut :

1. Ciri aptitude


  • Fluency, yaitu kelancaran dan skill untuk mengeluarkan beberapa gagasan secara cepat dan berkualitas.
  • Flexibility, yaitu fleksibilitas dalam menjawab berbagai tantangan, mencari ide-ide cemerlang, berpikir out of the box, dan mencari solusi yang efektif bagi suatu permasalahan, dan membekali diri dengan cara pendekatan atau berpkir yang berbeda. Biasanya juga berpikiran terbuka terhadap hal yang baru.
  • Originality, yaitu skill yang mampu memunculkan ide-ide baru yang otentik dan unik.
  • Elaboration, yaitu skill mengerjakan sesuatu hingga ke persoalan detail dan memiliki ide yang selalu berkembang.

2. Ciri non aptitude


Ciri yang kedua ini erat kaitannya dengan sikap atau perasaan, juga motivasi yang mendorong untuk apa kamu harus melakukan itu. Terdiri dari :
  • Rasa ingin tahu
  • Selalu tertantang dengan kompleksitas
  • Bersifat imajinatif
  • Berani mengambil resiko
  • Memiliki sifat menghargai

Bagaimana Cara Meningkatkan Kreativitas?


Kreativitas bukan langsung menciptakan sebuah maha karya besar yang banyak disebut sebagai masterpiece, ya. Sesuatu yang besar pastilah dimulai dari langkah kecil terlebih dulu. Jika kamu terbiasa melakukan hal kecil yang terus menerus, maka percaya atau tidak, hal itu akan membawamu pada akumulasi kesuksesan kecil menuju kesuksesan besar.

Kreativitas terkecil akan membawamu pada kreativitas besar. Yang perlu dicatat nih, kreativitas itu tidak harus menghasilkan penemuan pertama tapi juga bisa berupa modifikasi dari penemuan yang sudah ada sehingga hasil modifikasi tersebut memberikan nilai tambah pada penemuan asalnya. Karya kreatif juga tidak selalu harus menghasilkan uang, tapi bisa bernilai sangat mahal saat kreativitas itu “menjual” dirinya sendiri.

Contoh kreativitas yang sampai saat ini kamu nikmati adalah adanya air mineral merk pertama, Aqua. Dulu, saat akan mengemas air mineral, pendirinya dianggap gila. Tapi, saat kreativitas itu terus menerus dimunculkan, saat ini hal tersebut jadi kesuksesan yang besar, kan?

Jadi, banyak orang-orang kreatif yang pada mulanya memang melakukan hal-hal yang dianggap berbeda di mata umum. Meminjam istilah Yoris, "Normal is not good, and break your routine!"

Ini dia beberapa cara yang bisa kamu terapkan untuk meningkatkan kreativitas dalam kehidupan sehari-hari:

1. Menghargai ide dengan mencatatkannya


Ide bisa berarti sangat mahal bagi yang benar-benar membutuhkannya. Maka, hargai sekecil apapun ide, baik berupa gumaman, suara hati, kegalauan, kekaguman, dan sebagainya yang biasanya muncul tiba-tiba. Selalu sedia blocknotes kecil dan pena. Atau, aplikasi untuk mencatat di smartphone kamu.

2. Evaluasi kegiatan harian sesaat sebelum tidur


Mengendapkan apa yang telah kamu alami seharian akan mampu memberikan masukan berharga tentang hal-hal apa yang perlu dikembangkan dan diminimalisasi untuk keesokan harinya.

3. Peka dengan lingkungan sekitar


Selalu 'bumbata' alias buka mata buka telinga dengan segala fenomena yang terjadi di sekitar kamu, baik disengaja ataupun tidak. Misalnya saat sedang menunggu jalanan yang macet, pasti ada situasi yang membuatmu berpikir dan menemukan ide. Bisa juga dari obrolan orang lain yang tak sengaja terdengar, timeline yang tiba-tiba muncul di notifikasi media sosial, dan sebagainya. Mengobrol dengan orang-orang baru yang tiba-tiba muncul di kehidupan kita juga akan memicu kreativitas.





Baca juga: Ingin Lebih Produktif dalam Bekerja? Pahami tentang Produktivitas dan Bagaimana Cara Terbaik untuk Meningkatkannya

4. Memperluas pergaulan dengan orang-orang yang beragam


Percayalah, manusia diciptakan di dunia memang dengan fitrah perbedaan untuk mengambil hikmah terdalam. Bergaul hanya dengan komunitas atau lingkungan yang sama akan membuat kamu cepat get bored. Sekali-kali, cari tahu komunitas yang berhubungan dengan hobi kamu, atau sengaja membuat janji dengan orang-orang yang menurut kamu bisa memberikan insight positif.

