2/25/2018

Berawal dari Industri Perlengkapan Berkuda, Hermès Kini Menjadi Incaran Para Sosialita

Berawal dari Industri Perlengkapan Berkuda, Hermès Kini Menjadi Incaran Para Sosialita — Siapa yang tidak kenal dengan Hermès? Brand asal Prancis yang mendunia ini sudah lebih dari 150 tahun eksis sebagai merek fashion yang mewah dan berharga di dunia. Menurut para konsumen setia Hermès, mereka mengaku bahwa memiliki produk dari Hermès merupakan salah satu kebanggaan tersendiri. Apalagi, Hermès bukan hanya menjadi ikon fesyen yang populer di Eropa saja, namun sudah sejak lama menempati jajaran brand kelas internasional. Hal ini terbukti dari kemampuan Hermès menjadi brand yang kuat di tengah bermunculannya merek high fashion lain yang tak kalah populer seperti Louis Vuitton, Channel, Gucci, dan merek terkenal lainnya.

Tahukah sobat, Hermès bukan hanya sekedar desain, inovasi, dan bentuk pemikiran yang kreatif saja. Namun di balik kesuksesannya, Hermès sudah menunjukkan kemampuannya dalam menghadapi tantangan pasar modern dan industri persaingan global yang sangat ketat. Publik bahkan mengatakan bahwa Hermès memiliki pondasi yang sangat luar biasa dan solid yang tidak dimiliki merk-merk lainnya. Memang tak bisa dipungkiri, para pemilik produk Hermès saat ini sudah pasti dianggap sebagai kalangan sosialita. Penasaran bagaimana Hermès bisa berada di titik saat ini? Yuk, intip sejarah Hermès secara lengkap di artikel kali ini.


Loading...



Bukan Berawal dari Toko Fashion, Tapi Industri Pelana Kuda


Jangan berpikir bahwa Hermès sebagai brand yang mendunia ini berawal dari toko yang menjual jajaran produk fashion dan aksesoris. Pada tahun 1837, Thierry Hermès selaku pendiri Hermès membangun sebuah industri pabrik kecil yang khusus membuat perlengkapan untuk para bangsawan di masa itu. Bukan berupa tas atau perhiasan yang indah, industri tersebut memproduksi peralatan dan perlengkapan untuk kereta kuda seperti pelana atau tali kekang. Itulah mengapa Hermès menggunakan gambar kereta kuda sebagai logonya dan masih digunakan hingga saat ini.

Sempat mendapatkan penghargaan dari Expositions Universelles di Paris pada tahun 1855 dan 1867 sebagai industri terkemuka pada saat itu, perjalanan Thierry Hermès dalam mengembangkan bisnisnya tak berlangsung lama karena ia wafat di tahun 1878 dan digantikan oleh putra keduanya, Charles-Emile. Di tangan anaknya inilah, bisnis Hermès mengalami perkembangan yang sangat pesat. Charles-Emile juga mulai mengembangkan bisnisnya dengan membuat beberapa produk baru seperti jaket golf kulit di tahun 1918 yang dibuat secara khusus untuk Prince of Wales. Mulai tahun 1920, pakaian dan aksesoris diperkenalkan ke dalam portofolio Hermès. Produk-produk Hermès memang cukup menarik perhatian warga Eropa, terutama para bangsawan. Apalagi di tahun 1900-an, Hermès merancang tas khusus Courroies Bag yang didesain untuk para penunggang kuda.

Alasan Produk Hermès Dijual Mahal


Merek Hermès semakin dikenal di wilayah Prancis setelah mengeluarkan produk tas tangan pada tahun 1935 dan kemudian terus berkembang hingga di seluruh kalangan sosialita Eropa. Jika dilihat, produk-produk Hermès saat ini memang banyak yang dijual dengan harga mahal bahkan ada yang sangat mahal mencapai ratusan juta rupiah. Namun ternyata, di awal karirnya pada masa kepemimpinan Charles-Emile, produk-produk Hermès memang sudah dijual mahal dan termasuk kategori barang mewah. Karena selain memang brand ini menargetkan para bangsawan sebagai pasarnya, Hermès juga mempertahankan proses produksi secara handmade (dibuat dengan tangan) serta menggunakan kulit buaya asli sebagai bahan untuk spesial produknya. Sayangnya, karena tetap mempertahankan kulit buaya sebagai bahan baku untuk membuat tas branded, Hermès sempat mendapatkan kecaman publik sejak tahun 2014.

sejarah profil perusahaan merek pabrik produksi pakaian baju branded fashion hermes desainer koleksi model terbaru update alamat kantor cabang outlet butik toko online shopping website store tas aksesoris perhiasan bag sepatu penunggang kuda kw super premium asli 100% original palsu jual beli mall perbelanjaan artis selebriti
Gambar via trashness.com

Produk Hermès yang dinamai “Kelly Bag” pernah menjadi tas ikon Hermès yang paling banyak diincar di tahun 1956. Apalagi, nama tas itu diambil dari salah satu tokoh papan atas yang ikut mempopulerkan produk tersebut yang bernama Grace Kelly. Sepertinya, periode ini menjadi tahun-tahun terbaik bagi Hermès karena mereka dapat membuka pabrik syal sekaligus parfum dengan brand-nya sendiri. Tak lama setelah itu, Charles-Emile pensiun dan digantikan oleh dua putranya yang bernama Adolphe dan Emile-Maurice. Mereka kemudian mengganti nama perusahaan menjadi Hermès Freres.

