Header Ads

Kamu Pelaku Bisnis Online dan Ingin Melancarkan Jurus Soft Selling Lewat Facebook? Ini Bocorannya

Kamu Pelaku Bisnis Online dan Ingin Melancarkan Jurus Soft Selling Lewat Facebook? Ini Bocorannya – Saat ini, dunia bisnis bukanlah hal yang eksklusif untuk dimasuki semua kalangan. Berbeda dengan zaman dulu yang identik dengan dunia bisnis hanya milik kaum yang memiliki akses modal saja. Hal tersebut merupakan dampak dari perkembangan dunia maya dalam sisi positif.

Seperti yang dilansir Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), dalam hasil surveinya pada 2016, pengguna internet di Indonesia mencapai 132,7 juta. Dan sekitar 82,2 jutanya adalah pengunjung online shop yang notabene membawa perubahan perilaku baru dalam dunia bisnis di tanah air.

Pengunjung online shop tidak hanya diwadahi oleh berbagai marketplace saja, peran media sosial dalam ikut mendongkrak penjualan yang dilakukan pelaku bisnis online juga luar biasa. Masih menurut hasil survei APJII, tiga media sosial yang paling populer dibuka pengguna internet adalah Facebook, Instagram, dan YouTube.

tips trik strategi pemasaran marketing digital internet media sosial medsos facebook cara pasang iklan advertising kelebihan keuntungan kelemahan kekurangan berapa harga biaya tarif efektif sukses berhasil
Gambar via marketingland.com

Meskipun popularitas Facebook mulai tersaingi dengan Instagram, namun ternyata Facebook masih menempati urutan pertama yang paling banyak diakses pengguna internet, yaitu 71,6 juta pengguna. Sedangkan Instagram hanya 19,9 juta pengguna. Wow, memang terbukti kan kalau media sosial yang pertama kali digandrungi sebelum kemunculan media sosial lainnya ini masih menjadi favorit para pengguna internet?

Dan itu artinya, Facebook adalah pasar potensial untuk mendongkrak penjualan bisnis online-mu.

Hard Selling vs Soft Selling


Pernah mendengar istilah hard selling dan soft selling? Kalau belum, secara singkat, hard selling adalah penjualan yang dilakukan secara langsung dengan cepat dan terang-terangan (straight to the point). Sedangkan soft selling adalah penjualan yang dilakukan secara halus dengan perlahan-lahan seolah-olah calon customer tidak merasa sedang diberikan penawaran penjualan.

Sebenarnya, hard selling dan soft selling memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Artinya, jika keduanya bisa dikombinasikan dengan baik, maka hasilnya tentu akan lebih maksimal. Namun, mengingat di era ini, semua informasi sudah terbuka luas dari berbagai saluran, maka soft selling dirasa lebih mengena untuk mempengaruhi pembelian dari calon customer. Sedangkan hard selling sudah banyak ditinggalkan karena calon customer merasa terlalu “dieksploitasi”.

Seperti apa contohnya?

Hard selling biasanya dapat berupa iklan konvensional yang langsung terang-terangan menjual, seperti banner ads, email marketing, landing page, e-flyer yang langsung menunjukkan good point with good price, dan sebagainya.

Sedangkan soft selling biasanya dapat berupa konten berkualitas yang perlahan-lahan namun pasti akan membawa pada penjualan tertentu, seperti ulasan pada sebuah blog post, free e-book, webinar, dan bahkan status media sosial.

Metode soft selling banyak dinilai ampuh berbagai pemilik brand karena lebih menekankan pada value yang ditawarkan. Dan, value yang positif itu ternyata lebih membangun trust terhadap penjual. Ibarat teman yang sering memberikan nasihat positif, makin lama ia makin berdampak, dan kamu pun sebagai temannya akan menjadi lebih akrab dan dekat. Seperti itulah kira-kira analoginya.

Memberikan value adalah bagian dari proses pemasaran yang sedang kamu lakukan. Ingat, calon customer-mu tidak memiliki cukup waktu untuk mendengar promosi yang bertele-tele, mereka hanya ingin mengetahui: apa keuntungan yang mereka peroleh dengan produk kamu, mengapa mereka harus memilihmu, dan apa saja value yang bisa kamu berikan.

