Pahami Elemen-elemen yang Terdapat dalam Proses Komunikasi

Loading...
Pahami Elemen-elemen yang Terdapat dalam Proses Komunikasi — Dalam hidup, setiap manusia pasti selalu melakukan komunikasi, karena komunikasi merupakan salah satu faktor terpenting bagi eksistensi masyarakat saat ini. Pentingnya komunikasi yang efektif tidak hanya dalam dunia bisnis saja, tetapi juga dalam kehidupan pribadi. Denis McQuail, pakar komunikasi massa mengatakan, "komunikasi adalah pengiriman pesan bermakna dari satu orang ke orang lain".

Sedangkan menurut Harold D Lasswell, ilmuwan politik dan ahli teori komunikasi asal Amerika Serikat mengatakan, "komunikasi membedakan siapa yang mengatakan apa, di mana channel-nya kepada siapa dan dengan efek apa". Secara sederhana dan singkatnya, komunikasi merupakan proses memberi, menerima atau bertukar gagasan, informasi, sinyal atau pesan melalui media yang tepat.

Komunikasi adalah proses dinamis yang melibatkan serangkaian tindakan dan reaksi dengan maksud untuk mencapai suatu tujuan. Selain itu, komunikasi yang baik adalah proses dua arah. Ada beberapa elemen yang terlibat dalam sebuah proses komunikasi. Dan setiap elemen berperan penting dalam membuat komunikasi yang efektif.

Elemen-elemen komunikasi tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

elemen usur jenis macam komunikasi pengertian definisi bahan materi kuliah skripsi makalah mahasiswa studi kasus daftar pustaka sumber referensi publlic relations jurnalistik menurut ahli efektif efisien cara berbicara
Gambar via lynda.com

1. Komunikator atau Sumber


Komunikator atau sumber adalah orang (atau sesuatu) yang mencoba berbagi informasi. Ada dua kualifikasi yang diperlukan untuk menjadi sebuah sumber atau komunikator. Pertama adalah asal informasi yaitu komunikator tersebut menghasilkan data yang ingin dikomunikasikan. Kedua adalah kemampuan untuk mengirimkan informasi ini kepada penerima. Komunikasi yang efektif tergantung pada keterampilan, pengetahuan, persepsi, dan budaya komunikator. Komunikator harus mengetahui kemampuan menerima dan memahami penerima.

Komunikator bisa saja seorang pembicara yang berbicara atas nama dirinya sendiri, atau bisa pula gabungan berbagai individu dalam sebuah kelompok atau lembaga yang berbicara atas nama kelompok tersebut (bukan atas nama pribadi). Cara kerjanya adalah komunikator memahami gagasan atau ide atas informasi tersebut, menyiapkan pesan, memilih saluran distribusi, dan menentukan siapa penerimanya.

2. Pesan


Pesan merupakan informasi, gagasan atau saran yang ingin dikomunikasikan kepada penerima. Pesan adalah inti dari sebuah proses komunikasi. Bentuk pesan bisa berupa verbal dan non verbal atau dalam bentuk simbol atau kata-kata. Sebuah pesan yang ingin diinformasikan atau disampaikan harus jelas sehingga penerima memahaminya. Proses komunikasi tidak akan terjadi saat penerima tidak mampu memahami dan menafsirkan pesan dari komunikator.

3. Encoding


Encoding adalah proses menyusun pemikiran, gagasan, dan informasi menjadi simbol, bahasa, gambar atau tindakan komunikator sehingga penerimanya akan menerjemahkan pesan yang sama seperti yang diharapkan oleh pengirim atau komunikator. Pengkodean membutuhkan banyak usaha dalam merumuskan pesan dan artinya agar dipahami oleh penerima. Dalam proses ini, kunci bagi komunikator yaitu menggunakan simbol-simbol yang sudah tidak asing lagi bagi penerimanya. Cara terbaik yang bisa dikodekan oleh seorang komunikator adalah dengan memvisualisasikan pesan dari sudut pandang penerima.

Komunikator yang hebat adalah penerjemah yang hebat. Mereka tahu bagaimana mempresentasikan pesan mereka dengan cara yang dapat dimengerti oleh audiens (penerima) mereka. Mereka juga mampu mengidentifikasi informasi yang tidak berguna, tidak relevan atau bahkan secara tidak sengaja menyinggung, dan menghilangkannya terlebih dahulu melalui antisipasi.

4. Channel


Channel atau saluran adalah media yang memindahkan pesan dari pengirim ke penerima. Ada banyak kategori channel yaitu verbal, non-verbal, pribadi, non-pribadi, media massa atau interpersonal. Pemilihan channel ini tergantung dari pesan yang ingin disampaikan, tersedianya channel, biaya, dan efektivitas channel distribusi.

Komunikator yang baik adalah orang yang mengerti channel mana yang akan digunakan dalam situasi yang berbeda. Sayangnya, tidak ada channel yang sempurna, karena masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan. Kesuksesan dan kegagalan komunikasi tergantung pada pemilihan saluran atau channel yang tepat.

5. Decoding


Decoding dalam elemen komunikasi adalah sebuah proses di mana penerima menafsirkan pesan dan menerjemahkan menjadi informasi yang berarti baginya. Decoding juga bisa diartikan sebagai proses pengalihan pesan ke dalam bentuk yang sudah berbeda atau sudah menjadi sebuah gagasan. Bila penafsiran penerima terhadap pesan yang dimaksudkan oleh komunikator tepat, maka semakin efektif proses komunikasi yang terjadi.

6. Penerima


Penerima adalah orang yang menerima pesan yang dimaksud oleh komunikator atau pengirim. Ia adalah aspek terpenting dari proses komunikasi yang merupakan proses dua arah dan tidak lengkap tanpa penerima. Setiap perubahan atau pengabaian pada pihak penerima akan menghambat keseluruhan proses komunikasi. Seperti halnya komunikator yang dituntut untuk memiliki kompetensi dalam menyampaikan pesan, demikian pula dengan penerima pesan.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh penerima pesan supaya proses komunikasi berjalan dengan baik dan lancar. Di antaranya adalah keterampilan menangkap dan meneruskan pesan yang diterimanya; pengetahuan yang memadai tentang pesan yang akan diterimanya serta sikap yang siap untuk menerima, memberi atau meneruskan pesan dari komunikator kepada pihak lainnya.

7. Efek atau Dampak


Efek atau dampak adalah perubahan perilaku penerima saat menerima pesan dari pengirim. Penerima bisa jadi mengabaikan pesan, menyimpannya, membuangnya atau bahkan memberikan umpan balik ke sumbernya tergantung pada bagaimana pesan tersebut berpengaruh pada penerima. Komunikasi yang berhasil dapat dilihat bila efek yang dihasilkan sesuai dengan tujuan yang disampaikan dalam pesan atau artinya pesan berhasil disampaikan. Sebaliknya, komunikasi yang gagal bisa ditandai bila efek yang dihasilkan tidak sesuai dengan isi pesan, sehingga masih perlu dilakukan perbaikan.


Loading...



Baca juga: 7 Faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas Komunikasi

8. Feedback atau Umpan Balik


Umpan balik atau feedback adalah respon yang diberikan penerima kepada pengirim. Umpan balik bisa negatif atau positif tergantung bagaimana pesan diterjemahkan oleh pengirim dan penerima. Umpan balik memainkan peran penting dalam proses komunikasi karena menggambarkan bagaimana pesan tersebut telah ditafsirkan oleh penerima.

Respon atau feedback ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu feedback secara langsung maupun tidak langsung. Untuk feedback langsung, terjadi bila penerima pesan dan komunikator melakukan komunikasi secara langsung. Contohnya saat pembicaraan tatap muka. Dan, feedback langsung ini bisa dalam bentuk komentar maupun gesture tubuh.

Sedangkan feedback tidak langsung ini biasanya terjadi bila penerima pesan dan komunikator tidak melakukan kontak langsung dalam berkomunikasi. Biasanya, hal ini terjadi pada komunikasi yang melibatkan banyak orang atau disebut sebagai komunikasi massa. Feedback tidak langsung ini bisa berupa surat pembaca, jawaban atas survey atau polling.

9. Gangguan


Gangguan atau hambatan adalah faktor-faktor tertentu yang menyebabkan terhambatnya proses komunikasi. Faktor-faktor ini berdampak pada proses komunikasi. Gangguan ini biasanya berupa kesalahan pemaknaan pesan oleh penerima, sehingga pesan tidak tersampaikan dengan baik, sehingga proses komunikasi tidak berhasil dilakukan. Dan, sumber gangguan tersebut bisa berasal dari komunikator, pesan, channel ataupun si penerima pesan.

Bila gangguan berasal dari komunikator biasanya disebabkan oleh komunikator yang tidak kompeten atau tidak dapat menguasai situasi ketika menyampaikan pesan. Gangguan pesan ini misalnya saat pesan tidak sepenuhnya tersampaikan atau terpotong, atau bila pesan yang disampaikan oleh komunikator menggunakan bahasa yang kurang dimengerti oleh si penerima.

Sedangkan gangguan yang berasal dari channel seringkali terjadi pada media elektronik. Contohnya gangguan telepon karena sinyal yang buruk. Gangguan pada penerima biasanya berupa penerima yang kurang mendengarkan atau pengetahuan penerima mengenai pesan yang disampaikan oleh komunikator kurang memadai.

10. Filter


Elemen komunikasi selanjutnya adalah filter. Filter merupakan kerangka berpikir yang digunakan oleh penerima saat menerima pesan. Filter penerima pesan ini akan sangat menentukan sikap penerima pesan terhadap pesan, apakah menerima atau menolak pesan tersebut. Filter dalam komunikasi terbagi dalam tiga jenis, yaitu filter psikologis, filter fisik, dan filter budaya.

Pertama adalah filter psikologis. Filter ini kerapkali dipengaruhi oleh peristiwa atau kejadian yang pernah dialami oleh penerima pesan. Contohnya adalah saat penerima pesan pernah mengalami trauma terhadap orang dari suku atau ras tertentu, maka penerima pesan cenderung akan menolak komunikator yang berasal dari suku atau ras tersebut.

Kedua adalah filter fisik. Filter fisik ini biasanya dipengaruhi oleh kondisi ruangan tempat proses komunikasi berlangsung. Sebagai contoh udara yang panas, atau udara yang lembab, kursi yang tidak nyaman, atau penerangan yang tidak memadai.

Terakhir adalah filter budaya yang dipengaruhi oleh pandangan dan cara hidup yang berlaku di tempat penerima pesan tinggal. Misalnya saat penerima pesan yang tinggal di Jawa Tengah terbiasa dengan gaya bicara lembut, tentu akan berbeda dengan penerima pesan yang berasal dari Papua.

11. Pengatur


Elemen selanjutnya adalah pengatur. Pengatur dalam elemen komunikasi ini merupakan pihak luar yang secara tidak langsung akan mempengaruhi proses komunikasi termasuk aliran pesan dari komunikator kepada penerima. Pengatur di sini merupakan pihak yang memiliki wewenang untuk mengontrol isi atau struktur pesan yang akan disampaikan kepada penerima pesan.

Pihak yang disebut sebagai pengatur adalah pemerintah, pengadilan, lembaga, konsumen, atau narasumber. Contoh kongkritnya adalah pemerintah di mana ia dapat mencabut SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers) yang dimiliki oleh sebuah surat kabar. Contoh lainnya adalah komisi penyiaran yang berhak dalam menentukan sensor konten dalam televisi maupun layar lebar.

12. Konteks


Elemen terakhir dari proses komunikasi adalah konteks di mana komunikasi atau interaksi berlangsung. Komunikasi tidak berlangsung dalam ruang hampa. Konteks dari setiap tindakan komunikasi adalah lingkungan yang mengelilinginya. Hal ini termasuk, antara lain, tempat, waktu, acara, serta sikap pengirim dan penerima. Orang berkomunikasi secara berbeda di masing-masing tempat karena ada aturan komunikasi tidak tertulis atau yang biasa disebut sebagai norma yang mengatur konteks ini.

Saat ini, konsep konteks telah berkembang dan diperluas untuk mencakup jenis hubungan yang dimiliki dengan orang lain dan peraturan komunikatif yang mengatur hubungan tersebut. Contoh kongkritnya adalah komunikator tentu tidak berbicara dengan cara yang sama seperti kepada teman terbaiknya saat berkomunikasi dengan anak kecil, orang tua, atasan, atau dokternya. Secara sederhana, konteks ini selalu mengacu pada norma-norma yang mengatur komunikasi dalam situasi dan hubungan yang berbeda.

Komunikasi penting bagi setiap manusia. Dan, proses komunikasi akan selalu bersifat dinamis, kontinyu, dan kontekstual. Tidaklah mungkin untuk berpartisipasi dalam setiap elemen tanpa mengakui keberadaan dan fungsi elemen lainnya. Untuk itu, agar komunikasi berjalan dengan efektif diperlukan pemahaman tentang bagaimana berbagai elemen bekerja. Komunikasi yang berhasil dan efektif untuk individu, kelompok atau organisasi dimulai dengan implementasi proses komunikasi yang tepat. (Marthapuri Dwi Utari)

Artikel Menarik:

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.