5. Membaca buku


Aktivitas membaca melalui gadget dan media kertas berupa buku memberikan dampak yang jauh berbeda. Buku akan menghidupkan imajinasi dan membuat kamu lebih kreatif. Luangkan waktu me time-mu meski sedikit, tapi rutin. Bawa selalu buku yang sedang kamu baca untuk berjaga-jaga jika ada jeda menunggu.

6. IkutI seminar, workshop, dan pertemuan lainnya


Seminar, workshop, dan diskusi-diskusi bermutu saat ini banyak digelar, baik yang sesuai keahlian keprofesian maupun berbasis hobi. Daftarkan diri kamu, cari inspirasi dari narasumber yang hadir, dan jalin relasi dengan orang-orang baru. Carilah acara yang sesuai dengan kebutuhan kamu untuk mendapatkan ide yang fresh.

7. Menonton film


Selain buku, tontonan visual seperti film juga bisa dijadikan referensi pengetahuan. Pilih film-film bermutu yang bisa diambil pelajaran di balik kisahnya dan asah kepekaan kamu untuk ide-ide baru dari film tersebut.

8. Melakukan games kecil


Games bisa berupa permainan yang kamu ciptakan sendiri seperti fun games bersama teman-teman atau keluarga tercinta. Bisa juga benar-benar bermain games pada layar visual untuk me-refresh pikiran, asal tahu batasnya. Atau, iseng-iseng menyusun puzzle, mengerjakan TTS (teka teki silang), ataupun membentuk Lego, dan permainan lain yang sudah lama tak kamu lakukan.

9. Olahraga atau melakukan perjalanan


Tempat yang baru biasanya juga dapat memberikan inspirasi baru. Cobalah bergerak dari tempat domisilimu saat ini. Olahraga keluar area juga akan membantu memperlancar peredaran darah yang mungkin terhambat karena rutinitas. Ataupun traveling secara khusus meski tak harus jauh, membantu kamu menemukan pengalaman yang juga tak kalah seru.

10. Selalu berpikir positif dalam memandang sesuatu


Setiap akan berpikir negatif, cobalah untuk berpikir sebaliknya dari sudut pandang yang berbeda. Pikiran yang positif akan direkam oleh otak untuk melakukan tindakan yang positif pula dan akan lebih meningkatkan kreativitas.

11. Selalu bertanya dan meminta feedback dari orang lain


Berpikir hanya dengan standarmu sendiri akan membuatmu tidak berkembang alias stagnan. Bukalah diri untuk selalu bertanya hal-hal yang tidak kamu mengerti dan mintalah feedback dari orang lain tentang karya atau hal yang sudah kamu ciptakan. Terima saran dan kritik dengan lapang dada sebagai bahan perbaikan.

12. Mencoba sudut pandang baru


Coba latih cara berpikir dan bertindak kamu yang “itu-itu saja” dengan sesuatu yang sedikit nyeleneh. Misalnya, kalau kamu biasa memakai jam tangan di pergelangan tangan kiri, coba pakai di pergelangan tangan kanan. Saat kamu melihat orang-orang sedang antri dan kamu ingin “membunuh” waktu, coba tebak karakter atau profesi mereka dari wajah dan cara berpakaiannya.

13. Lakukan brainstorming


Brainstorming dengan "banyak kepala" akan membuat kamu terbuka dan menemukan solusi dari permasalahan ataupun tantangan yang selama ini kamu pikirkan sendiri. Dari pikiran "banyak kepala" tadi, kamu akan lebih menghargai ide dan isi kepala setiap orang.

14. Belajar dengan menggunakan mentor


Mentor disini tidak harus berbayar secara profesional. Tapi saat kamu memiliki relasi yang expert di bidang yang sedang kamu tekuni, tak ada salahnya meminta bantuan dan menjalin komunikasi. Dengarkan setiap pengalaman terbaik dari mentormu, dan coba lakukan nasihat-nasihatnya.

15. Komitmen dengan planning yang sudah disusun


Setelah semua proses belajar dan meningkatkan kreativitas kamu lakukan, poin terpenting adalah mengimplementasikan semuanya pada planning yang telah kamu susun dan berkomitmen penuh untuk mewujudkannya dengan kemampuan terbaik.

Nah, bagaimana? Sekarang masih merasa tidak kreatif? Hm, berpikirlah sebaliknya. Coba lakukan 15 cara untuk meningkatkan kreativitas yang sudah dipaparkan di atas. Buatlah lompatan baru untuk kehidupanmu sebagai seorang individu kreatif yang kemudian akan memberikan inspirasi yang lain lagi bagi masyarakat sekitar dengan menerapkan kreativitas yang kamu punya.

Apalagi buat para pelaku bisnis, kalau kreativitas tidak diasah dari hal terkecil, kamu sama saja hanya menunggu kemunduran. Jangan sampai terjadi ya. Yakini, potensi kreativitas itu sudah ada dalam dirimu dan asah terus. (Prita HW)





Artikel Menarik:

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.