Langkah-langkah untuk Menjalankan Soft Selling di Facebook


Melakukan soft selling ternyata juga harus menentukan strategi yang tepat. Bukan lagi berpegang pada prinsip trial and error, tetapi lebih mengarah pada prinsip trial and learning to make it better. Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan:

1. Menentukan target customer dan konsisten mencarinya


Akun Facebook yang dimaksud di sini adalah melalui fanpage yang khusus kamu buat untuk keperluan bisnis online-mu. Kumpulkan teman-teman yang menyukai halamanmu sebanyak mungkin, namun pastikan mereka adalah potential members.

Misalnya, saat kamu menjual produk hijab, ya pastinya kamu akan lebih mudah bila menentukan target customer semacam mbak-mbak atau emak-emak muslim. Di mana mencarinya? Bisa di fanpage milik ustadz/ustadzah terkenal, grup kajian Islami, dan sebagainya.

Kalau misalnya kamu berbisnis buku, kamu akan lebih mudah mencari target customer di grup-grup pecinta buku dan bacaan bermutu, atau grup yang berkaitan dengan buku, semisal komunitas penulis, dan sebagainya. Bisa juga dengan mencari ke akun pesaing yang sudah lebih dulu memiliki brand besar dan memiliki engagement yang bagus.

2. Menentukan target penjualan (set goal target)


Goal atau tujuan bagi setiap orang dalam hidupnya adalah sesuatu yang harus dituju. Sehingga, setiap orang akan berusaha mengerahkan seluruh daya upayanya untuk melakukan usaha terbaik. Dalam dunia bisnis, tujuan akan tercapai dengan bantuan menentukan target penjualan.

Untuk menentukan sasaran pembeli dalam bisnis online dengan memanfaatkan Facebook, kamu harus mengetahui berapa jumlah member yang tertarget yang mau kamu tambahkan, berapa penghasilan yang juga mau kamu hasilkan, dan sebagainya. Kamu bisa membuat jumlahnya lebih nyata, misalnya target kenaikan member atau penyuka halamanmu dibuat 40-50 per hari, lalu target penghasilan dibuat 10-15 juta per bulan, dan sebagainya. Buat yang jelas, agar bisa ditingkatkan dalam jangka panjang bila kamu sudah konsisten melakukannya.





Baca juga: Kenali Seluk Beluk Viral Marketing dan Bagaimana Cara Menerapkannya Secara Tepat

3. Membesarkan target dengan konsisten


Teknik menulis (copywriting) yang baik atau kemampuan marketing yang hebat bila target customer-nya berjumlah sedikit, tentu tidak akan berjalan dengan efektif.

Artinya, kamu perlu memperbesar target customer-mu. Cek setiap hari dengan rutin, sudah ada penambahan berapa untuk per harinya. Cara membesarkan target ini bisa dengan konsisten add member misalnya per hari 20, maksimal 40. Jika dilakukan setiap hari, maka dalam sebulan akan bertambah sampai kurang lebih 1000 loh. Nah, itu merupakan cara yang aktif.

Ada pula cara yang pasif yaitu dengan fokus pada menciptakan konten yang menarik. Yang perlu digarisbawahi, konten bukanlah semua tentang produk atau jasamu. Tapi lebih mengarah pada value yang bsia kamu berikan dan biarkan order akan datang dengan sendirinya.

Misalnya dengan mambagikan tips-tips yang bermanfaat yang berkenaan dengan produk atau jasa yang sedang menjadi fokus bisnismu. Atau, membagikan sejarah di balik penciptaan produk atau jasa yang fenomenal, atau hal lain yang bersifat edukasi, dan memberikan value tanpa customer sadari. Dari situlah, biasanya mereka akan mencari tahu siapa si pembuat konten bermanfaat ini.

Akun Facebook pribadi juga bisa kamu gunakan untuk mendukung fanpage-mu. Kekuatan status yang bercerita mengalir akan lebih memberikan efek yang luar biasa, dan berikan link menuju fanpage-mu jika ada yang penasaran. Atau, kamu juga bisa membagikan kontenmu di fanpage dan ditambah kata-kata mengalir ala kamu, sesuai dengan kepribadianmu.

4. Memberi “asupan” target dengan konsisten


Setelah target customer kamu dapatkan, jangan biarkan mereka menjadi cold market. Tapi, tingkatkan menjadi warm market hingga menjadi hot market. Artinya, merekalah yang selalu antusias mencari sesuatu yang baru dari konten yang kamu berikan.