Kelly Bag dinilai terlalu kecil untuk digunakan sehari-hari, sehingga Hermès mengeluarkan produk baru yang diberi nama “Birkin Bag” yang lebih besar dari Kelly Bag. Karena dibuat dari kulit buaya asli, tas Birkin dijual dengan harga yang fantatis yang mencapai USD 300.000. Sehingga, tak heran jika tas ini hanya dimiliki oleh kalangan atas saja. Terlebih lagi, tas Birkin hanya bisa dimiliki jika konsumen sudah menjadi anggota resmi Hermès dan melakukan pemesanan secara khusus terhadap produk ini.

Ekspansi Hermès


Tak banyak yang berubah pada masa kepemimpinan Emile-Maurice. Hanya saja, beberapa terobosan baru yang sempat ia tuangkan adalah menawarkan Hermès ke pasar Amerika Serikat melalui Departement Store Neiman Marcus, New York. Di tahun 1930, ia juga sempat menggandeng seorang perancang jam tangan dari Swiss Universal Geneva sebagai salah satu perancang jam eksklusif dengan menghasilkan garis chronograph di pergelangan tangan pria. Jam ini juga cukup fenomenal karena dibuat dengan emas 18 karat dan stainless steel. Mulai tahun 1978, Emile-Maurice mundur dari jabatannya dan digantikan oleh putranya bernama Robert Dumas-Hermès.

sejarah profil perusahaan merek pabrik produksi pakaian baju branded fashion hermes desainer koleksi model terbaru update alamat kantor cabang outlet butik toko online shopping website store tas aksesoris perhiasan bag sepatu penunggang kuda kw super premium asli 100% original palsu jual beli mall perbelanjaan artis selebriti
Gambar via rolexmagazine.com

Sekitar peridoe 1970-an, Hermès melakukan ekpansi produk-produknya ke luar Eropa dengan membuat toko-toko baru di Amerika Serikat dan Jepang. Tentu saja, ini menjadi masa-masa paling sulit bagi Hermès untuk bersaing dengan produk-produk lain yang sudah terkenal lebih dahulu. Ide Dumas-Hermès untuk berkeliling dunia dan berjalan-jalan di pinggiran Kota New York pun berhasil membuatnya terinspirasi untuk membuat produk-produk baru yang lebih hebat sesuai dengan karakter konsumen.

Tak perlu diragukan lagi, Hermès bukanlah brand yang akan berkecil hati ketika disandingkan bersama top fashion brand lainnya. Dengan pengalaman bisnis di bidang fashion yang mumpuni dan sumber daya yang selalu berdedikasi, cukup membawa Hermès terus menjadi merek fashion top kelas dunia. Hingga tahun 2008, Hermès bahkan sudah memiliki 14 divisi yang menjual dan melayani berbagai produk seperti pakaian, tas, perhiasan, parfum, alas kaki, syal, dasi, dan aneka aksesoris lainnya. Lebih dari 20 butik Hermès sudah berdiri di Amerika Serikat, namun tidak setiap produk spesial dapat ditemukan di setiap butik.

Karier Hermès di Tahun 2000-an Hingga Sekarang


Pada periode 1990 hingga 1997, Hermès sedang gencar-gencarnya untuk mengurangi jumlah waralaba dan meningkatkan pembukaan butik baru. Hingga di tahun-tahun ini, keluarga Jean-Louise Dumas (generasi setelah Robert Dumas-Hermès) menjadi keluarga milyader ala majalah Forbes. Jean-Louise Dumas menutup sekitar 50 waralaba dan menambah 40 butik baru untuk meningkatkan omset perusahaan dalam jangka panjang. Tepat 26 tahun ia memimpin perusahaan, Jean-Louise Dumas akhirnya mundur pada tahun 2006.

