Ingin Berbisnis Franchise? Yuk, Kenali Dulu Sistem Waralaba Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Ingin Berbisnis Franchise? Yuk, Kenali Dulu Sistem Waralaba Beserta Kelebihan dan Kekurangannya — Saat ini, ada banyak kemudahan bagi siapapun yang ingin berbisnis. Informasi pasar mudah didapat, berbagai jenis produk dan inovasi sudah banyak dibuat, berbagai macam sistem bisnis pun sudah ada. Kamu tinggal ingin memilih apakah kamu ingin berbisnis online di dunia maya, bisnis retail yang produknya sudah ada, atau kamu bisa memilih bisnis franchise. Bagi kamu yang masih pemula dan ingin menghasilkan keuntungan cepat, kamu bisa berbisnis franchise atau waralaba.

Mengenal Bisnis Franchise/Waralaba


Franchise dalam bahasa Perancis berarti hak atau kebebasan. Pemerintah Indonesia mengartikan bisnis franchise dengan definisi perikatan yang salah satu pihaknya diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI), atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan atau penjualan barang dan jasa.


Loading...



Dengan bahasa sederhana, bisnis franchise mengizinkan kamu untuk menjual produk dan jasa layanan dari perusahaan lain sesuai dengan kesepakatan dan izin dari perusahaan tersebut. Jadi, dengan sistem franchise, kamu tidak perlu lagi mencari inovasi produk yang akan dijual, dan kamu tidak perlu merancang strategi bisis baru. Kamu hanya perlu mengikuti prosedur dari perusahaan induk (franchisor atau pemberi waralaba).

Sistem bisnis franchise ini berbeda dengan membuka cabang. Keduanya sama-sama merupakan bentuk ekspansi usaha. Akan tetapi, jalinan kepercayaan dan keterlibatan partner di antara kedua jenis ekspansi ini jauh berbeda. Membuka cabang dilakukan oleh perusahaan yang memiliki cukup dana, ingin rahasia bisnisnya tetap aman, pengontrolan lebih mudah atau dalam jangkauan dan mau untuk mengurusi karyawannya sendirian.

Sedangkan sistem waralaba atau franchise dipilih ketika perusahaan tidak punya dana yang berlebih untuk buka cabang, mau untuk membagi informasi perusahaan kepada mitra, dan tidak mau mengurusi karyawan secara detail.

Jika kamu ingin menjalankan bisnis franchise, ada beberapa hal yang harus kamu ketahui terlebih dahulu sebelum akhirnya benar-benar terjun dalam dunia franchise.

Kamu, sebagai franchisee atau penerima waralaba harus membayar dua hal kepada franchisor, yaitu franchise fee dan royalty fee jika kamu benar-benar ingin berbisnis franchise. Pada awal kesepakatan dan sebelum berbisnis, kamu harus membayar franchise fee atau modal awal kepada franchisor. Franchise fee ini sebenarnya digunakan untuk membayar lisensi atau hak merek dagang perusahaan induk dan hak untuk menggunakan (meminjam) pedoman operasional selama jangka waktu franchise. Berapa besarnya tergantung dari kebijakan franchisor. Biasanya, modal awal tersebut mencakup:

1. Survei lokasi
2. Design layout
3. Informasi berupa daftar inventori awal, termasuk stok barang yang dibutuhkan
4. Sourcing (pencarian supplier) untuk initial inventory dan stok barang
5. Bimbingan dan diskusi untuk menyusun business plan
6. Rekruitmen dan tahu seleksi para pegawai pemula
7. Penyelenggaraan pelatihan awal

pengertian arti definisi manfaat tujuan franchise waralaba peluang bisnis opportunity wirausaha pebisnis pengusaha sambilan sampingan penghasilan pendapatan omset gede besar jutaan milyaran cepat sukses kaya raya berhasil kelebihan kekurangan kelemahan jenis macam kantor perusahaan pusat cabang proposal pendaftaran kerjasama perjanjian pembagian keuntungan kerugian
Gambar via brontax.net

Walaupun secara umum franchise fee meliputi pembayaran di atas, tetapi kamu tetap harus kritis dan menanyakan kepada franchisor tentang fasilitas apa saja yang akan didapatkan ketika membayar modal awal tersebut sehingga meminimalisasi terjadinya kesalahpahaman dalam komunikasi.