Caranya, konsisten untuk terus rajin update status yang bermanfaat yang menimbulkan interaksi. Setelah terjadi interaksi, misalkan ada komentar masuk, jangan lupa untuk me-like dan mengomentari kembali bila ada pertanyaan. Berikan apresiasi kalau kamu senang mendapat dukungan dari mereka. Bahkan, ketika mereka belum memberikan pernyataan akan membeli produk atau jasamu.

Perhatikan pula waktu-waktu untuk posting status. Baik fanpage maupun akun Facebook pribadi bisa diusahakan untuk update layaknya jadwal asupan makanan bagi manusia, yaitu 3 kali sehari, saat jam makan pagi, jam makan siang, dan jam makan malam. Sebab, di waktu-waktu santai itulah, kebanyakan orang sedang bersibuk ria membuka dan mengecek notifikasi media sosial.

O iya, interaksi yang baik yang tadi sudah disebutkan juga punya tujuan supaya status kamu terus menerus tampak di timeline dan dilihat orang atau tidak tenggelam.

Konten yang menarik, selain dengan teknik copywriting yang “menjual”, juga bisa diselingi dengan quotes, ucapan selamat pagi, selingi dengan edukasi dan tentang produk atau jasa kamu di sela-selanya. Dan, kalau kamu terlalu sibuk untuk selalu online, buat schedule post yang memungkinkan kamu men-setting tanggal publikasinya. Konten yang menarik juga bisa mengandung pertanyaan opini yang akan mengundang banyak traffic atau pernyataan menggelitik dikaitkan dengan fenomena yang sedang terjadi di sekitar kamu.

Ingat, untuk terus melakukannya dengan konsisten, meski hanya beberapa menit dalam sehari, misalnya kamu punya waktu 15-30 menit, maka lakukan saja dan lihat hasilnya dalam jangka waktu tertentu.

Beberapa Rules dalam Soft Selling


Setelah langkah-langkah yang bisa kamu terapkan untuk mempromosikan bisnis online-mu melalui Facebook, ada beberapa rules yang tetap penting diperhatikan agar langkahmu tak sia-sia, sebagai berikut :

1. Jangan terburu-buru dengan langsung menjual begitu saja


Perlakukan calon customer-mu seperti kamu ingin membeli sesuatu. Apakah kamu suka dengan model promosi yang dilakukan terus menerus dan mungkin terkesan berlebihan? Tetap ingat rumus untuk memberikan value secara gratis. Dan, biarkan mereka merasakan manfaatnya terlebih dulu.

2. Utamakan untuk membangun kepercayaan (trust)


Lewat value yang kamu berikan, sisipkan baik-baik apa yang akan mereka dapat bila melakukan order di tempatmu. Berikan mereka kepuasan atas kepercayaan yang sudah mereka rasakan lewat konten dan konsultasi cuma-cuma. Selalu berpikir untuk memberikan mereka keuntungan ekstra sehingga tidak saja mereka yang menjadi customer, tapi juga teman-teman yang akan mereka rekomendasikan tentang produk atau jasamu.

3. Selalu menjual secara halus


Dalam pembuatan konten, selalu sisipkan promosi di bagian tengah atau akhir konten dan jangan terkesan berlebihan seperti nada atau kata-kata memaksa atau pengulangan hal yang sama berkali-kali. Jangan berusaha menjual, tapi biarkan kata-kata “menjual” dengan sendirinya.

Yes, itulah cara-cara yang bisa kamu terapkan dalam memanfaatkan sebaik mungkin media sosial Facebook yang sampai saat ini masih menjadi primadona bagi pengguna internet. Cakupan Facebook memang lebih luas dan mencakup semua kalangan, karena mudahnya akses yang disediakan, baik membukanya melalui smartphone ataupun PC, dua-duanya nyaman.

Jadi, fungsi silaturahmi yang identik dengan media sosial ini bisa kamu maksimalkan sebaik mungkin dalam membangun interaksi sosial untuk kepentingan yang positif. Salah satunya ya bisnis. Apalagi kalau kamu termasuk pebisnis pemula, kesungguhanmu tentu akan memberikan aura tersendiri bagi social circle di sekelilingmu. Kalau sudah begitu, yang diperlukan cuma “tancap gas” mengimplementasikan langkah-langkah di atas, dan konsistensi. (Prita HW)





Artikel Menarik:

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.