Strategi Email Marketing yang Efektif dan Mendapatkan Respon Positif dari Calon Pelanggan

Loading...
Strategi Email Marketing yang Efektif dan Mendapatkan Respon Positif dari Calon Pelanggan — Zaman memang telah berganti. Sekarang, internet dan media sosial menjadi salah satu kebutuhan masyarakat. Pun demikian dengan pola penyebaran informasi. Masyarakat kini tidak lagi mengirim surat melalui pos dan beralih ke email atau surat elektronik (surel). Bahkan, saat ini terjadi kecenderungan mengalihkan pesan dengan tweet atau pembaruan status di media sosial.

Walaupun hal tersebut tidak lantas membuat affinitas masyarakat untuk menggunakan email menjadi berkurang. Bahkan, email sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat di mana mereka bisa mencari serta memperoleh informasi tentang segala hal. Dan, ketergantungan masyarakat terhadap email saat ini dimanfaatkan dengan baik oleh para penjual produk atau jasa untuk menjadikannya sebagai platform pemasaran produk atau jasa mereka. Maka muncullah email marketing atau email pemasaran sebagai salah satu bagian dari pemasaran digital.

Namun ternyata, membangun kampanye email marketing yang sukses bukanlah hal mudah. Email marketing tidak dapat dilakukan dengan sembarangan atau asal-asalan. Saat ini, bahkan telah tersedia email marketing tools baik yang gratis hingga berbayar demi strategi email marketing yang berjalan dengan sukses dan efektif.

tips trik cara teknik penulisan email marketing yang sukses berhasil efektif komunikasi bisnis promosi penawaran kerjasama proposal bahan materi jenis macam arti pengertian definisi kelebihan kelemahan digital internet social media medsos periklanan advertising advantage disadvantage
Gambar via marketingland.com

Pada kenyataannya, sebagian besar orang tidak tahu cara melakukan kampanye email marketing dengan benar. Hal itu membuat perencanaan email marketing sebuah tantangan yang besar bagi pemilik bisnis atau usaha kecil. Seringkali, pengusaha tidak memiliki alokasi waktu untuk melakukan perencanaan selain sekedar email tentang pengumuman dan promo.

Tapi, tentu saja, email pengumuman dan promo saja tidak cukup untuk menjaga agar pelanggan tetap terlibat. Idealnya, email pemasaran menjadi sesuatu yang selalu pelanggan nantikan untuk dibaca, sehingga mereka akan mengingat bisnis kamu meskipun mereka belum siap untuk membeli. Artinya, tidak seharusnya kamu mengirimkan jenis email yang sama setiap saat untuk pelanggan.

Ada beberapa aspek dalam email marketing yang sangat penting namun sayangnya sering dianggap remeh oleh para pemilik bisnis. Salah satunya adalah struktur email. Struktur email seringkali dianggap remeh sehingga pemilik bisnis kerap enggan untuk meninjau ulang redaksi email. Akibatnya, email marketing lebih terlihat dan terbaca seperti akun BOT yang kaku atau bahkan dikirim dengan bahasa yang persis sama kepada calon klien yang berbeda baik industri maupun jenis bisnis. Efek yang cukup fatal adalah pelanggan merasa terganggu dengan email marketing yang dikirimkan.

Jadi, agar kepentingan praktik bisnis berhasil ikuti panduan berbagai jenis kampanye email yang dapat dikirim untuk menjaga agar pelanggan tetap terlibat, dan bahkan meningkatkan penjualan. Ada sebelas hal penting yang harus diperhatikan agar strategi email marketing menjadi lebih efektif. Di antaranya adalah:

1. Judul email


Judul email menjadi salah satu hal penting dalam strategi email marketing karena judul email yang efektif merupakan sesuatu yang relevan bagi penerima email alias pelanggan. Judul email merupakan tampilan atau representasi pertama yang menentukan apakah penerima email akan tertarik untuk terlibat dan membaca lebih jauh. Oeh sebab itu, buatlah judul email dengan perhitungan yang matang serta yang cukup menjelaskan seluruh maksud dari sebuah email marketing yang dikirimkan.

2. Sapaan pembuka (greetings)


Sapaan pembuka merupakan salah satu aspek penting dalam email marketing. Hal ini terutama berkaitan dengan aspek kesopanan pada saat menyapa di awal untuk pertama kali. Terlebih lagi, bila kamu bertujuan untuk menjual sebuah produk dan menjalin hubungan bisnis yang baik dengan pelanggan di masa depan. Selalu gunakan sapaan yang formal, sopan, namun tetap bersahabat.

3. Menawarkan keuntungan yang nyata


Pada dasarnya, manusia paling tidak suka terhadap komunikasi yang bertele-tele. Terutama saat seseorang sedang mencari informasi yang ia butuhkan dengan cepat di akun email-nya. Oleh karenanya, biasakan untuk to the point dalam email marketing yang dikirimkan kepada pelanggan atau prospek. Selalu tonjolkan bagian potensi keuntungan yang akan didapatkan oleh si penerima email bila menindaklanjuti prospek yang disebutkan di dalam email marketing itu. Potensi keuntungan yang nyata akan lebih mudah menarik pelanggan atau prospek untuk menindaklanjuti email marketing yang telah diterimanya tersebut.

4. Tonjolkan kalkulasi potensi keuntungan


Dalam bisnis, setiap orang pasti mencari keuntungan. Apalagi, keuntungan bisnis yang ditawarkan selalu dihitung atau dikalkulasi dengan seksama. Sedangkan dalam konteks keuntungan prospek yang ditawarkan sebuah email marketing, marketer harus dengan cerdas dan jeli mengedepankan keuntungan yang jelas kepada pelanggan atau prospeknya. Gunakan atau berikan angka/hitungan yang konkret bagi si penerima email agar ia juga bisa mengkalkulasi atau menghitung keuntungan serta pengeluaran yang harus ia lakukan jika menindaklanjuti tawaran prospek yang disebutkan di dalam email tersebut.

5. Menarik pelanggan untuk membalas email


Yang tak kalah menantang dari strategi email marketing adalah penggunaan frase yang menarik pelanggan atau prospek untuk membalas email. Aspek ini cukup menantang bagi marketer karena dengan kemampuan ini akan menarik keinginan si penerima untuk membalas email marketing tersebut. Bila hal ini dapat dilakukan dengan benar, maka dapat dipastikan email marketing akan menghasilkan keuntungan yang signifikan dan berkelanjutan. Intinya, seorang email marketer harus mampu meyakinkan si penerima alias prospek untuk membalas email marketing serta memastikan waktunya tidak akan terbuang percuma dengan membalas email itu.


Loading...



Baca juga: Kenali Macam-macam Media Sosial dan Optimalisasinya untuk Mendukung Personal Branding-mu

6. Nama pengirim dan kontak


Layaknya mengirimkan sebuah surat atau email profesional lainnya, yang selalu memberikan nama pengirim. Terlebih untuk email marketing, jangan lupa untuk membubuhkan nama pengirim dan kontak lengkap yang aktif untuk si penerima pada akhir email. Hal ini untuk mempermudah penerima dalam menindaklanjuti penawaran yang ada pada email tersebut.

Yang tak kalah penting, saat prospek menindaklanjuti penawaran email marketing, pastikan kamu selalu aktif, responsif, dan mudah dijangkau oleh pelanggan atau prospek. Mengapa penting? Apalagi kalau bukan untuk mencegah dan menghindari larinya leads atau pelanggan yang telah tertarik dengan penawaran email marketing tersebut.

7. Kirim email marketing pada malam hari


erdasarkan hasil studi dari Experian, Email Marketing Benchmark Study 2012 menyebutkan bahwa waktu pengiriman email promosi atau marketing yaitu antara jam 7-10 malam. Mengapa demikian? Pada umumnya, email promosi yang dikirimkan pada jam kerja justru akan saling menumpuk dengan email yang berkaitan dengan pekerjaan lainnya atau bahkan dengan email marketing dari kompetitor yang memenuhi inbox si penerima email. Sehingga, membuka email marketing akan cukup menyita waktu dan konsentrasi untuk membuka dan membacanya satu per satu. Belum lagi, email yang berkaitan dengan pekerjaan yang menjadi prioritas utama pada jam kerja tersebut.

Oleh sebab itu, email marketing yang dikirimkan pada malam hari — bahkan tengah malam — bisa menjadi strategi untuk melawan arus dari kompetitor. Email marketing yang dikirimkan di malam hari secara otomatis akan berada di daftar paling atas email pelanggan saat mereka sedang beristirahat. Dengan demikian, potensi email marketing itu akan dibaca menjadi lebih besar.

8. Kirim email pada akhir pekan


Salah satu rahasia dari strategi email marketing yang sangat efektif adalah dengan mengirimkan email di akhir pekan. Berdasarkan data dari Harland Clarke menyatakan bahwa sebanyak 26,9% email yang dikirim pada hari Rabu hanya dibaca 15,6%; sedangkan dari 5,5% email yang dikirim pada akhir pekan, tingkat keterbacaan email mencapai 32,5%. Hal ini disebabkan oleh jumlah email yang diterima oleh seorang pegawai akan lebih sedikit di akhir pekan bila dibandingkan di hari kerja di mana email terkait pekerjaan akan mendominasi inbox penerima email alias pelanggan.

9. Call-to-action yang jelas


Tujuan utama dari mengirimkan sebuah email marketing adalah untuk menarik penerima email agar ia melakukan tindakan yang diinginkan oleh pemilik bisnis segera setelah menerima dan membacanya. Oleh sebab itu, sebelum mengirimkan email marketing, tentukan dahulu tindakan apa yang ingin dilakukan oleh penerima email.

Langkah ini merupakan salah satu hal terpenting dari semuanya karena ketika tujuan sudah ditetapkan, maka akan sangat memengaruhi seluruh struktur email marketing. Tipsnya, sebelum membuat email marketing, tanyakan pada diri sendiri apa yang sebenarnya diinginkan yang penerima lakukan setelah menerima email marketing? Apakah menelepon balik? Mengklik link yang diberikan dalam email? Atau, berbelanja ke website dan lain sebagainya.

Dengan demikian, tujuan sebuah email marketing menjadi sangat penting. Karena di dalam bisnis, sebuah ketidakjelasan merupakan awal dari sebuah bencana. Apalagi, setiap calon klien atau konsumen selalu menginginkan dan menuntut kejelasan kepada pemilik bisnis. Oleh sebab itu, dengan semakin jelasnya tujuan sebuah email marketing, akan semakin meyakinkan bagi si penerima untuk melakukan tindakan yang diinginkan oleh pemilik bisnis.

10. Riset target market


Dalam dunia bisnis, riset menjadi salah satu aspek penting yang menunjang keberhasilan sebuah bisnis. Tanpa riset, strategi bisnis tidak memiliki dasar atau fondasi yang kuat dan berkemungkinan strategi yang dibuat berkesan sembarangan atau asal-asalan. Demikian pula dengan strategi email marketing ini.

Selalu lakukan riset terhadap calon klien atau prospek yang menjadi target market kamu. Hal ini berkaitan dengan identifikasi kebutuhan, cara berkomunikasi serta tone atau bahasa yang digunakan dalam email marketing tersebut agar penawaran menjadi lebih akurat dan potensial untuk ditindaklanjuti oleh pelanggan atau prospek kamu. Jangan sampai marketer mengirimkan email marketing yang tidak pas atau sesuai dengan target market dari bisnis tersebut.

11. Jangan terlalu panjang


Yang harus dicamkan oleh marketer adalah jangan pernah menulis email marketing yang terlalu panjang. Mengapa? Hal ini untuk menghindari bertele-telenya penawaran email marketing yang akibatnya malah melesetnya pemahaman pelanggan atau prospek terhadap penawaran tersebut. Pastikan untuk membuat email yang ringkas dan to the point yang mudah untuk dipahami serta ditindaklanjuti oleh pelanggan atau prospek.

Pelanggan atau calon prospek bisnis pasti ingin tetap berhubungan dengan kamu. Seorang pemasar yang baik harus mampu melakukannya dengan cara yang memberi mereka sesuatu yang bernilai. Caranya? Dengan mengikuti tips penerapan email marketing ini, kamu bisa menambah tingkat berlangganan bisnis kamu dan membuat orang berlangganan untuk jangka panjang. (Marthapuri Dwi Utari)

Artikel Menarik:

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.