Sedangkan royalty fee adalah biaya yang harus dibayarkan setiap bulan setelah geraimu beroperasi. Biasanya, royalty fee digunakan untuk membayar kelangsungan operasional pewaralaba dalam kaitannya dengan bimbingan berkesinambungan bagi para terwaralaba, pelaksanaan audit waralaba, dan evaluasi bisnis yang keduanya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari bimbingan berkesinambungan, penelitian dan pengembangan (research and development / R & D), pengelolaan merk serta strategi pemasaran.

Berapa besarnya juga berbeda-beda setiap franchisor. Akan tetapi, biasanya pembayaran royalty fee yang diterapkan franchisor menggunakan sistem persentase dari total dan kelipatan penghasilan yang kamu dapatkan setiap bulan. Ada juga beberapa perusahaan induk (franchisor) yang menerapkan sistem flat, yaitu pihak franchisor tidak mengubah jumlah royalty fee berapapun kelipatan penghasilan yang kamu dapatkan setiap bulan.

Ada beberapa jenis franchise yang umumnya digunakan di Indonesia, yaitu:

1. Product Franchise


Adalah bentuk franchise di mana franchisee memiliki hak untuk mendistribusikan produk dari franchisor dalam area yang disepakati. Franchisor menggunakan produk franchise untuk mengatur bagaimana cara pedagang eceran atau franchisee menjual produk yang dihasilkan oleh produsen. Selain memberikan hak untuk mendistribusikan produk, franchisor juga mengizinkan pemilik toko atau franchisee untuk menggunakan nama dan merek dagang pabrik. Franchisee harus membayar biaya atau membeli persediaan minimum sebagai timbal balik dari hak-hak ini.

2. Business Format Franchise


Ini adalah bentuk franchise yang paling menyeluruh dan sering dipraktikkan. Dengan metode ini, franchisor menyediakan suatu metode yang telah terbukti untuk mengoperasikan bisnis bagi franchisee dengan menggunakan nama dan merek dagang dari perusahaan. Pihak franchisee mendistribusikan produk dan jasa franchisor di bawah hak cipta pihak franchisor sekaligus mengimplementasikan format dan prosedur yang diberlakukan oleh pihak franchisor dalam bisnis tersebut. Seluruh syarat dan ketentuan dalam menjalankan bisnis tercantum dalam sebuah kontrak yang mengikat secara hukum.

Umumnya, perusahaan induk menyediakan sejumlah bantuan tertentu bagi pemilik bisnis. Kadang-kadang, perusahaan juga mengaharuskan pemilik bisnis untuk membeli persediaan dari perusahaan. Contohnya adalah bisnis franchise KFC dan McDonald.

3. Management Franchise


Merupakan sebuah bentuk waralaba di mana perjanjian dilakukan antara pihak franchisee dan franchisor, dengan ketentuan bahwa franchisee menyediakan management expertise, format dan/atau prosedur untuk menjalankan bisnis. Contohnya adalah franchise di dunia entertainment, seperti adanya American Idol dan Indonesian Idol.

4. Retail Franchise


Adalah bentuk franchise toko retail dengan konsep walk-in customer. Franchise bentuk ini membutuhkan sejumlah karyawan karena hubungan langsung dengan pelanggan dan sistem pelayanan menjadi poin utama. Biasanya, retail franchise juga memiliki jam-jam waktu bekerja sama seperti toko-toko pada umumnya. Contoh dari retail franchise adalah Indomaret, Alfamart.

5. Manufacturing Franchise


Manufacturing franchise adalah suatu jenis bentuk waralaba yang mengijinkan franchisee-nya untuk membuat dan meracik suatu produk, kemudian dijual kepada masyarakat dengan menggunakan merek dagang dari franchisor. Biasanya sering digunakan dalam industri makanan dan minuman.

6. Investment Franchise


Investment franchise adalah salah satu jenis usaha kemitraan yang identik dengan menginvestasikan sejumlah dana yang besar ke dalam usaha franchise yang ada tanpa harus terjun langsung ke dalam sistem dan manajerialnya. Tanpa turun tangan, pihak franchisee malah akan membentuk dan mengutus sebuah tim yang mencakup manajer untuk melihat apakah bisnis dapat berjalan dengan lancar.


Loading...



Baca juga: Cara Membuat Proposal Usaha dan Tips Untuk Membuatnya Lebih Efektif

Keuntungan dan Kerugian Menjalankan Bisnis Franchise


Sekelumit tentang keuntungan berbisnis franchise sempat diuraikan sebelumnya. Berbisnis franchise menjadi pilihan tepat bagimu yang baru ingin memulai bisnis dan ingin memiliki usaha dengan cepat dan berisiko rendah. Ketika kamu memilih bisnis franchise, kamu akan mengalami learning curve yang lebih singkat. Kamu tidak perlu merasakan panjangnya perjuangan jatuh bangun memulai usaha seperti berinovasi mencari ide produk, mempelajari konsumen, dan pangsa pasar, atau menyusun manajemen.

Kamu hanya tinggal mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh pihak franchisor atau perusahaan induk. Dengan demikian, risiko kegagalan yang akan kamu alami akan lebih rendah. Kamu akan mendapatkan bantuan usaha seperti desain layout ruangan, suplai bahan baku terjamin, pembimbingan manajerial, dan pelatihan. Kamu memiliki rekan kerja yang kuat.

Selain itu, biasanya merk dagang dari pihak franchisor sudah merupakan merk terkenal. Jadi, kamu tidak perlu repot-repot dalam mencari konsumen. Dalam melakukan kegiatan promosi pun biasanya sudah terintegrasi dengan perusahaan induk, sehingga kamu tidak perlu pusing-pusing!

Memiliki risiko rendah, bukan berarti berbisnis franchise tidak berisiko sama sekali. Ada juga kelemahan dari bisnis franchise yang harus kamu tahu. Bisnis franchise ini tidak cocok untuk kamu yang ingin mengepakkan sayap lebih lebar di dunia bisnis. Bisnis tersebut memang sudah resmi menjadi milikmu, akan tetapi segala kebijakan yang diterapkan masih milik franchisor. Artinya, sistem bisnis franchise mengharuskan kamu terikat dengan peraturan-peraturan dari pihak franchisor. Sewaktu-waktu, pihak franchisor juga bisa menarik usaha yang kamu jalankan kalau mereka merasa tidak diuntungkan dengan cara memutuskan kontrak atau tidak memperbarui kontrak kerjasama.

Selain itu, walaupun kamu sudah menggunakan merk dagang yang terkenal, tapi itu bukan menjadi jaminan bisnis franchise-mu akan sukses 100 %. Semua masih tergantung pada kecermatanmu sebagai manajer untuk menjalankan usaha dan melihat peluang. Memang, kamu tidak perlu belajar bisnis dari awal ketika menerapkan sistem franchise, tetapi bukan berarti lantas kamu tidak belajar sama sekali, kan?

Kamu juga harus mengerti bahwa terkadang ada beberapa janji yang tidak ditepati oleh franchisor. Jadi, menjalin komunikasi yang baik dan mengadakan perjanjian yang jelas antara franchisor dan franchisee sangat harus dilakukan sebelum memulai bisnis ini.

Ada pula berapa hal yang harus dipertimbangkan ketika kamu ingin berbisnis franchise. Kamu harus menyiapkan dana segar. Karena tidak selamanya franchisor akan menggelontorkan dana segar saat kamu membutuhkannya. Kamu memang sudah membayar biaya awal atau franchise fee di awal, akan tetapi kamu harus ingat bahwa itu hanya modal awal. Kamu masih membutuhkan dana untuk mencukupi biaya operasional ketika usahamu sudah berjalan. Baik menjadi franchisor ataupun franchisee, keduanya membutuhkan dana yang cukup besar. Perlu kamu ketahui, bahwa banyak bisnis-bisnis franchise yang tumbang karena masalah ini.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, maka kamu juga perlu melakukan seleksi baik dalam memilih franchisor maupun franchisee. Pilihlah franchisor dan franchisee yang memiliki jejak rekam baik, benar-benar handal, memiliki manajerial yang cukup matang, dan dapat memenuhi kewajibannya kepada mitra dengan baik.

Perlu kamu ketahui, bahwa saat ini bisnis franchise telah memiliki payung hukum di Indonesia, yaitu PP No. 7 Tahun 2006. Peraturan ini dibuat untuk melindungi baik franchisor dan franchisee dalam menjalankan kerjasama. Jadi, pastikan kamu juga membacanya dan mempelajarinya dengan cermat ya sebelum memulai bisnis.

Baik berbisnis online di dunia maya, atau franchise pun pasti memiliki rintangan dan halangan. Tidak ada bisnis yang mulus dan aman-aman saja. Maka, ketika kamu memilih untuk berbisnis franchise pun, tetapkan pola pikir bahwa kamu adalah pebisnis atau pengusaha yang siap menghadapi rintangan dan belajar dari kesalahan untuk meraih kesuksesan. Tidak ada rintangan yang tidak berarti. Semuanya ada untuk menjadikanmu lebih hebat lagi. Selamat mencoba jadi pengusaha sejati. (Prita HW)

Artikel Menarik:
Loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.