Sejak kemunduran dari Jean-Louise Dumas, Hermès kemudian dipimpin oleh seorang CEO yang berasal dari keluarga non-Hermès untuk pertama kalinya yang bernama Patrick Thomas. Meskipun bukan dari garis keturunan keluarga Hermès, Thomas bukanlah orang baru di perusahaan ini karena ia sudah bergabung di perusahaan mulai 1989 dan menjabat sebagai co-CEO mulai tahun 2005. Patrick Thomas berhasil meningkatkan omset perusahaan hingga 9,7% di tahun 2015. Kenaikan omset tersebut juga terlihat di Asia sebesar 7% dan di Amerika sebesar 10% serta di Eropa sendiri 7%.


Loading...



Baca juga: Gucci, Fashion Brand Mewah Asal Italia yang Bermula dari Sebuah Butik Kecil di Florence

Strategi Hermès yang Tak Dimiliki Brand Lain


Hermès memiliki strategi khusus untuk membuatnya tetap bertahan di tengah pangsa pasar yang semakin ketat. Beberapa strategi di perusahaan Hermès tidak dimiliki perusahaan fashion lainnya, sehingga membuat brand ini terasa begitu spesial. Salah satunya adalah sistem perekrutan karyawan Hermès yang bisa dibilang sangat unik.

Tahukah sobat, untuk perusahaan sekelas Hermès, mereka tetap ingin membuat para karyawan baru mengenal lebih dekat tentang Hermès melalui sesi pelatihan “Inside the Orange Box” untuk melacak kembali asal usul berdirinya perusahaan dan siapa saja tokoh di baliknya. Tujuannya adalah untuk memberikan dasar filosofi bagi karyawan baru dan memberikan atmosfer kekeluargaan.

Selain itu, bagi pengrajin baru yang masuk di perusahaaan Hermès akan dilakukan pelatihan atau training selama kurang lebih 2 tahun sebelum mereka dinyatakan lulus untuk mengerjakan produk kulit asli di portofolio Hermès. Memang menurut pandangan masyarakat awam, strategi ini justru memperlambat proses produksi. Namun, bagi Hermès, kualitas lebih penting ketimbang kuantitas.

sejarah profil perusahaan merek pabrik produksi pakaian baju branded fashion hermes desainer koleksi model terbaru update alamat kantor cabang outlet butik toko online shopping website store tas aksesoris perhiasan bag sepatu penunggang kuda kw super premium asli 100% original palsu jual beli mall perbelanjaan artis selebriti
Gambar via probutterfly.com

Perlu diketahui, bahwa tidak semua butik Hermès menjual produk-produk yang sama. Beberapa produk khusus hanya dijual dan bisa didapatkan di butik tertentu saja. Sehingga tak heran, jika produk original dari Hermès jarang ditemukan kembarannya. Untuk strategi satu ini, Hermès setiap tahunnya mengundang 1.000 perwakilan butik Hermès dari berbagai wilayah dan negara untuk menghadiri sebuah acara podium. Dalam acara ini, perwakilan berhak memilih satu jenis produk yang belum ada di butiknya untuk diusulkan agar bisa dijual di butik yang ia wakili. Sehingga tak heran, konsumen selalu dibuat penasaran dengan produk-produk baru dari butik Hermès langganannya.

Dari segi pemasaran, sebenarnya Hermès tidak terlalu menggunakan artis-artis untuk memasarkan produknya. Karena, produk-produk seperti tas eksklusif yang dijual mahal hingga mencapai ratusan juta memang hanya para bangsawan dan artis saja yang sanggup dan berminat membeli. Secara tidak langsung, para kalangan atas yang membeli produk Hermès tersebut sudah ikut andil dalam memasarkan barang-barang bermerek Hermès, baik melalui media sosial maupun secara langsung.

Hermès bukanlah perusahaan yang melakukan produksi secara ‘jor-jor-an’. Meskipun ada produk tertentu yang laku keras di pasaran, tidak membuat Hermès lantas memproduksi lagi dalam jumlah yang lebih banyak. Hermès lebih memilih untuk menjaga eksklusivitas dari sebuah produk dan membuat pelanggan setianya bangga atas kepemilikian produk tersebut. Prinsip lama dan turun menurun dari generasi ke generasi ini membuat Hermès tampak menjadi brand yang memang benar-benar eksklusif dan layak menjadi incaran kalangan papan atas.

Sejak awal didirikan hingga saat ini, Hermès adalah brand yang tidak pernah ragu untuk menjual barang-barang mewah, mulai dari tas, sepatu, parfum hingga peralatan stainless steel. Perusahaan telah membuktikan keberhasilannya untuk terus hidup dan memperkuat sebuah merek melalui keahlian yang indah dan kualitas yang unggul. Hermès tak pernah berhenti membuat kejutan untuk pelanggannya dengan terus aktif dan berinovasi membuat produk-produk baru yang eksklusif. Tertarik untuk membeli salah satu produk Hermès? Ingat ya, yang asli alias original hanya ada di butik-butik resmi Hermès. (Siva Nur Ikhsani)

Artikel Menarik:
Loading...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar